UNP Kampus Inklusif: Sediakan Fasilitas Bagi Peserta Difabel Pada UTBK-SNBT 2026

UNP Kampus Inklusif: Sediakan Fasilitas Bagi Peserta Difabel Pada UTBK-SNBT 2026
Peserta difabel ikuti UTBK - SNBT 2026 di UNP. (Foto: Humas UNP)

Padang - Spektroom : Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 hari pertama di Universitas Negeri Padang menghadirkan perhatian khusus pada layanan inklusif bagi peserta berkebutuhan khusus.

Pada sesi kedua, Selasa (21/3/2026), kampus tersebut memfasilitasi tiga peserta disabilitas tunarungu mengikuti ujian.

Ketiga peserta menjalani ujian di Labor Komputer Elektronika 4, Gedung Dekanat Fakultas Teknik lantai satu. Mereka datang dari latar belakang berbeda, namun memiliki tujuan yang sama untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Salah seorang peserta, Latifah Jamil, menempuh perjalanan dari Ujung Batu, Provinsi Riau. Ia datang ke Padang bersama kedua orang tuanya dan menginap di rumah sepupu demi mengikuti ujian.

“Kesini bersama Mama dan Papa. Kami menginap di rumah sepupu,” terangnya kepada humas melalui bantuan juru bahasa isyarat yang juga bertugas sebagai pengawas.

Peserta lainnya, Selvy Dwi Andyani, siswi SMKN 7 Padang, menunjukkan semangat tinggi dalam mengikuti UTBK. Ia mengaku telah mempersiapkan diri dengan rutin membahas soal dan mengulang pelajaran.

Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang menjadi pilihan utama Selvy. Didampingi sang tante, ia menjalani ujian dengan optimisme dan keyakinan tinggi.

Sementara itu, Muhammad Jibril Ramadhan asal Padang turut menjadi bagian dari peserta berkebutuhan khusus yang mengikuti ujian. Universitas Negeri Padang juga menjadi pilihan pertamanya dalam seleksi tahun ini.

Rektor Universitas Negeri Padang, Krismadinata, menegaskan kampus UNP menjadi satu-satunya perguruan tinggi di Sumatera Barat yang menyediakan fasilitas UTBK bagi peserta disabilitas.

Sebanyak tujuh peserta berkebutuhan khusus difasilitasi dengan penjadwalan khusus sesuai kebutuhan masing-masing.

“Terdapat tujuh peserta disabilitas yang mengikuti UTBK di UNP. Mereka terdiri dari empat tunanetra dan tiga tunarungu dengan layanan khusus yang telah disiapkan panitia,” ujarnya.

Upaya Universitas Negeri Padang dalam memberikan layanan bagi peserta disabilitas sejalan dengan komitmen terhadap pendidikan inklusif. Langkah itu juga mendukung pemerataan akses pendidikan berkualitas bagi seluruh masyarakat.

Berita terkait

Badan Penyantun Yarsi Bukittinggi Gelar Acara Mengenal Tokoh Kartini Ranah Minang

Badan Penyantun Yarsi Bukittinggi Gelar Acara Mengenal Tokoh Kartini Ranah Minang

Bukittinggi-Spektroom : Perputaran zaman tidak akan membuat perempuan menyamai laki- laki. Perempuan tetaplah perempuan dan segala kemampuan dan kewajibanya, yang harus berubah adalah mendapatkan pendidikan dan perlakuan yang lebih baik, perempuan harus sehat jasmani dan rohani, berakhlak, berbudi luhur taat beribadah, semuanya akan terpengaruhi dengan mempunyai ilmu pengetahuan. Demikian dikemukakan Dr.

Wiza Andrita, Rafles
Kartini Masa Kini di Payakumbuh, Eni Zulmaeta: Dari Sampah, Perempuan Payakumbuh Bangun Kemandirian Ekonomi

Kartini Masa Kini di Payakumbuh, Eni Zulmaeta: Dari Sampah, Perempuan Payakumbuh Bangun Kemandirian Ekonomi

Payakumbuh-Spektroom : “Sampah bukan sekadar persoalan lingkungan, tapi peluang. Kalau dikelola dengan baik, ia bisa melahirkan nilai ekonomi.” Kalimat itu terlontar lugas dari ketua TP-PKK Kota Payakumbuh, Eni Muis Zulmaeta saat memulai perbincangan di kediamannya, Selasa (21/4/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Kartini. Di momen yang identik dengan refleksi perjuangan

Rafles