Trending

Tol Pattimura Dibangun Untuk Tingkatkan Konektivitas Kota Salatiga

Tol Pattimura Dibangun Untuk Tingkatkan Konektivitas Kota Salatiga
Kementerian PU bersama BUJT bangun tol Patimura Salatiga ( birkom pu)

Jakarta – Spektroom :  Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) mendukung pembangunan Akses Tol Pattimura di Kota Salatiga, Jawa Tengah, sebagai bagian dari pengembangan jaringan Jalan Tol Semarang–Solo. Pembangunan akses tol tersebut mulai dilaksanakan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Trans Marga Jateng pada April 2026.

Kehadiran Akses Tol Pattimura diharapkan dapat meningkatkan konektivitas menuju pusat Kota Salatiga sekaligus mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi lokal di kawasan sekitarnya.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pembangunan jalan tol tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur transportasi, tetapi juga menjadi instrumen pemerataan pembangunan wilayah dan penguatan ekonomi daerah.

“Pembangunan jalan tol selalu memiliki arti strategis, tidak hanya bagi infrastruktur fisik, tetapi juga bagi penguatan fondasi ekonomi nasional,” kata Menteri Dody di Jakarta, Selasa ( 12/5/2026)

Persiapan lahan pembangunan tol patimura ( birkom pu)

Pembangunan Akses Tol Pattimura telah direncanakan sejak 2023 dan ditargetkan selesai pada 2027 dengan nilai pekerjaan sebesar Rp113,35 miliar. Total panjang akses mencapai 1,66 kilometer yang terdiri atas ramp on sepanjang 661 meter dan ramp off sepanjang 998 meter, serta penanganan Jalan Pattimura sepanjang 555 meter.

Saat ini pekerjaan difokuskan pada tahap awal berupa pembersihan dan perataan lahan sebelum dilanjutkan ke pekerjaan struktur dan konstruksi utama.

Dengan skema tersebut, kendaraan dari arah Semarang tidak perlu memutar lebih jauh untuk menuju pusat Kota Salatiga sehingga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi waktu tempuh dan kelancaran mobilitas masyarakat.

Pembangunan akses Tol Pattimura dilaksanakan sesuai standar pelayanan minimal jalan tol dengan prinsip tepat mutu, tepat waktu, dan tepat biaya. Pelaksanaan pembangunan juga terus dikoordinasikan lintas sektor bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan BUJT agar berjalan optimal.

Selain memperlancar mobilitas masyarakat, akses baru tersebut juga diharapkan mendukung pengembangan kawasan produktif di Salatiga dan sekitarnya, termasuk sektor perdagangan, pariwisata, logistik, dan investasi daerah.

Jalan Tol Semarang–Solo merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Jawa yang dikelola PT Trans Marga Jateng, kelompok usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dengan total panjang ruas mencapai 72,95 kilometer.

Sebagai bagian dari jaringan Trans Jawa, ruas Tol Semarang–Solo diharapkan terus mendukung kelancaran distribusi logistik, mengurangi kepadatan di jalan nasional, serta memberikan perjalanan yang lebih cepat, aman, nyaman, dan efisien bagi masyarakat.

Berita terkait

Perkuat Program M4CR, Pemprov Riau Terima Kunjungan Kementerian Kehutanan RI

Perkuat Program M4CR, Pemprov Riau Terima Kunjungan Kementerian Kehutanan RI

Pekanbaru-Spektroom : Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menggelar pertemuan dan silaturahmi bersama Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Republik Indonesia, Jumat (30/10/2026). Pertemuan yang membahas program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) tersebut dipimpin oleh PPIU Manager M4CR Riau, Muhammad Arif Fahrurrozi dan disambut hangat oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Riau, Syahrial Abdi di

Salman Nurmin, Rafles
Bukan Sekedar Mengobati, Plt Gubernur Riau Minta Tenaga Kesehatan Layani Pasien Dengan Hati

Bukan Sekedar Mengobati, Plt Gubernur Riau Minta Tenaga Kesehatan Layani Pasien Dengan Hati

Pekanbaru-Spektroom : Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto menekankan pentingnya pelayanan kesehatan yang ramah, tulus, dan penuh kepedulian kepada seluruh pegawai RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, khususnya 92 pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang baru menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan. Menurutnya, pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak hanya ditentukan

Salman Nurmin, Rafles
Wali Kota Tak Ingin Ambon Cuma Bangga Jadi Kota Musik, Pendidikan Musik Dibidik Masuk Semua Sekolah

Wali Kota Tak Ingin Ambon Cuma Bangga Jadi Kota Musik, Pendidikan Musik Dibidik Masuk Semua Sekolah

Ambon–Spektroom : Predikat Ambon sebagai UNESCO City of Music tidak boleh berhenti sebatas pengakuan dunia dan kemeriahan festival. Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, ingin memastikan identitas musik kota ini tetap hidup melalui lahirnya generasi musisi baru dari bangku sekolah. Salah satu langkah yang disiapkan adalah memperluas pendidikan musik ke seluruh

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru