Unsoed Dukung Program Nol Sampah Plastik di Pesisir Cilacap

Unsoed Dukung Program Nol Sampah Plastik di Pesisir Cilacap
Pembahasan Mekanisme Insentif Cerdas bersama pemangku kepentingan guna menyusun langkah dalam mengatasi persoalan sampah plastik melalui pendekatan 3R (Reduce, Reuse, Recycle).(Foto : Humas Unsoed).

Cilacap – Spektroom : Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menyatakan komitmennya untuk mendukung upaya pengurangan sampah plastik di wilayah pesisir Kabupaten Cilacap melalui Program Insentif Cerdas Menuju Nol Sampah Plastik (Zero Plastic Waste).

Dukungan tersebut tercetus dalam Focus Group Discussion (FGD) Pembahasan Mekanisme Insentif Cerdas yang digelar Pemerintah Kabupaten Cilacap di Aula Bappeda Cilacap.

Kegiatan ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan guna menyusun langkah bersama dalam mengatasi persoalan sampah plastik melalui pendekatan 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Program tersebut mengandalkan sistem insentif yang dirancang untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat sekaligus memperkuat pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Kepala Bidang Infrastruktur, Kewilayahan dan Perekonomian Bappeda Kabupaten Cilacap, Iwan Hasan Ma’arif, mengungkapkan bahwa persoalan sampah masih menjadi tantangan serius di daerahnya. Menurutnya, keterbatasan layanan persampahan dan infrastruktur pendukung menjadi kendala utama yang dihadapi pemerintah daerah.

Selain itu, kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah juga masih perlu ditingkatkan. Sampah masih banyak dipandang sebagai barang buangan, bukan sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat lainnya.

Project Manager SOLUSI–IKI–SNV, Audrie J. Siahainenia, menjelaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat, pelaku usaha, bank sampah, komunitas, dan berbagai mitra strategis.

Dalam forum tersebut, tim Perupadata memaparkan sejumlah inovasi yang akan diujicobakan di Cilacap. Program tersebut meliputi pelatihan pencatatan digital bagi bank sampah, pengembangan dashboard pemantauan, produksi konten edukasi, penguatan Forum CSR, kompetisi video bertema 3R, program penukaran sampah plastik dengan bahan bakar, hingga pengembangan smart dropbox di sejumlah lokasi strategis.

Humas Unsoed dalam keterangan tertulisnya Senin (16/6/2026), mengatakan mewakili, Dr. Asro Nurhabib mewakili Pusat Biodiversitas dan Maritim Unsoed menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung pengelolaan sampah berbasis ilmu pengetahuan dan data.

Menurutnya, sampah plastik tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan daratan, tetapi juga mengancam ekosistem sungai, pesisir, laut, serta keaneka ragaman hayati. Karena itu, Unsoed siap berkontribusi melalui riset, edukasi masyarakat, pendampingan teknis, dan pemantauan lingkungan guna mendukung keberhasilan program.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Program Insentif Cerdas diharapkan mampu menciptakan tata kelola sampah plastik yang lebih inovatif, partisipatif, dan berkelanjutan. Program tersebut juga diharapkan dapat mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah, dari sekadar limbah menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi, sosial, dan ekologis.

Berita terkait

Ditengah Efisiensi Anggaran, Pemko Sawahlunto Percepat Perbaikan 16 Ruas Jalan Senilai Rp34,04 Miliar

Ditengah Efisiensi Anggaran, Pemko Sawahlunto Percepat Perbaikan 16 Ruas Jalan Senilai Rp34,04 Miliar

Sawahlunto-Spektroom : Pemerintah Kota Sawahlunto tetap menggenjot pembangunan infrastruktur jalan di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang menekan ruang fiskal pemerintah daerah. Pada 2026, sebanyak 16 paket pekerjaan peningkatan ruas jalan disiapkan dengan total anggaran sekitar Rp34,04 miliar. Pekerjaan tersebut tersebar di empat kecamatan, yakni Silungkang, Lembah Segar, Barangin, dan Talawi.

Riswan Idris, Rafles
Kemenag Sawahlunto Perkuat Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, Guru Diminta Hadirkan Pendidikan yang Memanusiakan

Kemenag Sawahlunto Perkuat Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, Guru Diminta Hadirkan Pendidikan yang Memanusiakan

Sawahlunto-Spektroom : Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Sawahlunto memperkuat implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) melalui pembinaan guru madrasah yang digelar di Aula Kemenag Kota Sawahlunto, Rabu (12/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti kepala madrasah dan guru madrasah se-Kota Sawahlunto. Pembinaan diarahkan untuk memperkuat pemahaman sekaligus praktik KBC agar tidak berhenti sebagai

Riswan Idris, Rafles
ссс