UNAS Jakarta Mewisuda 1.665 Lulusan Sarjana, Magister & Doktoral
Jakarta - Spektroom: Universitas Nasional Jakarta berhasil meluluskan 1.838 wisudawan yang terdiri dari 1.665 lulusan sarjana, 135 lulusan magister, dan 8 lulusan Doktoral periode I Tahun 2025/2026.
Pelaksanaan wisuda diselenggarakan dalam dua sesi sebagai bentuk pengaturan yang lebih tertib, hikmat, dan nyaman bagi seluruh wisudawan beserta keluarga, bertempat di Kampus UNAS, di Jakarta Minggu (31/5/2025).

Rektor Universitas Nasional (UNAS) Jakarta Dr. L. Amri Darmawi Putra dalam pidatonya mengatakan, pada sesi pertama, diutamakan wisudawan dari Fakultas Ilmu Kesehatan, Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Khusus Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Teknologi Komunikasi dan Informatika, serta Fakultas Biologi dan Pertanian.
"Untuk Wisudawan berprestasi, diantaranya Gina Rahma Ruhkayah, Program Studi Informatika dengan IPK 3,99, Vanessa Emmanuel Simatupang, Program Studi Ilmu Komunikasi dengan IPK 3,98 dan Indah Femriyanti, Program Studi Ilmu Hukum dengan IPK 3,97" ujar Darmawi Putra merinci.
Disamping itu, terus Darmawi Putra, berbagai prestasi mahasiswa Universitas Nasional di tingkat nasional maupun internasional. Mahasiswa UNAS berhasil meraih berbagai penghargaan dalam bidang olahraga, karya ilmiah, komunikasi, inovasi digital, seni, hingga kompetisi akademik internasional.
"Prestasi tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa Universitas Nasional tidak hanya unggul secara akademik, tapi juga mampu bersaing secara global dan dengan kreativitas, inovasi, dan karakter yang kuat" terang Rektor dikanal YouTube Universitas Nasional Jakarta Official 1949.
Dr.Darmawi Putra menambahkan, Universitas Nasional juga terus menunjukkan perkembangan dan peningkatan mutu istitusi. Pada semester ini, Program Studi Ilmu Komunikasi dan Agro Teknologi berhasil meraih pendidikat unggul, sedangkan program studi hukum memperoleh pendidikat baik sekali.
Lain daripada itu, UNAS juga dipercaya sebagai perguruan tinggi pembina sistem penjaminan mutu bagi 10 perguruan tinggi di lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) wilayah 3 Jakarta.
Sementara diforum yang sama Dalam pembekalannya, Mentri Lingkungan Hidup M. Jumhur Hidayat menyatakan Universitas Nasional memiliki sejarah panjang dan terhormat dalam perjalanan pendidikan tinggi di indonesia.
Universitas Nasional merupakan perguruan tinggi swasta tertua di Jakarta yang didirikan pada tanggal 15 Oktober 1949 oleh para tokoh bangsa, diantaranya Prof. Sumitro Joyo Hadi Kusumo, Sultan Takdir Ali Sahbana, dan Teguh Suharto Sastro Suwingyo, serta tokoh cendikiawan nasional lainnya.

"Kehadiran Universitas Nasional sejak awal bukan hanya sebagai institusi pendidikan, tapi juga menjadi bagian dari semangat perjuangan bangsa dalam membangun Indonesia melalui ilmu pengetahuan, pemikiran kebangsaan, dan pembangunan karakter generasi muda" ungkap Jumhur Hidayat.
Sejak berdiri, lanjut dia Universitas Nasional berkomitmen menjadi institusi pendidikan tinggi yang berperan aktif dalam mencetak Generasi unggul, berintegritas, dan beruasan kebangsaan.
"Karena itu saya percaya para wisdawan hari ini bukan hanya membawa ijazah akademik, tapi juga membawa nilai sejarah, nilai perjuangan, dan tanggung jawab moral untuk ikut membangun masa depan bangsa" tandasnya.
Jumhur menambahkan para wisudawan lulus di tengah zaman yang penuh perubahan besar, dunia sedang menghadapi berbagai tantangan lingkungan hidup yang tidak ringan.
Dunia hari ini menghadapi apa yang disebut sebagai triple planetary crisis, yaitu krisis iklim, serangan pada hilangnya keanekaraguan hayati, dan polusi yang semakin masif.
"Data Global Sustainable Development Report 2023 menunjukkan realitas memprihatinkan bahwa hanya sekitar 17 persen target SDGs dunia yang saat ini berada pada jalur yang tepat. Artinya, dunia membutuhkan perubahan besar dalam cara membangun peradaban, khususnya mengelola lingkungan hidup" katanya lagi.
Menurut Jumhur Hidayat Krisis lingkungan bukan lagi sekedar isu akademik, namun sudah menjadi persoalan ekonomi, sosial, kesehatan, bahkan kemanusiaan.
"Karena itu, masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi atau pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kemampuan kita menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam" katanya mengingatkan (@Ng).