Ucap Selamat Tinggal Kampung Tercinta, Demi Hidup Tanpa Banjir

Ucap Selamat Tinggal  Kampung Tercinta, Demi Hidup Tanpa Banjir
Rumah yang sudah kosong yang terkena program normalisaai kali Ciliwung di Cawang Jaktim. (Foto: Spektroom/ Irvan Idris S).

Jakarta - Spektroom : Tangis memang tak terdengar di RT 15 RW 03, Kelurahan Cawang, Jakarta Timur. Namun, ada rasa haru yang sulit disembunyikan ketika satu per satu rumah mulai dikosongkan, lalu dibongkar.

Bagi Novi (30), keputusan meninggalkan rumah tempat ia dilahirkan bukanlah hal yang mudah. Seluruh masa kecilnya tersimpan di sudut-sudut rumah sederhana yang berdiri di bantaran Kali Ciliwung itu.

Namun, bertahun-tahun hidup berdampingan dengan banjir membuatnya sadar bahwa ada harapan yang lebih besar di balik proyek normalisasi sungai.

"Makanya dinormalisasi ini kita bersyukur banget, beruntung deh. Sudah enggak apa-apa dibongkar. Ini benar-benar ganti untung," tuturnya saat ditemui di lokasi, Sabtu (11/7/2026).

Ucapan itu lahir bukan karena ia tak mencintai kampung halamannya. Justru sebaliknya. Ia rela berpisah dengan rumah yang penuh kenangan karena ingin keluarganya memiliki masa depan yang lebih baik, tanpa dihantui banjir yang datang hampir setiap musim hujan.

Menurut Novi, banjir di wilayahnya semakin tahun semakin parah. Air tak hanya menggenangi jalan, tetapi juga masuk ke rumah-rumah warga, meninggalkan lumpur yang harus dibersihkan berulang kali. Aktivitas sehari-hari pun kerap lumpuh.

Meski demikian, proses relokasi bukan keputusan yang diambil secara tiba-tiba. Sejak 2021, warga telah beberapa kali mengikuti pertemuan bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Dinas Sumber Daya Air untuk membahas rencana pembebasan lahan.

Warga kemudian mengikuti proses administrasi, mulai dari pemberkasan, penilaian aset oleh tim appraisal, hingga musyawarah penetapan nilai ganti untung sebelum pembayaran dilakukan.

Setelah mengetahui besaran nilai yang diterima, Novi, memilih segera mengemasi barang-barangnya. Bahkan, ia sudah pindah sebelum rumahnya dibongkar.

"Rumah belum dihancurkan, kita sudah pindah duluan dari Taman Harapan ke Tanjung Sanyang, gang sebelah," katanya.

Ketua RT 15 RW 03, Imron, mengatakan hampir seluruh warganya menerima program normalisasi Kali Ciliwung. Mereka memahami bahwa relokasi merupakan jalan untuk mengakhiri persoalan banjir yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

"Memang sekarang durasi banjirnya semakin sering. Buat tinggal juga sudah kurang layak. Kedua, tawaran dari DKI untuk pembebasan tanah diganti uang dan alhamdulillah warga semua setuju," ujarnya.

RT 15 dihuni sekitar 85 kepala keluarga atau sekitar 240 jiwa. Seluruh kawasan tersebut masuk ke dalam trase normalisasi Kali Ciliwung sehingga seluruh rumah akan dibebaskan secara bertahap.

Setelah pembayaran dilakukan, warga diberikan waktu sekitar dua minggu hingga satu bulan untuk mengosongkan rumah sebelum pembongkaran dimulai.

Proses pembebasan sendiri dilakukan dalam beberapa tahap. Awal Juli 2026 menjadi langkah pertama ketika lima rumah dibongkar. Tahap berikutnya menyusul dengan pembebasan 18 rumah. Sementara sejumlah rumah lainnya masih menunggu penyelesaian proses administrasi.

Bagi sebagian orang, hilangnya satu RT mungkin hanya terlihat sebagai perubahan pada peta kota. Namun bagi warga Cawang, setiap rumah yang roboh menyimpan cerita tentang masa kecil, tetangga, kebersamaan, dan kehidupan yang telah dijalani selama puluhan tahun.

Di tepian Kali Ciliwung, warga RT 15 sedang menutup satu bab penting dalam hidup mereka. Bukan dengan penolakan, melainkan dengan keikhlasan.

Sebab mereka yakin, di balik rumah-rumah yang perlahan menghilang, akan lahir harapan baru. Jakarta yang lebih aman, dan generasi yang tak lagi tumbuh bersama banjir.

Berita terkait

PLN Icon Plus Hadirkan Konektivitas Andal pada Launching dan Groundbreaking Program PLTS 100 GWp di Gajah Mungkur

PLN Icon Plus Hadirkan Konektivitas Andal pada Launching dan Groundbreaking Program PLTS 100 GWp di Gajah Mungkur

Wonogiri-Spektroom : PLN Icon Plus turut mengambil peran dalam mendukung kelancaran Launching dan Groundbreaking Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 Gigawatt peak (GWp) di kawasan PLTA Gajah Mungkur, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Melalui kesiapan infrastruktur konektivitas dan sistem jaringan berlapis, PLN Icon Plus memastikan kebutuhan komunikasi dan operasional digital selama

Sigit Budi Riyanto, Rafles
Fraksi PAN-PKB Soroti Ketergantungan Transfer dan Defisit Rp51 Miliar dalam APBD-P Sawahlunto

Fraksi PAN-PKB Soroti Ketergantungan Transfer dan Defisit Rp51 Miliar dalam APBD-P Sawahlunto

Sawahlunto-Spektroom : Fraksi PAN-PKB DPRD Kota Sawahlunto meminta pemerintah daerah tidak terjebak pada kenaikan postur anggaran dalam Rancangan Perubahan APBD 2026. Tambahan ruang fiskal, menurut fraksi tersebut, harus dibuktikan melalui peningkatan kualitas pelayanan publik, perbaikan infrastruktur dan penguatan ekonomi daerah. Hal itu disampaikan Fraksi PAN-PKB dalam Pandangan Umum Fraksi yang dibacakan

Riswan Idris, Rafles
Angkat Sejarah Rempah dan Kebudayaan, Rakernas JKPI XII Mulai Berlangsung di Kota Ternate

Angkat Sejarah Rempah dan Kebudayaan, Rakernas JKPI XII Mulai Berlangsung di Kota Ternate

Ternate-Spektroom : Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XII Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) mulai berlangsung di Kota Ternate, opening ceremony ditandai dengan pemukulam dolo-dolo, Rabu (26/8/2026). Pelaksanaan Rakernas XII JKPI dengan Opening Ceremony Pasar Malam Indonesia, Pentas Budaya dan Festival Gastronomi yang berlangsung di Benteng Oranje, Ternate. Walikota Ternate,

Nanang Adrany, Rafles