Trending

TNI-Polri dan Gabungan Berjibaku Padamkan 10 Hektare Lahan Gambut di Rupat Bengkalis

TNI-Polri dan Gabungan Berjibaku Padamkan 10 Hektare Lahan Gambut di Rupat Bengkalis
Tim Gabungan bekerja keras memadamkan api di lahan gambut Desa Sukoharjo Mesim Rupat Bengkalis. (Foto: MCR)

Spektroom - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) hebat kembali melanda wilayah Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau, tepatnya di Desa Sukarjo Mesim pada Rabu 11 Februari 2026 lalu.

Api dengan cepat melahap sekitar 10 hektare lahan yang berlokasi di Jalan Parit Jawa, Dusun Sungai Mesim 2, dan memicu reaksi cepat dari aparat keamanan serta instansi terkait untuk segera melakukan penanganan di lapangan.

"Tim gabungan yang terdiri dari personel Polsek Rupat, Koramil 04 Rupat, BPBD, tim RPK PT. SRL, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA) langsung terjun ke lokasi untuk menjinakkan api," ujar Kapolres Benfkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar, Minggu (15/2/2026).

Fahrian menyebutkan upaya pemadaman dan pendinginan dilakukan untuk memastikan api tidak semakin meluas ke area pemukiman atau perkebunan produktif lainnya.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, lahan yang terbakar didominasi oleh semak belukar dan perkebunan sawit di atas tanah gambut yang kering.

Foto: MCR

"Karakteristik tanah gambut yang menyimpan panas di bawah permukaan, ditambah cuaca ekstrem dan angin kencang yang kerap berubah arah, menjadi tantangan berat bagi para petugas yang berjuang di garda terdepan," jelas Fahrian.

Pemantauan melalui Dashboard Lancang Kuning (DLK) menunjukkan adanya 43 titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan menengah hingga tinggi di kawasan tersebut.

Data yang bersumber dari satelit SNPP NASA ini mengonfirmasi bahwa seluruh titik api terkonsentrasi dalam satu hamparan luas, sehingga memerlukan strategi penanganan yang terintegrasi dan intensif.

Sebagian lokasi sudah berhasil kami padamkan, namun tim masih mendapati kemunculan api baru di area yang baru.

Fahrian menyampaikan, prioritas utama saat ini adalah melakukan lokalisir area dengan saksama agar api benar-benar padam hingga ke lapisan tanah terdalam dan tidak memicu kebakaran susulan.

Kendala utama yang dihadapi tim gabungan di lapangan adalah minimnya sumber air di sekitar titik kebakaran karena tidak adanya kanal atau embung permanen.

"Untuk sementara, petugas terpaksa mengandalkan pasokan air dari kanal milik PT. SRL yang letaknya cukup jauh, sehingga memerlukan penyambungan puluhan rol selang untuk mencapai pusat api," terang Fahrian.

Sebagai langkah solutif, satu unit alat berat telah dikerahkan ke lokasi untuk membuat sekat api dan embung darurat guna menampung cadangan air. Penggunaan mesin mini strike dari BPBD dan pihak swasta terus dioptimalkan agar distribusi air menuju titik panas tetap stabil, meskipun personel harus bekerja ekstra keras di tengah cuaca yang sangat terik.

"Hingga saat ini, Polsek Rupat masih melakukan penyelidikan mendalam guna mengetahui penyebab pasti kebakaran serta mengidentifikasi pemilik lahan tersebut," jelasnya.

Pihak kepolisian juga kembali mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, demi mencegah bencana kabut asap yang dapat merugikan kesehatan dan lingkungan secara luas. (SN/MCR)

Berita terkait

Maluku Raih Terbaik Ketiga Nasional IPP 2025,  Lewerissa Persembahkan Penghargaan untuk Seluruh Rakyat dan Pemuda

Maluku Raih Terbaik Ketiga Nasional IPP 2025, Lewerissa Persembahkan Penghargaan untuk Seluruh Rakyat dan Pemuda

Ambon-Spektroom: Provinsi Maluku kembali menunjukkan capaian positif dalam pembangunan kepemudaan di tingkat nasional. Prestasi tersebut diperoleh melalui peningkatan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Tahun 2025, Maluku berhasil menempati posisi Terbaik Ketiga Nasional, sebuah prestasi yang mencerminkan kerja bersama pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat. Penghargaan ini diterima Gubernur Maluku, Hendrik

Yantje Lekatompessy, Pelinus Latuheru
Lantik 73 Pejabat Pengawas, Bupati Banyuwangi Minta Pejabat Berikan Pelayanan Terbaik Bagi Masyarakat

Lantik 73 Pejabat Pengawas, Bupati Banyuwangi Minta Pejabat Berikan Pelayanan Terbaik Bagi Masyarakat

Banyuwangi-Spektroom :  Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani melantik 73 pejabat pengawas yang akan bertugas di kelurahan dan kecamatan, di Aula Rempeg Jogopati, Kamis malam (29/10/2026). Dalam sambutannya, Bupati Ipuk Fiestiandani meminta kepada seluruh jajaran kecamatan dan kelurahan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Seperti melayani dengan ramah dan senyuman,

Julianto