Belajar Tetap Jalan di Tengah Udara Tak Sehat

Belajar Tetap Jalan di Tengah Udara Tak Sehat
Suasana belajar mengajar disekolah tetap bejalan namun membatasi aktifitas exstra diluar. (Foto : Diskominfo Kota Pontianak)

Spektroom - Asap tipis yang menyebar  di langit Pontianak beberapa pekan terakhir bukan sekadar mengaburkan pandangan, tetapi juga membatasi ruang gerak ribuan anak sekolah.

Di tengah menurunnya kualitas udara akibat kebakaran lahan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak mengambil langkah cepat dengan menghentikan sementara seluruh kegiatan belajar di luar ruangan bagi siswa SD dan SMP, baik negeri maupun swasta.

Keputusan ini membuat suasana sekolah berubah. Lapangan yang biasanya riuh oleh teriakan anak-anak saat pelajaran olahraga kini sepi.

Tidak ada lari pagi, tidak ada latihan baris-berbaris, dan kegiatan ekstrakurikuler pun harus beradaptasi dengan ruang tertutup.

Kebijakan tersebut tertuang dalam surat bernomor B/400.7.15.5/60/DISDIKBUD/2026 tertanggal 30 Januari 2026, yang ditujukan kepada seluruh kepala sekolah di Kota Pontianak.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak, Sri Sujiarti, menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan siswa menjadi prioritas utama.

“Udara dalam beberapa hari terakhir masuk kategori tidak sehat. Anak-anak adalah kelompok rentan, jadi kami minta semua aktivitas luar ruangan dihentikan sementara,” ujar Sri Sujiarti.

Bagi para guru, kondisi ini menuntut kreativitas. Pelajaran olahraga yang biasanya dilakukan di lapangan kini dialihkan ke aktivitas ringan di dalam kelas atau aula sekolah. Sementara itu, para siswa diminta tetap mengenakan masker selama berada di lingkungan sekolah.

Di sisi lain, para orang tua juga diminta lebih waspada. Dinas Pendidikan mengimbau agar anak-anak membatasi aktivitas di luar rumah, terutama pada malam hari.

Asupan cairan dan makanan bergizi menjadi perhatian penting untuk menjaga daya tahan tubuh di tengah paparan asap.

“Sekolah kami minta aktif menyampaikan imbauan kepada orang tua. Ini kerja bersama sekolah, keluarga, dan pemerintah
untuk melindungi anak-anak,” kata Sri Sujiarti.

Kepala sekolah juga diminta melakukan pengawasan langsung, memastikan siswa tidak melakukan aktivitas fisik berat di luar ruangan dan tetap berada di lingkungan yang relatif aman.

Meski asap membatasi ruang bermain dan bergerak, proses belajar mengajar di Pontianak tetap berjalan.

Di balik masker dan jendela kelas yang tertutup rapat, semangat anak-anak untuk belajar tak sepenuhnya padam.

Di tengah kondisi udara yang tak bersahabat, sekolah berupaya menjadi ruang aman tempat anak-anak tetap bisa tumbuh, meski langit belum sepenuhnya cerah.

Berita terkait

Kupas Politik Dinasti dari Perspektif Konstitusi, Prof. Dr. H. Abdul Latif tampil sebagai Pembicara Utama pada Seminar Nasional

Kupas Politik Dinasti dari Perspektif Konstitusi, Prof. Dr. H. Abdul Latif tampil sebagai Pembicara Utama pada Seminar Nasional

Makassar-Spektroom : Seminar Nasional berthemakan "Politik Dinasti dan Dinasti Politik dalam Sistim Demokrasi : Suatu Keniscayaan VS Pemasungan Hak Demokrasi Rakyat untuk dipilih sebagai Pejabat Publik" dilaksanakan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Jayabaya di Auditorium Prof Dr. Hj. Yuyun Moeslim Tahir, Rabu 6 Mei 2026. Seminar yang hadidiri Dekan

Yahya Patta, Rafles
Diduga Dipecat Tanpa Prosedur, Empat Pekerja Bukittinggi Tempuh Jalur Pengaduan ke KSPSI hingga DPRD

Diduga Dipecat Tanpa Prosedur, Empat Pekerja Bukittinggi Tempuh Jalur Pengaduan ke KSPSI hingga DPRD

Bukittinggi-Spektroom : Dugaan pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak terhadap empat pekerja outsourcing di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, mencuat dan kini menjadi perhatian publik. Para pekerja yang sebelumnya bertugas di Dinas Perhubungan (Dishub) setempat itu memilih menempuh jalur pengaduan untuk mencari keadilan atas nasib yang mereka alami. Kasus ini bermula ketika keempat

Wiza Andrita, Rafles
Menteri PU Dorong Percepatan Sekolah Rakyat di Dharmasraya, Target Rampung 20 Juni 2026

Menteri PU Dorong Percepatan Sekolah Rakyat di Dharmasraya, Target Rampung 20 Juni 2026

Dharmasraya-Spektroom : Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, guna memastikan fasilitas pendidikan tersebut dapat segera dimanfaatkan masyarakat, khususnya kalangan kurang mampu pada tahun ajaran baru 2026. Instruksi percepatan ini disampaikan langsung oleh Menteri PU, Dody Hanggodo, saat kunjungan kerja ke

Riswan Idris, Rafles