Tingkat Kesejahteraan Nelayan Pulau Buru, Dipengaruhi Tingkat Sosial Budaya, Ekologi dan Kelembagaan

Tingkat Kesejahteraan Nelayan Pulau Buru, Dipengaruhi Tingkat Sosial Budaya, Ekologi dan Kelembagaan
Foto : Direktur PPs UMI Makassar Serahkan tanda Lulus Doktor Perikanan dan Kelautan ke Wilda Fesanrey ( Spektroom- Yahya Patta )

Makassar-Spektroom : Maluku memiliki kekayaan alam yang begitu melimpah mulai dari sumberdaya hayati maupun non hayati yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat .Maluku juga merupakan provinsi kepulauan dengan total panjang garis pantai 10.662 KM dan memiliki 1.340 Pulau, ditambah besarnya potensi perikanan yang ada, seharusnya mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat yang mendiami sepanjang wilayah pesisir, meski ternyata kondisi yang dialami sebagian besar masyarakat pesisir terutama nelayan tak sepenuhnya sejahtera.

Ini diungkapkan Wilda Fesanrey dalam Disertasinya tentang Strategi pengembangan kesejahteraan nelayan kecil di Kabupaten Buru ketika menjalani Gelar uji kompetensi untuk meraih gelar Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan Pada Program Pasca Sarjana PPs umi makassar di kampus PPs umi, Rabu (8 April 2026).

Gelar uji kompetensi dipimpin Direktur PPs umi makassar Prof Dr.H.La Ode Husen SH.,M.Hum dengan Penyanggah Dr. Ir.Hj. Ernaningsih MP., Prof Dr.Ir.Danial MS., Prof Dr.Ir.Andi Asni MP., Prof Dr.Ir.H.Hatta Fattah MS., Prof Dr.Ir.Mardiana E.Fachry M.Si., Dr.Ir.Aswad Aswad Rachmad Hambali SH,MH. Sementara bertindak Sebagai Promotor 2 ,Dr.Ir. Hamsiah MS., Promotor 2 Prof Dr.Ir.Abdul Rauf MSi dan Promotor Promotor Prof Dr.Ir.H.Muhammad Kasnir M.Si.

Pada bagian lain Promovenda Wilda Fesanrey mengungkapkan pengembangan kesejahteraan nelayan merupakan rangkaian usaha yang tersusun untuk meningkatkan taraf hidup nelayan melalui pengembangan ekonomi, kelembagaan sosial budaya dan ekologi.

Hasil study tentang Pengembangan kesejahteraan hidup kehidupan masyarakat nelayan Jelas Wilda yang berhasil meraih nilai Pujian dalam uji kompetensi ini, digambarkan menunjukkan bahwa kemiskinan dan kesenjangan sosial ekonomi merupakan persoalan krusial yang dihadapi nelayan dan tidak mudah diatasi.

Kondisi lain yang turut berkontribusi memperburuk tingkat kesehahteraan nelayan, ungkap Wilda Fesanrey yang juga seorang Dosen di Universitas Iqra di Pulau Buru, adalah mengenai kebiasaan atau pola hidup tak pantas yaitu nelayan pemalas, karena jika dilihat dari daur hidup nelayan yang selalu bekerja keras.

Dalam hubungannya dengan nelayan Pulau Buru terutama di kecamatan Waplau dan Kecamatan Airbuaya, rata rata nelayannya nelayan kecil yang hanya menggunakan perahu tanpa mesin atau perahu yang memiliki mesin meski yang ukuran perahunya <5GT,sehingga hidupnya belum sejahtera, dan ini sangat mempengaruhi tingkat Sosial budaya, ekologi dan kelembagaan.

Berita terkait

Jaringan Irigasi Di Bali Di Rebahilitasi  Untuk Perkuat Produksi Pangan

Jaringan Irigasi Di Bali Di Rebahilitasi  Untuk Perkuat Produksi Pangan

Jakarta – Spektroom : Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat dukungan terhadap sektor pertanian melalui peningkatan dan rehabilitasi jaringan irigasi guna mendorong produktivitas pangan di berbagai daerah, termasuk di Provinsi Bali. Melalui pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan, Peningkatan, Rehabilitasi, serta Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi untuk

Nurana Diah Dhayanti
Pemko Sawahlunto Gerak Cepat Tangani Kebakaran di Desa Santur, Bantuan Darurat dan Layanan Administrasi Langsung Disalurkan

Pemko Sawahlunto Gerak Cepat Tangani Kebakaran di Desa Santur, Bantuan Darurat dan Layanan Administrasi Langsung Disalurkan

Sawahlunto-Spektroom : Pemerintah Kota Sawahlunto bergerak cepat merespons musibah kebakaran yang menghanguskan dua unit rumah warga di Desa Santur, Kecamatan Barangin, pada Senin malam. Dua rumah yang terbakar diketahui milik warga bernama Jumiran dan Rahma Geni Saputra. Kurang dari 24 jam setelah kejadian, tepatnya Selasa pagi (21/4/2026), Wali Kota

Riswan Idris, Buang Supeno