Trending

UMKM Kalteng Didorong Lindungi Merek dan Karya, KI Jadi Penguat Daya Saing Produk Lokal

UMKM Kalteng Didorong Lindungi Merek dan Karya, KI Jadi Penguat Daya Saing Produk Lokal
Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual, Laila Rahmawati, juga meninjau proses membatik usai memberikan konsultasi KI. (Foto: dok/KemenkumKTg)

Palangka Raya-Spektroom: Perlindungan Kekayaan Intelektual (KI) dinilai menjadi bagian penting dalam pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), tidak hanya untuk memberikan kepastian hukum, tetapi juga menjaga identitas produk sekaligus meningkatkan nilai ekonominya.

Karena itu, Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Tengah terus mendorong pelaku UMKM memahami dan memanfaatkan layanan KI melalui edukasi, konsultasi, serta pendampingan langsung.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Tengah, Hajrianor, mengatakan perlindungan KI dapat membuka peluang produk lokal untuk berkembang dan memiliki daya saing di pasar yang lebih luas.

“Kami terus mendorong pelaku UMKM di Kalimantan Tengah untuk memahami dan memanfaatkan layanan Kekayaan Intelektual, sehingga produk lokal tidak hanya memiliki kualitas, tetapi juga identitas yang kuat, terlindungi secara hukum, dan mampu berkembang di pasar yang lebih luas,” kata Hajrianor.

Upaya tersebut salah satunya dilakukan Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual Kanwil Kemenkum Kalteng melalui pendampingan kepada Griya Batik Umiy Lasega, Kabupaten Lamandau, Selasa (22/9/2026).

Pendampingan dipimpin Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual, Laila Rahmawati, bersama Tim Bidang Pelayanan KI. Tim memberikan konsultasi sekaligus mengidentifikasi potensi kekayaan intelektual yang melekat pada produk UMKM tersebut.

Dalam pendampingan itu, pelaku usaha mendapatkan pemahaman mengenai sejumlah bentuk perlindungan KI, di antaranya Merek, Hak Cipta, dan Desain Industri.

Penjelasan tersebut diberikan agar pelaku UMKM dapat menentukan bentuk perlindungan yang sesuai dengan karakteristik produk sekaligus memahami tahapan yang harus dilakukan.

Laila mengatakan perlindungan KI tidak hanya berkaitan dengan aspek administratif. Bagi UMKM, KI juga dapat menjadi bagian dari strategi membangun identitas produk dan mempertahankan keunikan karya.

“Kami ingin pelaku UMKM tidak hanya menghasilkan produk yang berkualitas, tetapi juga memahami bagaimana merek, karya, dan desain mereka dapat dilindungi sehingga memiliki nilai tambah dan memperkuat daya saing,” ujar Laila.

Griya Batik Umiy Lasega menjadi salah satu UMKM yang mendapat pendampingan karena dinilai memiliki potensi KI yang dapat dikembangkan dan dilindungi sesuai karakteristik produknya.

Pendekatan secara langsung tersebut sekaligus menjadi upaya Kanwil Kemenkum Kalteng mendekatkan layanan KI kepada masyarakat dan pelaku usaha di berbagai wilayah.

Ke depan, Kanwil Kemenkum Kalteng akan terus memperkuat edukasi, konsultasi, pendampingan, dan fasilitasi KI bagi masyarakat serta pelaku UMKM di Kalimantan Tengah.

Melalui langkah tersebut, pelaku UMKM diharapkan tidak hanya fokus menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga membangun identitas yang jelas dan memastikan karya maupun desainnya memperoleh perlindungan hukum. Dengan demikian, produk lokal memiliki peluang untuk berkembang sekaligus memberikan nilai ekonomi yang lebih kuat. (Polin-Aga)

Berita terkait

Dari Produk Lokal Menuju Pasar Global, UMKM Jakarta Bidik Transaksi Rp4,4 Miliar di ISEF 2026

Dari Produk Lokal Menuju Pasar Global, UMKM Jakarta Bidik Transaksi Rp4,4 Miliar di ISEF 2026

Jakarta - Spektroom : Peluang UMKM Jakarta menembus pasar internasional semakin terbuka melalui Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026. Fasilitasi Bank Indonesia (BI) terhadap 22 UMKM Jakarta dalam ajang ini menghasilkan potensi kesepakatan bisnis senilai Rp4,4 miliar dengan calon pembeli asal Belanda, sekaligus membuka peluang kemitraan dan memperluas pemasaran produk lokal

Irvan Idris Saleh, Bian Pamungkas
Pemkot Surakarta Perkuat Sinergi dengan Polresta untuk Jaga Keamanan Kota

Pemkot Surakarta Perkuat Sinergi dengan Polresta untuk Jaga Keamanan Kota

Surakarta – Spektroom: Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan Polresta Surakarta dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di tengah tingginya dinamika aktivitas Kota Solo. Komitmen tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani saat menghadiri kegiatan Lepas Kenal Kapolresta Surakarta, di Mapolresta, Jumat malam (16/10/

Ciptati Handayani, Bian Pamungkas
Sadewo Ingin Banyumas Jadi Pusat Pendidikan Unggulan di Jawa Tengah

Sadewo Ingin Banyumas Jadi Pusat Pendidikan Unggulan di Jawa Tengah

Banyumas-Spekttoom ,: Pemerataan akses pendidikan dan peningkatan kualitas pembelajaran menjadi tantangan yang perlu dijawab Kabupaten Banyumas untuk mencetak generasi muda berdaya saing. Pemerintah daerah menargetkan Banyumas berkembang menjadi salah satu pusat pendidikan unggulan di Jawa Tengah, tanpa mengesampingkan kesempatan belajar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Bupati Banyumas Sadewo

Bian Pamungkas
Wako Tanjungpinang Tekankan Kepemimpinan Sekolah yang Reponsif dan Berorientasi pada Peserta Didik

Wako Tanjungpinang Tekankan Kepemimpinan Sekolah yang Reponsif dan Berorientasi pada Peserta Didik

Tanjungpinang–Spektroom : Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah memimpin rapat Koornasi (Rakor) bersama para Kepala Sekolah se-Kota Tanjungpinang untuk mendorong terbangunnya kesamaan langkah diantara satuan pendisikan dalam menyelesaikan persoalan secara cepat dan tepat. Rakor bersama Kepala sekolah se-Kota Tanjungpinang tersebut Wako, didampingi Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza di Aula

Desmawati, Rafles