Trending

Transisi Energi Masuk Kampus, IAHN Tampung Penyang Siapkan Peran dari Kearifan Lokal

Transisi Energi Masuk Kampus, IAHN Tampung Penyang Siapkan Peran dari Kearifan Lokal
Rektor IAHN Tampung Penyang Palangka Raya, Prof. Tiwi Etika, Ph.D., saat menerima kunjungan Yayasan Upaya Indonesia Damai (UID) Pusat Jakarta. (Foto: dok Hunas IAHN)

Palangka Raya-Spektroom : Transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan tidak hanya membutuhkan teknologi dan kebijakan, tetapi juga keterlibatan perguruan tinggi dalam membangun kesadaran dan kolaborasi di tengah masyarakat. Dari ruang akademik, Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Tampung Penyang Palangka Raya mulai membuka ruang untuk mengambil bagian dalam proses tersebut.

Langkah itu mengemuka saat Rektor IAHN Tampung Penyang Palangka Raya, Prof. Tiwi Etika, Ph.D., menerima kunjungan Yayasan Upaya Indonesia Damai (UID) Pusat Jakarta di Ruang Rektor, Kamis (1/10/2026). Pertemuan tersebut membahas pengembangan program transisi energi di Kalimantan Tengah.

Dalam audiensi itu, tim UID yang dipimpin I. Gede Putu Angga menyampaikan perkembangan program transisi energi yang telah dijalankan sejak 2024. UID juga menjelaskan perannya sebagai penghubung berbagai pihak, mulai dari pemerintah, akademisi hingga lembaga swasta dan penggiat lingkungan, termasuk WWF.

Bagi IAHN Tampung Penyang, pembahasan tersebut membuka peluang bagi perguruan tinggi keagamaan untuk tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi turut memberi kontribusi terhadap persoalan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

“Kami menyambut baik komunikasi dan audiensi ini. Kolaborasi antarpihak menjadi bagian penting agar program transisi energi dapat berjalan sebagaimana mestinya,” ujar Prof. Tiwi Etika.

Menurutnya, IAHN Tampung Penyang memiliki karakteristik sebagai perguruan tinggi keagamaan Hindu yang dapat mengambil bagian dalam program transisi energi. Peran tersebut dinilai sejalan dengan visi kampus yang berdaya saing, berdampak, dan berkearifan lokal sebagai pusat kajian Hindu.

“IAHN Tampung Penyang Palangka Raya memiliki karakteristik sebagai perguruan tinggi keagamaan Hindu yang dapat turut berkontribusi dalam program transisi energi. Hal ini selaras dengan visi kampus yang berdaya saing, berdampak, dan berkearifan lokal sebagai pusat kajian Hindu,” katanya.

Pertemuan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa isu energi dapat menjadi ruang perjumpaan antara pengetahuan akademik, kepedulian lingkungan, dan nilai-nilai kearifan lokal.

UID diharapkan dapat menjadi penggerak sekaligus penghubung berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat kolaborasi transisi energi di Kalimantan Tengah. Sementara itu, IAHN Tampung Penyang membuka peluang untuk mengambil bagian melalui kapasitas akademik dan perspektif keagamaan yang dimilikinya. ( Polin-ar )

Berita terkait