UMKM dan Pedagang Jember Raup Peningkatan Penjualan saat Gelar JFC 2026

"JFC memang momen yang kami tunggu-tunggu. Biasanya saya menyiapkan bahan secukupnya, tetapi saat JFC saya harus menambah persediaan karena pembeli jauh lebih banyak," ujar Yuni.

UMKM dan Pedagang Jember Raup Peningkatan Penjualan saat Gelar JFC 2026
Para pedagang dan UMKM di Jember mendapat berkah yang berlimpah dari gelar Jember Fashion Carnival (JFC) yang berlangsung tanggal 24 hingga 26 Juli 2026. (foto: Diskominfo Jember)

Jember-Spektroom : Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026 tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni dan kreativitas yang menarik ribuan wisatawan, namun juga menjadi penggerak roda perekonomian daerah. Antusiasme masyarakat yang memadati sepanjang jalur parade memberikan berkah tersendiri bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pedagang kaki lima yang berjualan di sekitar lokasi acara.

Sejak pagi hingga parade berlangsung, kawasan Alun-Alun Jember dan sepanjang rute JFC dipenuhi pengunjung dari berbagai daerah. Ramainya arus wisatawan membuat lapak kuliner, minuman, hingga produk lokal diserbu pembeli. Kondisi tersebut menjadi momentum yang telah lama dinantikan para pedagang untuk meningkatkan pendapatan mereka.

Salah satu pedagang, Yuni, warga Patrang yang menjual aneka cilok di kawasan Alun-Alun Jember, mengaku bersyukur atas penyelenggaraan JFC 2026. Menurutnya, setiap pelaksanaan JFC selalu membawa rezeki yang lebih baik dibandingkan hari biasa.

"JFC memang momen yang kami tunggu-tunggu. Biasanya saya menyiapkan bahan secukupnya, tetapi saat JFC saya harus menambah persediaan karena pembeli jauh lebih banyak. Alhamdulillah, penjualan meningkat dan sangat membantu perekonomian keluarga," ujar Yuni, Minggu (26/7/2026).

Kondisi serupa juga dirasakan banyak pelaku UMKM lainnya. Meningkatnya jumlah pengunjung membuat produk-produk lokal semakin dikenal dan diminati. Kehadiran JFC tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Stand UMKM memadati seputar alun-alun Jember saat gelar JFC

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Kabupaten Jember, Bobby Arie Sandy, S.STP., M.M., mengatakan bahwa JFC merupakan salah satu agenda strategis yang mampu menggerakkan sektor pariwisata sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan.

"JFC bukan hanya menjadi kebanggaan Jember di tingkat nasional maupun internasional, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat. Ramainya pengunjung menghadirkan peluang bagi UMKM dan pedagang lokal untuk meningkatkan pendapatan. Kami berharap masyarakat terus mendukung produk-produk lokal sehingga manfaat penyelenggaraan JFC dapat dirasakan secara luas," Ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan JFC menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, penyelenggara, pelaku seni, pelaku usaha, dan masyarakat mampu menciptakan ekosistem pariwisata yang sehat dan berkelanjutan. Pemerintah Kabupaten Jember juga berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai kegiatan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif.

Melalui JFC 2026, semangat kebersamaan dan rasa syukur semakin terasa. Setiap transaksi yang terjadi di lapak-lapak UMKM menjadi bukti bahwa sebuah perhelatan budaya tidak hanya menghadirkan kemeriahan, tetapi juga menjadi harapan bagi masyarakat untuk memperoleh penghasilan yang lebih baik. Dukungan terhadap produk lokal di sekitar JFC menjadi langkah sederhana yang membawa manfaat besar bagi pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jember. 

Berita terkait

Festival Tanah Seribu, Upaya Menghidupkan Jejak Sejarah Awal Berdirinya Pontianak

Festival Tanah Seribu, Upaya Menghidupkan Jejak Sejarah Awal Berdirinya Pontianak

Pontianak - Spektroom : Pemerintah Kota Pontianak mendorong kawasan Tanah Seribu atau Duizend Vierkante Paal menjadi ikon budaya dan sejarah yang merepresentasikan perjalanan panjang lahirnya Kota Pontianak. Kawasan yang memiliki keterkaitan erat dengan Kesultanan Pontianak dan pemerintahan kolonial itu dinilai menyimpan warisan penting yang masih relevan untuk dikenalkan kepada generasi masa

Apolonius Welly, Anggoro AP