Tingkatkan Mutu dan Keamanan Produk, BPOM Malut Lakukan Bimbingan Pelaku UMKM
Ternate–Spektroom : Upaya untuk meningkatkan mutu dan keamanan produk terhadap UMKM, Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Maluku Utara di Sofifi melakukan kegiatan Bimbingan Teknis Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) selama tiga hari di Ternate.
Kegiatan yang dilakukan ini dengan mengusung tema “Tingkatkan Mutu dan Keamanan Produk, Menjadi UMKM Naik Kelas” dan diikuti oleh pelaku UMKM pangan di Kota Ternate.
Bimbingan Teknis CPPOB ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan melalui program Orang Tua Angkat (OTA) UMK Pangan Olahan. Program OTA UMK Pangan Olahan merupakan program yang ditawarkan oleh BPOM kepada perusahaan dalam melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility) sebagai Orang Tua angkat UMK Pangan Olahan untuk membantu kemandirian UMK pangan olahan dengan berbagai skema yang disepakati bersama.
Kepala Balai POM Provinsi Maluku Utara di Sofifi, Ermanto Siahaan usai kegiatan Selasa (12/5/2026) menyampaikan bahwa sektor UMKM memiliki peranan penting dalam mendukung perekonomian, khususnya dalam penyediaan pangan olahan yang aman, bermutu, dan berkualitas bagi masyarakat. "Dengan kegiatan ini akan dapat meningkatkan daya saing produk UMKM dengan memenuhi semua persyaratan untuk memperoleh izin edar," ujar Ermanto.
Pada kegiatan terseyum hadir perwakilan dari Bank Indonesia serta Dinas Perikanan Kota Ternate sebagai bentuk dukungan lintas sektor terhadap pengembangan UMKM pangan di Maluku Utara.
Melalui kegiatan bimbingan teknis ini, peserta mendapatkan berbagai materi penting, antara lain keamanan pangan, penerapan aspek CPPOB, tata cara pendaftaran produk, ketentuan label pangan olahan, hingga materi pendukung lainnya yang bertujuan meningkatkan daya saing produk UMKM agar mampu memenuhi persyaratan untuk memperoleh izin edar BPOM. Tidak hanya menerima materi, peserta juga didampingi secara langsung dalam penyusunan dokumen yang dibutuhkan untuk proses registrasi produk.
Pendampingan ini diharapkan dapat membantu pelaku UMKM menghasilkan produk pangan yang aman, bermutu, serta mampu bersaing di pasar yang lebih luas.