Tinjau Longsor dan Korban, Wawali Ambon Pastikan Bantuan Cepat dan Biaya Ditanggung Pemkot

Tinjau Longsor dan Korban, Wawali Ambon Pastikan Bantuan Cepat dan Biaya Ditanggung Pemkot
Wakil Wali Kota Ambon saat meninjau Lokasi Bencana di dampingi kadis BPBD Kota Ambon Frits Tatipikalawan Rabu 29/4/2026 foto Eva. M

Ambon-Spektroom : Wakil Wali Kota Ambon Ely Toisuta turun langsung meninjau psejumlah titik bencana di Kota Ambon, Rabu (29/4/2026), mulai dari rumah korban longsor di BTN Lateri Dua, Kecamatan Teluk Ambon, talud patah di Desa Batu Merah, hingga menjenguk korban pohon tumbang di kawasan Taman Makam Pahlawan Kapaha, Tantui.

Dalam kunjungan tersebut, Toisuta memastikan penanganan cepat terhadap warga terdampak, termasuk dua korban pohon tumbang, Arjuna Vatra (20) dan Vence Momole (3), yang saat ini masih menjalani perawatan di RS Leimena. Pemerintah Kota Ambon menegaskan seluruh biaya pengobatan korban ditanggung penuh.

“Hari ini kami turun memastikan kebutuhan warga akibat longsor dan pohon tumbang. Semua biaya pengobatan korban ditanggung Pemkot,” tegas Toisuta.

Ia menjelaskan, hasil peninjauan di lapangan ditemukan sejumlah kerusakan, termasuk patahan talud dan material longsor di sekitar permukiman warga. Pemerintah kota akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum provinsi untuk percepatan perbaikan, dengan harapan kolaborasi berjalan efektif.

Wakil Walikota Ambon Ely Toisutta saat diwawancarai usai melakuka kunjungan langsung ke sejumlah lokasi bencana termasuk korban pohon tumbang di Kapaha Tantui Ambon, Rabu (29/04/2026). (Foto: Eva M)

Selain itu, tim BPBD Kota Ambon telah dikerahkan untuk membersihkan material longsor di belakang rumah warga serta menyediakan peralatan yang dibutuhkan guna mempercepat pemulihan kondisi lingkungan.

Toisuta menegaskan, kehadirannya merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah daerah di saat Wali Kota saat ini sedang menjalankan tugas di luar daerah, sekaligus memastikan setiap persoalan warga ditangani secara langsung dan cepat.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim penghujan, khususnya warga yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah perbukitan rawan longsor.

Warga diminta menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan.
“Masyarakat harus siap lebih awal, jangan menunggu bencana terjadi baru bergerak. Antisipasi itu penting agar tidak ada korban,” ujarnya.

Wawali berharap, dengan peningkatan kesiap siagaan dan gotong royong masyarakat, risiko bencana dapat ditekan sehingga tidak lagi menimbulkan korban jiwa di musim hujan yang akan datang.(EM)

Berita terkait

Presiden Prabowo Subianto Siang ini Meresmikan Dimulainya  Ground Breaking 13 Proyek Nasional.

Presiden Prabowo Subianto Siang ini Meresmikan Dimulainya Ground Breaking 13 Proyek Nasional.

Cilacap-Spektroom: Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan 13 proyek nasional di berbagai lokasi merupakan bagian dari langkah besar menuju kebangkitan bangsa Indonesia. Proyek-proyek ini merupakan kelanjutan dari fondasi yang telah dibangun oleh para presiden sebelumnya sejak awal kemerdekaan. Hal tersebut dikatakan Presiden ketika memberi sambutan pada peresmian ground Breaking 13

Bian Pamungkas
Prof Dr. H. La Ode Husen SH., M.Hum: Penataan Prodi Harus Berbasis Ilmu, Bukan Sekadar Pasar

Prof Dr. H. La Ode Husen SH., M.Hum: Penataan Prodi Harus Berbasis Ilmu, Bukan Sekadar Pasar

Makassar -Spektroom : Kebijakan penataan program studi (prodi) yang digulirkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dinilai sebagai langkah strategis dalam mendorong transformasi pendidikan tinggi di Indonesia. Namun, arah kebijakan ini harus tetap berpijak pada mandat utama perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban, bukan semata memenuhi kebutuhan

Yahya Patta, Buang Supeno