Transformasi Posyandu, Layanan Kesehatan bagi Seluruh Siklus Kehidupan

Transformasi Posyandu, Layanan Kesehatan bagi Seluruh Siklus Kehidupan
Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah buka Bimtek Posyandu. (Foto: Diskominfo)

Tanjungpinang-Spektroom : Untuk meningkatkan kompetensi sebanyak 145 orang kader Posyandu di Kota Tanjungpinang mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) di Trans Convention Center Aston Tanjungpinang, Selasa (14/7/2026).

Bimtek ini menjadi pembekalan bagi kader agar memiliki pengetahuan, kompetensi, dan komitmen dalam memberikan pelayanan Posyandu yang lebih baik ke depan. Bimtek dilaksanakan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang melalui Dinas Kesehatan dan Puskesmas.

Ketika membuka Bimtek, Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengatakan Pemerintah Kota Tanjungpinang memperluas peran Posyandu dari yang semula berfokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak menjadi garda terdepan yang mampu mendeteksi persoalan kesehatan sekaligus kondisi sosial masyarakat hingga tingkat keluarga.

Karena itu, kader Posyandu perlu dibekali kemampuan komunikasi, konseling keluarga, pendampingan, pencatatan, dan pelaporan agar mampu mengidentifikasi persoalan serta memberikan pendampingan yang tepat kepada masyarakat.

"Posyandu bukan hanya berbicara soal kesehatan. Aspek sosial juga memiliki peran yang sangat besar terhadap kondisi kesehatan masyarakat," kata Lis.

Stunting menjadi salah satu persoalan yang perlu ditangani hingga ke akar penyebabnya. Lis mengatakan kasus stunting tidak selalu dipicu kekurangan gizi, tetapi juga berkaitan dengan perkawinan usia dini, pola pengasuhan anak, hingga kondisi ekonomi keluarga.

"Ada anak usia 10 tahun berat badannya hanya 14 kilogram. Jangan hanya melihat gizinya, tetapi cari penyebabnya. Lihat kondisi keluarganya, pola asuhnya, sampai kemampuan ekonominya," ujar wako.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkesdalduk KB) Kota Tanjungpinang, Rustam mengatakan transformasi Posyandu yang mulai diterapkan sejak 2024 mengubah pola pelayanan dari yang sebelumnya berfokus pada kelompok tertentu menjadi layanan kesehatan bagi seluruh siklus kehidupan.

“Ibu-ibu minimal di sini sudah memiliki tingkat keterampilan purwa, bahkan ada yang madya maupun utama. Namun, keterampilan itu harus terus dirawat, dibina,dan dikembangkan karena tantangan pelayanan kesehatan di Posyandu juga semakin besar,” ujarnya.

Melalui bimtek ini, berbagai kendala dilapangan dapat dibahas bersama narasumber sehingga kader memperoleh pemahaman lebih dalam terhadap penanganannya.

Peserta bimtek bersama Walikota Tanjungpinang. (Foto: Diskominfo)

Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Tanjungpinang Yuniarni Pustoko Weni menyampaikan transformasi Posyandu mengikuti kebijakan nasional yang memperluas layanan dari sebelumnya berfokus pada ibu dan anak menjadi enam bidang pelayanan dasar.

Seiring perubahan tersebut, Posyandu tidak lagi berada di bawah TP PKK, tetapi menjadi mitra lintas organisasi perangkat daerah, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas PUPR, Dinas Perkim, Dinas Sosial, hingga Satpol PP.

Transformasi itu juga membutuhkan sinergi seluruh perangkat daerah, kecamatan, kelurahan, Puskesmas, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat agar pelayanan dasar melalui Posyandu berjalan lebih optimal.

Sementara itu, Kader Posyandu Nenas Kelurahan Tanjungpinang Barat, Eka Susanti, menuturkan pelayanan Posyandu di wilayahnya kini tidak lagi terbatas pada penimbangan balita.

Setiap bulan, Posyandu juga melayani pemeriksaan tekanan darah dan gula darah bagi masyarakat dari semua kelompok usia.

“Antusiasme masyarakat, terutama lansia, cukup tinggi. Setiap bulan petugas Puskesmas, termasuk bidan, ikut mendampingi kegiatan Posyandu sehingga pelayanan kepada masyarakat berjalan lebih optimal,” sebut Eka.

Berita terkait

Patrick Moenandar, Meraih Anugerah Legislator Partai Perindo 2026 Pada Kategori Dampak Sosial Terbesar.

Patrick Moenandar, Meraih Anugerah Legislator Partai Perindo 2026 Pada Kategori Dampak Sosial Terbesar.

Ambon-Spektroom : Ketua DPD Partai Perindo Kota Ambon, Patrick Moenandar, meraih Anugerah Legislator Partai Perindo 2026 pada kategori Dampak Sosial Terbesar. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan konsistensinya menghadirkan berbagai program yang memberikan manfat bagi masyarakat. Penghargaan diterima dalam ajang apresiasi yang digelar Partai Perindo sebagai bentuk pengakuan terhadap

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru