Tradisi Heroik di Stasiun Yogyakarta, Lagu Indonesia Raya Satukan Penumpang dan Wisatawan Asing

Tradisi Heroik di Stasiun Yogyakarta, Lagu Indonesia Raya Satukan Penumpang dan Wisatawan Asing
Seluruh penumpang berdiri ketika mendengar lagu kebangsaan Indonesia di stasiun Tugu yogyakarta. (Foto: buang)

Yogyakarta- Spektroom: Suasana penuh haru dan nasionalisme terlihat di Stasiun Yogyakarta saat lagu kebangsaan Indonesia Raya diperdengarkan tepat pukul 10.00 WIB, Senin (25/5/2026).


Di tengah aktivitas penumpang yang sibuk menunggu jadwal keberangkatan kereta, suasana stasiun mendadak berubah hening dan khidmat. Seluruh penumpang, petugas, hingga kru KAI spontan berdiri tegak sambil menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.


Momen heroik tersebut juga menarik perhatian sejumlah wisatawan asing yang berada di ruang tunggu stasiun. Mereka sempat tampak kebingungan dan saling memperhatikan situasi sekitar karena tidak memahami apa yang sedang terjadi.


Namun, setelah melihat seluruh masyarakat berdiri dengan penuh penghormatan, para turis asing itu akhirnya ikut berdiri mengikuti suasana khidmat yang menyelimuti area stasiun.


Salah satu penumpang bernama Caesar mengaku merasakan getaran emosional yang begitu kuat saat menyaksikan penghormatan tersebut.


“Rasanya merinding dan mau menangis ketika menyaksikan penghormatan seluruh penumpang dan crew KAI Stasiun Yogyakarta berdiri sambil bernyanyi lagu kebanggaan Indonesia, Indonesia Raya,” ungkap Caesar.


Petugas KAI Yogyakarta, Tanggu, menjelaskan bahwa pemutaran lagu Indonesia Raya setiap pukul 10.00 WIB merupakan tradisi penghormatan terhadap jasa para pahlawan bangsa.

Penumpang asing pun ikut berdiri


“Yogyakarta sebagai daerah istimewa atas perintah Gubernur sekaligus Raja untuk selalu menghormati para pahlawan pejuang bangsa. Karena proklamasi dikumandangkan pukul 10.00,” ujar Tanggu.


Tradisi tersebut menjadi simbol kuat bahwa nilai nasionalisme dan penghormatan terhadap sejarah bangsa masih terus hidup di tengah masyarakat. Di tengah modernisasi dan kesibukan kehidupan sehari-hari, masyarakat tetap menunjukkan rasa cinta tanah air melalui sikap sederhana namun penuh makna.


Pemandangan di Stasiun Yogyakarta itu juga memperlihatkan bahwa nasionalisme mampu melampaui perbedaan bahasa dan budaya. Wisatawan asing yang awalnya kebingungan akhirnya ikut berdiri hormat sebagai bentuk penghargaan terhadap tradisi dan nilai kebangsaan Indonesia.


Momen itu sekaligus menjadi pengingat bahwa bangsa yang besar bukan hanya diukur dari kemajuan pembangunan, tetapi juga dari bagaimana masyarakatnya menghormati sejarah, jasa pahlawan, dan identitas bangsanya sendiri.


Motivasi


Menghormati lagu kebangsaan bukan sekadar tradisi, tetapi bentuk rasa syukur atas perjuangan para pahlawan yang telah menghadirkan kemerdekaan. Dari Stasiun Yogyakarta, Indonesia kembali menunjukkan bahwa cinta tanah air masih hidup di hati rakyatnya.

Berita terkait

Prodi Informatika Unkhair Ternate Gelar Pelatihan Virtual Reality, Menghadirkan Alumni Jadi Narasumber

Prodi Informatika Unkhair Ternate Gelar Pelatihan Virtual Reality, Menghadirkan Alumni Jadi Narasumber

Ternate–Spektroom : Dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa di bidang teknologi digital, Program Studi Informatika Universitas Khairun Ternate menunjukkan komitmennya dengan menyelenggarakan Pelatihan Virtual Reality (VR) dan Pengenalan Tools Pengembangan VR di kampus Fakultas Teknik Informatika. Kegiatan ini diikuti mahasiswa Prodi Informatika dengan menghadirkan alumni Prodi Informatika, M. Arhan Darmawan, S.Kom,

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru