Unimerz Cetak Tonggak Baru, Prodi Kedokteran dan Magister Pendidikan Jasmani Resmi Dibuka

Unimerz Cetak Tonggak Baru, Prodi Kedokteran dan Magister Pendidikan Jasmani Resmi Dibuka
Ketua Pembina YPI Megarezky Makasar terima SK Pembukaan Prodi dari Kepala LL Dikti Wil IX Sultanbatara Dr.A.Lukman ( Humas Megarezky Makassar.)

Makassar –Spektroom : Universitas Megarezky (Unimerz) kembali mencatatkan sejarah baru dalam perjalanan pengembangan institusi. Hal tersebut ditandai dengan dilaksanakannya Penyerahan dan Penerimaan Surat Keputusan (SK) Pembukaan Program Studi Magister Pendidikan Jasmani serta Program Studi Sarjana Kedokteran dan Pendidikan Profesi Dokter Universitas Megarezky. SumberDaya Pendidikan

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Universitas Megarezky tersebut menjadi momentum penting bagi Unimerz dalam memperkuat kontribusi di bidang pendidikan tinggi, khususnya dalam pengembangan ilmu kesehatan dan olahraga.

Surat Keputusan pembukaan program studi tersebut dibacakan oleh Ketua Tim Pengembangan Kelembagaan LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara, Andi Walitakhri, SE., M.Ak., MH. Selanjutnya, SK diserahkan secara langsung oleh Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara, Dr. Andi Lukman, M.Si., kepada Rektor Universitas Megarezky yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr. Apt. Jangga, M.Si., dengan didampingi oleh Pembina Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Mega Rezky, Dr. H. Alimuddin, SH., MH., M.Kn.

Penyerahan SK ini menjadi tonggak bersejarah bagi Universitas Megarezky, khususnya dengan resmi dibukanya Program Studi Sarjana Kedokteran dan Pendidikan Profesi Dokter yang menjadi bagian dari pengembangan Fakultas Kedokteran Unimerz, serta Program Studi Magister Pendidikan Jasmani sebagai bentuk penguatan bidang keilmuan olahraga.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Megarezky, Dr. Apt. Jangga, M.Si., yang mewakili Rektor Unimerz menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terbitnya SK pembukaan program studi tersebut.

Berita terkait

Komisi X DPR: Masyarakat di Sekitar Cagar Budaya Tidak Boleh Tertinggal

Komisi X DPR: Masyarakat di Sekitar Cagar Budaya Tidak Boleh Tertinggal

Jakarta-Spektroom : Upaya pemerintah untuk melindungi dan mengembangkan kawasan cagar budaya jangan hanya memprioritaskan kelestarian fisik situs semata. Masyarakat yang berdomisili di sekitar cagar budaya juga harus mendapat perhatian dengan kata lain mendapat manfaat bukan malah tertinggal. "Jangan sampai masyarakat di lingkungannya justru terkesan tidak diberikan apa-apa, makin tertinggal, atau

Mohaikal Yunus, Julianto