Trending

UIN Malang Perkuat Pendampingan Psikologis Santri, Dr. Muallifah: Pendamping Harus Punya Bekal

UIN Malang Perkuat Pendampingan Psikologis Santri, Dr. Muallifah: Pendamping Harus Punya Bekal
Wakil Dekan I Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. Muallifah, MA bersama tim melakukan pendamping di di Pondok Putri As Salma Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang. ( Foto : humas )

Jombang - Spektroom : Pesantren ramah santri tidak cukup dibangun melalui aturan dan pengasuhan. Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menilai kemampuan pengurus dan pendamping memahami kondisi psikologis santri menjadi kunci. Karena itu, fakultas tersebut memulai pemetaan kebutuhan psikologis santri di Pondok Putri As Salma Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jumat (11/9/2026).

Pemetaan dilakukan melalui kegiatan Need Assessment Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2026. Tim Fakultas Psikologi UIN Malang menggali pengalaman, kondisi, tantangan, serta kebutuhan santri dalam kehidupan pesantren. Tim juga memetakan kesiapan pengurus dan pendamping dalam menghadapi berbagai persoalan yang muncul dalam proses pengasuhan.

Wakil Dekan I Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. Muallifah, MA., mengatakan pendamping memiliki posisi penting karena menjadi pihak yang paling dekat dengan kehidupan santri.

“Psikologi UIN Malang mendukung pesantren ramah santri. Pelatihan pendamping dan pengurus menjadi salah satu langkah untuk memperkuat pendampingan psikologis santri,” ujar Muallifah.

Menurut dia, pengurus dan pendamping tidak hanya membutuhkan kepedulian terhadap santri. Mereka juga harus memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mengenali kebutuhan psikologis serta menentukan bentuk pendampingan yang sesuai.

Pemetaan Sebelum Pelatihan

Fakultas Psikologi UIN Malang tidak ingin program pengabdian berhenti pada kegiatan seremonial. Hasil need assessment akan menjadi dasar penyusunan pelatihan dan pendampingan bagi pengurus serta pendamping pesantren.

Pendekatan berbasis kebutuhan tersebut memungkinkan program disusun berdasarkan persoalan yang benar-benar ditemukan di lapangan. Dengan demikian, materi pelatihan dapat disesuaikan dengan karakteristik pesantren dan dinamika kehidupan santri.

Langkah itu juga memperkuat posisi pesantren sebagai ruang pendidikan sekaligus lingkungan tumbuh dan berkembang bagi santri. Aspek psikologis dinilai perlu mendapat perhatian yang seimbang dengan pendidikan keagamaan, akademik, dan pengasuhan.

Bagi Fakultas Psikologi UIN Malang, penguatan pendampingan psikologis juga menjadi pintu masuk untuk membangun kolaborasi berkelanjutan dengan pesantren. Kerja sama dapat dikembangkan melalui peningkatan kapasitas pengurus dan pendamping agar lebih siap memberikan dukungan psikologis kepada santri.

Melalui kegiatan tersebut, Fakultas Psikologi UIN Malang menegaskan perannya dalam mendorong terwujudnya pesantren ramah santri. Pendekatan psikologi berbasis kebutuhan menjadi pijakan agar pendampingan tidak sekadar responsif terhadap persoalan, tetapi mampu menciptakan lingkungan pesantren yang lebih aman, sehat, dan mendukung perkembangan santri.

Berita terkait

Bedah Ranperda Keolahragaan Sumbar, 118 Pasal Disiapkan untuk Lindungi Insan Olahraga

Bedah Ranperda Keolahragaan Sumbar, 118 Pasal Disiapkan untuk Lindungi Insan Olahraga

Padang-Spektroom : Sebanyak 118 pasal dalam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Keolahragaan Sumatera Barat mulai dikaji secara terperinci oleh Komisi V DPRD Sumbar bersama mitra kerja. Pembahasan diarahkan untuk menghasilkan regulasi yang memberikan kepastian hukum sekaligus memperkuat pembinaan olahraga di daerah. Pembahasan berlangsung alot melalui rapat kerja di Ruang

Rafles
Warga Galang Sampaikan Aspirasi Pelayanan kepada Pemko Batam

Warga Galang Sampaikan Aspirasi Pelayanan kepada Pemko Batam

Batam–Spektroom : Sejumlah Aspirasi masyarakat Kecamatan Gatang disamaikan kepada Walikota Batam terkait pemerataan layanan air bersih, perbaikan infranstruktur jalan, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat. Aspirasi yang disampaikan melalui Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kecamatan Galang, Nazaruddin, dalam kegiatan silaturahmi bersama RT, RW, LPM, dan tokoh masyarakat di halaman Kantor Camat Galang,

Desmawati, Rafles