Underpass Bitung Dibangun Untuk Atasi Kemacetan di Jalur Pantura Serang–Tangerang

Underpass Bitung Dibangun Untuk Atasi Kemacetan di Jalur Pantura Serang–Tangerang
Underpas bitung dibangun untuk atasi kemacetan (birkon pu)

Jakarta –Spektroom :  Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah menyelesaikan pembangunan Underpass Bitung di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, sebagai upaya meningkatkan kelancaran lalu lintas pada jalur Pantura Serang–Tangerang yang selama ini menjadi salah satu titik perlambatan kendaraan di kawasan tersebut.

Kehadiran Underpass Bitung diharapkan dapat mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memperlancar distribusi logistik menuju kawasan industri dan kompleks pergudangan di wilayah Bitung dan sekitarnya.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pembangunan underpass menjadi solusi jangka panjang untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus memperlancar arus transportasi di kawasan strategis.

“Diharapkan juga dapat memperlancar mobilitas perekonomian masyarakat yang melewati jalan nasional,” kata Menteri Dody di Jakarta melalui siaran persnya, Rabu ( 13/5/2026)

Pengerjaan underpas bitung (birkom pu)

Keberadaan Underpass Bitung telah lama dinantikan masyarakat karena kawasan tersebut menjadi salah satu simpul kepadatan lalu lintas akibat pertemuan arus kendaraan dari arah Serang, Jakarta, dan Curug. Kepadatan lalu lintas kerap terjadi terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari, termasuk antrean kendaraan menuju akses Tol Tangerang–Merak.

Area pekerjaan Underpass Bitung berada di ruas nasional atau jalan arteri primer nasional Batas Kabupaten Serang/Tangerang – Batas Kota Tangerang yang merupakan bagian dari koridor Lintas Utara Pulau Jawa (Pantura). Ruas tersebut memiliki peran penting sebagai jalur penghubung mobilitas masyarakat, kendaraan logistik, dan akses menuju kawasan industri di Tangerang dan sekitarnya.

Pembangunan Underpass Bitung dilaksanakan pada Jalan Pantura STA 0+125 - STA 0+475 dengan panjang underpass mencapai 350 meter. Konstruksi underpass menggunakan desain single cell dua lajur satu arah untuk arus Tangerang menuju Serang.

Penyesuaian desain dari konsep awal double cell menjadi single cell dilakukan untuk menjaga keamanan utilitas strategis nasional berupa jalur pipa PT Pertamina Gas (Pertagas) yang berada di sekitar lokasi underpass sekaligus meningkatkan efektivitas pelaksanaan konstruksi.

Selain pembangunan terowongan utama pada underpass, Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Banten juga melakukan pelebaran jalan di sejumlah titik guna meningkatkan kapasitas lalu lintas dan mengurangi bottleneck kendaraan.

Pada Segmen 1 setelah underpass menuju entry ramp Tol Bitung sepanjang 150 meter, dilakukan pelebaran dari dua lajur menjadi tiga lajur untuk arah Serang menuju Tangerang. Selanjutnya pada Segmen 2 di bawah kolong Tol Tangerang–Merak sepanjang 125 meter dilakukan pelebaran dari satu lajur menjadi dua lajur. Sementara, pada Segmen 3 setelah kolong tol hingga taper exit ramp Tol Bitung sepanjang 200 meter dilakukan pelebaran dari dua lajur menjadi tiga lajur termasuk taper kendaraan.

Penataan traffic flow tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas jalan dan memperlancar pergerakan kendaraan pada kawasan yang selama ini menjadi titik perlambatan lalu lintas.

Hingga saat ini, progres konstruksi Underpass Bitung telah mencapai 27,32% dan ditargetkan selesai pada 2027. Pembangunan Underpass Bitung telah didukung berbagai dokumen teknis dan perencanaan, antara lain feasibility study sejak tahun 2018 yang telah direviu pada 2024, dokumen lingkungan, Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) hingga review Detail Engineering Design (DED).

Selama proses konstruksi, masyarakat diimbau untuk mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi pekerjaan dan tetap mematuhi rambu lalu lintas serta arahan petugas di lapangan.

Berita terkait

Lima Mahasiswa UMJ, Lima Gelar Juara: Ketika Keringat dan Perjuangan Berbuah Prestasi

Lima Mahasiswa UMJ, Lima Gelar Juara: Ketika Keringat dan Perjuangan Berbuah Prestasi

Jakarta-Spektroom : Gemuruh pertandingan di GOR Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada akhir Agustus lalu menjadi saksi perjuangan para atlet muda dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Di tengah persaingan karate yang mempertemukan atlet dari berbagai daerah, lima mahasiswa UMJ tampil gemilang. Mereka bukan sekadar ikut bertanding, tetapi pulang membawa lima gelar Juara

Irvan Idris Saleh, Julianto
ссс