Universitas PGRI Palembang, Wisuda 345 Orang Program Strata Satu dan Magister
Palembang - Spektroom: Perguruan tinggi saat ini tengah menghadapi berbagai tantangan yang semakin berat dan kompleks.
Persaingan global yang semakin ketat, perkembangan teknologi yang semakin cepat, dinamika kebutuhan dunia kerja, serta regulasi yang terus berkembang. Oleh karenanya, perguruan tinggi dituntut untuk terus beradaptasi dan berinovasi.
Hal itu disampaikan Rektor Universitas PGRI Palembang Prof. Dr. Bukman Lian, pada wisuda Stara 2 ke- 40 dan Strata 1 Ke- 66 di Kampus Seberang Ulu I, Kota Palembang, Rabu (29/4/2026).
Dengan terbitnya Permendiktisaintek nomor 39 tahun 2025 tentang penjaminan mutu pendidikan tinggi, lanjut Bukman Lian, menandai babak baru dalam kebijakan penyaminan mutu pendidikan tinggi di Indonesia.
"Perguruan tinggi dituntut tidak hanya berpatokan pada standar nasional pendidikan tinggi, tetapi juga harus melampauinya melalui budaya mutu internal dan beradaptasi standar internasional" terangnya.
Muatan standar mutu, integrasi Pendidikan Tinggi, transparansi, dan efektivitas akreditasi, menjadi suatu tantangan yang maha berat saat ini.
"Oleh karena itu, dalam menghadapi dinamika dan tantangan perubahan regulasi yang semakin kompleks, tidak hanya membutuhkan kerja keras, tetapi juga kerja cerdas, serta bersinergi bersama, dan berkolaborasi yang solid di antara seluruh sipitas akademika Universitas PGRI Palembang" ujarnnya lagi.
Pada bagian lain pidatonya, Bukman Lian juga mengatakan, Universitas PGRI Palembang tetap berkomitmen menjadi perguruan tinggi unggul dan berdaya saing dalam pengembangan IPTEK dan seni berbasis mutu di Indonesia.
Sementara di tempat yang sama dalam sambutannya Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Wilayah II Ishak Iskandar menyatakan, satu indikator kemajuan sebuah perguruan tinggi dilihat dari kualitas sumber daya manusianya, khususnya dosennya.
Sedangkan Kualitas dosen, salah satu indikatornya adalah kualifikasi pendidikannya. Di Indonesia secara keseluruhan jumlah dosen ada diangka 270.000-an dari jumlah itu, baru 24 sampai 25% yang sudah berkualifikasi doktor.
"Saat ini di Universitas PGRI Palembang sudah ada 131 doktor dan 53 yang sedang menempuh pendidikan doktor. Kalau kita lihat dari presentase, maka jumlah itu tentu sudah melampaui rata-rata nasional" rincinya.
Menurut Ishak, jumlah dosen di LL Dikti Wilayah 2, ada di angka 8.600 an, dengan 1.400 doktor. Artinya baru 15 persen dosen-dosen di lingkungan LL Dikti Wilayah 2, meliputi empat provinsi. Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, dan Bangka Belitung, berkualifikasi doktor.
"Untuk itu kami mengapresiasi perguruan tinggi-perguruan tinggi yang menunjukkan kinerja baik. Tidak membebani LL Dikti, khususnya di Universitas PGRI Palembang" katanya lagi.
Untuk diketahui, wisuda S2 ke-40 dan S1 ke-66 Universitas PGRI Palembang ini diikuti oleh 345 orang yang terdiri dari program pasca sarjana 179 orang, dengan rincian dari FKIP 140 orang, Ekonomi dan Bisnis 7 orang, Fakultas Teknik dan Informatika 15 orang, dan Fakultas Perikanan dan Kelautan 4 orang.
Selain itu 5 orang memperoleh predikat summa cum laude atau kelulusan tertinggi dengan IPK 4,0 dengan predikat makna cumlaude atau dengan pujian besar sebanyak 137 orang, dengan predikat cumlaude atau dengan pujian 96 orang, dan 107 orang dengan predikat sangat memuaskan. (@Ng).