Tinjau Lokasi Bencana Gempa Sulteng, Menteri Dody Prioritaskan Keandalan Infrastruktur Dasar

Tinjau Lokasi Bencana Gempa Sulteng, Menteri Dody Prioritaskan Keandalan Infrastruktur Dasar
Menteri Dody saat meninjau sejumlah infrastruktur pasca bdn ana gempa di Palu ( birkom pu)

Palu – Spektroom : Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo meninjau langsung sejumlah infrastruktur dasar pascagempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah. Peninjauan dilakukan pada Minggu (21/6/2026) dengan menyusuri Jalan Alternatif Palolo–Napu di Kabupaten Sigi untuk memastikan kondisi konektivitas wilayah, keandalan infrastruktur jembatan, serta keberlangsungan layanan air bersih bagi masyarakat.

Menteri Dody mengatakan, sejak hari pertama pascagempa Kementerian PU telah bergerak mendukung upaya penanganan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah. Berbagai titik terdampak telah ditangani agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

"Saat ini titik-titik bencana telah ditangani. Kami di Kementerian PU mendukung Pemerintah Daerah dan Pemerintah Provinsi sejak hari pertama. Perhatian kami berikutnya adalah memastikan infrastruktur dasar yang digunakan masyarakat setiap hari tetap aman dan berfungsi dengan baik," kata Menteri Dody.

Dalam peninjauan tersebut, Menteri Dody menekankan bahwa jalan dan jembatan merupakan infrastruktur vital yang menjadi penghubung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Salah satu lokasi yang ditinjau adalah Jembatan Binangga Kenaw, Kecamatan Nokilalaki yang merupakan salah satu akses penting bagi mobilitas masyarakat.

Jembatan bunga knaw menjDi Akses penting di kecamatan Nokilalaki ( birkom pu)

"Tadi saya berdiri di jembatan dan ketika ada kendaraan melintas terasa ada getaran. Hal seperti ini harus segera ditindaklanjuti dengan pemeriksaan teknis agar masyarakat mendapatkan kepastian bahwa infrastruktur yang mereka gunakan setiap hari benar-benar aman," ujar Menteri Dody.

Menurut Menteri Dody, dalam kondisi pascabencana, keandalan infrastruktur tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis, tetapi juga menyangkut rasa aman masyarakat.

"Jalan yang retak, jembatan yang terasa goyang, atau layanan dasar yang terganggu mungkin terlihat kecil, tetapi bagi masyarakat itu sangat penting karena berkaitan langsung dengan aktivitas dan rasa aman mekera. Karena itu saya meminta jajaran Kementerian PU tidak hanya melihat kerusakan yang terlihat, tetapi juga potensi risiko yang dapat menimbulkan kekhawatiran masyarakat," lanjut  Menteri.

Peninjauan juga dilakukan Menteri Dody pada Jembatan Posu yang membentang di atas Sungai Posu, Desa Sopu. Selain mengecek kondisi jembatan, Menteri Dody juga menyoroti kondisi kawasan hulu sungai yang terlihat memiliki cekungan berisi genangan air dan berpotensi menimbulkan risiko bencana hidrometeorologi apabila tidak dimitigasi sejak dini.

"Saya juga melihat ada cekungan berisi air di bagian atas. Ini harus segera dipetakan dan dimitigasi. Kalau ada potensi bahaya, kita harus cek dan antisipasi sejak awal. Kita tidak ingin menyesal karena sesuatu yang sebenarnya bisa dicegah," kata Menteri Dody.

Menteri Dody juga menginstruksikan kepada jajaran Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III untuk melakukan survei lebih lanjut guna mengetahui kondisi aktual di kawasan hulu, termasuk kemungkinan penanganan berupa pengendalian aliran air apabila diperlukan.

"Kita punya pengalaman di Cilacap, Jawa Tengah (Longsor Majenang), saya yakin kok kondisinya sama kayak di Jawa Tengah. Awalnya ada cekungan, berisi air, karena hujan terus-terusan, akhirnya karena hujannya makin lama makin berat, terus jebol cekungan itu.

Selain konektivitas, Kementerian PU juga menaruh perhatian pada layanan air bersih bagi masyarakat pascabencana gempa. Kementerian PU memastikan Intake dan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kamarora, Kecamatan Nokilalaki yang menjadi sumber layanan air minum bagi masyarakat sekitar tetap beroperasi dan siap melayani selama masa pemulihan pascabencana.

Berita terkait

Di Balik Lantunan Yasin, Terselip Harapan Menjaga Harmoni Kalimantan Barat

Di Balik Lantunan Yasin, Terselip Harapan Menjaga Harmoni Kalimantan Barat

Pontianak-Kalbar : Suasana Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Minggu (21/06/2026), tampak berbeda dari biasanya. Ratusan santri, santriwati, dan jamaah Majelis Taklim Nurul Jannah memenuhi ruangan dengan wajah-wajah penuh harap. Sebagian mengenakan pakaian serba putih, sementara yang lain tampak menggenggam kitab Yasin yang menjadi saksi perjalanan mereka menuntaskan proses pembelajaran keagamaan.

Apolonius Welly, Rafles
Hadiri Festival Kuliner Tradisional, Wagub Vasko Ajak Masyarakat Jadikan Kuliner Minang Sebagai Kekuatan Pariwisata dan Ekonomi Daerah

Hadiri Festival Kuliner Tradisional, Wagub Vasko Ajak Masyarakat Jadikan Kuliner Minang Sebagai Kekuatan Pariwisata dan Ekonomi Daerah

Bukittinggi-Spektroom : Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy menghadiri Festival Kuliner Tradisional yang digelar di kawasan Jam Gadang, Kota Bukittinggi, Minggu (21/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan 100 Tahun Jam Gadang sekaligus upaya memperkuat promosi budaya, pariwisata, dan ekonomi masyarakat berbasis kuliner tradisional. Dalam sambutannya,

Rafles
Brimob Kalbar Sulap Lahan Kosong Jadi Kebun Produktif

Brimob Kalbar Sulap Lahan Kosong Jadi Kebun Produktif

Pontianak-Spektroom : Di tengah upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional, Satuan Brimob Polda Kalimantan Barat mengambil langkah konkret dengan mengubah lahan-lahan kosong di lingkungan markas menjadi area pertanian produktif. Berbagai jenis tanaman hortikultura seperti sayuran, buah-buahan, hingga tanaman obat kini tumbuh di sejumlah lokasi jajaran Satbrimob Polda Kalbar. Program tersebut menjadi

Apolonius Welly, Rafles