Tetap Bertahan, Ditengah Sepinya Pesanan Terompet Tahun Baru

Tetap Bertahan, Ditengah Sepinya Pesanan Terompet Tahun Baru
Perajin Terompet Tahun Baru Di Kota Solo Tetap Bertahan, Meski Dari Tahun Ketahun Mengalami Penurunan Pesanan ( Rabu 31/12/2025, Dan )

Spektroom - Berbeda dengan tahun tahun sebelumnya, sejumlah perajin terompet di Kota Solo mengaku pesanan tahun baru kali ini mengalami penurunan , bahkan nyaris sepi.

Salah satu perajin yang masih bertahan Warsono, warga Semanggi, Pasar Kliwon Solo yang telah memproduksi terompet sejak tahun 1992 merasakan penurunan yang drastis

Warsono mengungkapkan, penurunan pesanan terasa sangat drastis sejak tahun 2015. Jika sebelumnya mampu memproduksi hingga 15.000 terompet dalam sekali musim, kini jumlah pesanan yang masuk hanya berkisar di angka 5.000 unit, bahkan sebagian besar pesanan dari pihak hotel di wilayah Yogyakarta dan Solo.

"Tahun sembilan puluh dua saya mulai produksi. Kalau dulu Solo Raya sampai Jogja itu ramai sekali, pesanan bisa belasan ribu. Sekarang hanya sekitar lima ribu saja, itu pun kebanyakan untuk hotel-hotel di Jogja," ujar Warsono, ( Rabu 31/12/2025 ).

Dari sisi produksi prosesnya tetap membutuhkan waktu yang panjang, yakni sekitar dua hingga tiga bulan, meski sepi pesanan menurut Istri Warsono, Sri Rahayu, tetap membutuhkan persiapan, hanya saja sekaramg ini dihadapkan beberapa kendala selain permintaan sepi juga kesulitan mendapatkan bahan baku pembungkus terompet atau kertas foil mengkilap. Kertas khusus tersebut kini harus didatangkan langsung dari Jakarta karena stok di Solo sudah jarang ditemukan.

"Bahan pembungkusnya ini sekarang susah cari di sini, saya harus pesan dari Jakarta. Selain itu, sekarang pedagang terompet sudah tidak diperbolehkan berjualan di sepanjang Jalan Slamet Riyadi, jadi pembeli hanya bisa mencari kami di pasar-pasar tertentu seperti Pasar Gede," kata Sri Rahayu menjelaskan.

Meski didera berbagai tantangan, Warsono dan keluarga tetap konsisten menjaga kualitas dengan menggunakan bahan kertas sampul buku yang bersih dan berharap tradisi meniup terompet saat tahun baru tetap ada agar usaha yang telah digeluti selama puluhan tahun ini tidak mati ditelan zaman.


Harga terompet hasil karya Warsono bervariasi, mulai dari Rp4.000 untuk model biasa, hingga Rp9.000 untuk model naga yang lebih rumit (Dan)

Berita terkait

Rapat Paripurna DPRD Kuansing Setujui Ranperda Pertanggungan Jawaban APBD 2025

Rapat Paripurna DPRD Kuansing Setujui Ranperda Pertanggungan Jawaban APBD 2025

Teluk Kuantan-Spektroom : Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), H. Muklisin, menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Kuantan Singingi dengan agenda Penyampaian Pendapat Akhir DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Kuantan Singingi Tahun Anggaran 2025. Rapat berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kuansing, Jumat (31/7/

Salman Nurmin, Rafles
Balutan Merah Putih Percantik Jembatan Saballang, Prajurit Kodim 1425/Jeneponto dan Warga Jaga Kualitas Pembangunan

Balutan Merah Putih Percantik Jembatan Saballang, Prajurit Kodim 1425/Jeneponto dan Warga Jaga Kualitas Pembangunan

Jeneponto –Spektroom : Warna merah dan putih mulai menghiasi Jembatan Gantung Sungai Saballang yang menghubungkan Kelurahan Benteng dan Kelurahan Pallengu, Kecamatan Bangkala, wilayah teritorial Kodim 1425/Jeneponto. Dengan penuh ketelitian, prajurit TNI bersama masyarakat bergotong royong melaksanakan pengecatan pada sejumlah titik konstruksi jembatan sebagai upaya menjaga kualitas pembangunan yang terus berjalan.

Yahya Patta, Rafles
Mahasiswa UMI Makassar Berhasil Temukan Model Variational Autoencoder untuk Deteksi Wajah Daftar Pencarian Orang

Mahasiswa UMI Makassar Berhasil Temukan Model Variational Autoencoder untuk Deteksi Wajah Daftar Pencarian Orang

Makasar-Spektroom : Mahasiswa dari Universitas Muslim Indonesia berhasil mencatatkan prestasi gemilang di bidang teknologi kecerdasan buatan pada tahun 2026. Melalui proyek inovasi karsa cipta bernama DISGUISE-ID, mereka sukses merancang dan menguji model algoritma mutakhir yang mampu mengidentifikasi wajah Daftar Pencarian Orang dengan tingkat akurasi rekonstruksi yang sangat tinggi, yakni mencapai 94,

Yahya Patta, Rafles
ссс