Universitas Jember Lepas Mahasiswa FKIP Magang Kependidikan Internasional di Brunei dan Malaysia

Universitas Jember Lepas Mahasiswa FKIP Magang Kependidikan Internasional di Brunei dan Malaysia
Empat mahasiswa Pendidikan IPA FKIP UNEJ akan melaksanakan Magang Kependidikan Internasional di Universiti Putra Malaysia mulai tanggal 7 hingga 30 September 2026. (foto: humas unej)

Jember-Spektroom : Rektor Universitas Jember (UNEJ), Dr. Ir. Iwan Taruna, M.Eng., IPM., ASEAN Eng., secara resmi melepas sembilan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang akan bertolak mengikuti Program Magang Kependidikan Internasional di Brunei Darussalam dan Malaysia, Selasa (01/09/2026).

Rektor sangat mengapresiasi kesiapan dan dedikasi para mahasiswa yang terpilih mengikuti program magang kependidikan internasional di Malaysia dan Brunei Darussalam. Tak hanya itu, ia juga menekankan pentingnya memanfaatkan kesempatan ini untuk menyerap praktik-praktik baik (best practices) dalam dunia pendidikan global.

“Program magang kependidikan internasional ini merupakan wujud nyata komitmen Universitas Jember dalam menghadirkan pengalaman belajar bertaraf global bagi mahasiswa. Para mahasiswa yang berangkat hari ini bukan hanya membawa nama lembaga, tapi juga negara di tingkat internasional. Saya berharap kalian dapat menunjukkan profesionalisme, kompetensi pedagogik yang unggul, serta menjaga nama baik almamater dan bangsa selama bertugas di negara mitra,” ujarnya.

Rektor UNEJ, Iwan Taruna melepas sembilan mahasiswa FKIP yang akan bertolak mengikuti Program Magang Kependidikan Internasional di Brunei Darussalam dan Malaysia

Menurutnya, perbedaan sistem pendidikan, termasuk dari aspek bahasa, menjadi salah satu hal yang dapat memperkaya pengalaman mahasiswa selama mengikuti program. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan mampu memanfaatkan setiap perbedaan sebagai kesempatan untuk belajar dan memperluas perspektif.

Selanjutnya, ia juga berpesan agar para mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membangun jejaring dan networking internasional. Pengalaman bertemu dengan mahasiswa, guru, maupun masyarakat di negara mitra diharapkan dapat membuka peluang kerja sama di masa mendatang.

“Apalagi Malaysia dan Brunei masih serumpun, jadi gunakan hal tersebut dengan baik. Bangun networking dan jejaring sosial. Belum tentu orang yang kita kenal sekarang seperti apa nantinya dan akan menjadi apa. Bisa jadi dari sana kita bisa mendapatkan teman dan membangun jejaring sosial,” jelasnya.

Melalui program tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman akademik, tetapi juga mengenal praktik pendidikan di negara lain serta melakukan pertukaran pengalaman mengenai berbagai pendekatan dalam pembelajaran.

Lima mahasiswa FKIP UNEJ akan melaksanakan Magang Kependidikan Internasional di Universiti Brunei Darussalam mulai tanggal 3 hingga 27 September 2026

Senada dengan hal tersebut, Dekan FKIP UNEJ, Dr. Mohamad Na’im, M.Pd., menjelaskan bahwa penugasan ini dirancang untuk memperkuat pengalaman akademik internasional serta mempererat jejaring kemitraan antar-institusi.

“Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya mengasah keterampilan mengajar, tetapi juga memperluas wawasan antarbangsa, adaptasi budaya, serta memperkuat kerja sama akademik antara Universitas Jember dengan institusi mitra di luar negeri,” jelas Dekan FKIP.

Program Magang Kependidikan Internasional FKIP UNEJ tahun ini terbagi dalam dua kelompok penempatan yaitu di Brunei Darussalam dan Malaysia. Diikuti oleh 5 mahasiswa bertempat di Universiti Brunei Darussalam, yang dilaksanakan selama kurang lebih empat minggu, terhitung mulai tanggal 3 hingga 27 September 2026. Sedangkan 4 mahasiswa bertempat di Universiti Putra Malaysia, yang dilaksanakan selama kurang lebih tiga minggu, terhitung mulai tanggal 7 hingga 30 September 2026. (Sumber: humas unej)

Berita terkait

The 4th International Conference on Law, Governance, and Social Justice (ICOLGAS) Dorong Hukum dan Kearifan Lokal Hadapi Perubahan AI dan Iklim

The 4th International Conference on Law, Governance, and Social Justice (ICOLGAS) Dorong Hukum dan Kearifan Lokal Hadapi Perubahan AI dan Iklim

Purwokerto-Spektroom : Perkembangan kecerdasan buatan (AI) tidak hanya mengubah cara masyarakat bekerja dan berinteraksi, tetapi juga mulai memengaruhi cara pemerintah mengelola lingkungan dan merumuskan kebijakan. Di tengah perubahan tersebut, hukum dinilai perlu beradaptasi agar perkembangan teknologi tetap berjalan seiring dengan kepentingan masyarakat, kearifan lokal, serta kebutuhan menjaga ketahanan lingkungan. Persoalan itu

Bian Pamungkas
TPID Provinsi Lampung Ikuti Secara Virtual Rakor TPID Dari Command Center Diskominfotik Lampung

TPID Provinsi Lampung Ikuti Secara Virtual Rakor TPID Dari Command Center Diskominfotik Lampung

Bandarlampung - Spektroom: Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Lampung dipimpin Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum & Politik Yayan Ruchyansah mengikuti secara daring Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Daerah Tahun 2026. Rakor TPID tersebut dirangkai dengan Pembahasan Verifikasi dan Validasi Terkait KDMP Serta Penandatanganan Surat Keputusan Bersama Ruang Bersama

Anggoro AP