Unsoed Jadi Tuan Rumah InaHEA 2026, Perkuat Ekonomi Kesehatan
Purwokerto, Spektroom – Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menjadi tuan rumah Biennial Scientific Meeting (BSM) Indonesian Health Economics Association (InaHEA) 2026 yang berlangsung pada 23–26 Juli 2026.
Melalui Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (FIKes), forum ilmiah ini mempertemukan akademisi, pemerintah, rumah sakit, dan pemangku kepentingan untuk memperkuat peran ekonomi kesehatan dalam mendukung transformasi sistem kesehatan Indonesia.
Kegiatan yang digelar di Laboratorium Terpadu Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsoed, Jumat (24/7), diikuti sekitar 150 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Dekan FIKes Unsoed, Prof. Dr.sc.hum. Budi Aji, S.K.M., M.Sc., mengatakan penyelenggaraan BSM InaHEA 2026 merupakan wujud komitmen kampus menghadirkan ilmu pengetahuan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, forum tersebut menjadi ruang kolaborasi untuk berbagi pengetahuan, menghasilkan inovasi, serta memperkuat kontribusi ekonomi kesehatan dalam menjawab berbagai persoalan kesehatan.
Selain itu, kegiatan berskala nasional tersebut juga diharapkan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.
Ketua Indonesian Health Economics Association (InaHEA), Prof. dr. Hasbullah Thabrany, MPH., DrPH., menegaskan bahwa penguatan sistem kesehatan membutuhkan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan fasilitas pelayanan kesehatan.
Ia menilai pelayanan kesehatan yang berkualitas harus didukung pendidikan yang kuat dan kolaborasi lintas sektor sehingga mampu menghasilkan inovasi sekaligus memperkokoh sistem kesehatan nasional.
Sementara itu, Rektor Unsoed Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc.Agr., IPU., ASEAN Eng., menyebut ekonomi kesehatan memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional. Ia berharap forum tersebut dapat melahirkan kolaborasi yang menghasilkan rekomendasi kebijakan berbasis kebutuhan masyarakat.
Pada sesi utama, Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Prof. Asnawi Abdullah, Ph.D., memaparkan pentingnya transformasi sistem kesehatan melalui integrasi digital dan penguatan pelayanan kesehatan primer.
Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga, dr. Jusi Febrianto, MPH., menekankan bahwa transformasi digital harus mampu mengubah data kesehatan menjadi dasar pengambilan keputusan yang cepat, akurat, dan berbasis bukti guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan daerah.
Selama empat hari pelaksanaan, BSM InaHEA 2026 menghadirkan berbagai kegiatan ilmiah, mulai dari pre-conference workshop, keynote session, plenary session, special session, hingga oral presentation.
Beragam isu strategis dibahas, seperti reformasi pembiayaan kesehatan, penguatan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), pemanfaatan data digital, farmakoekonomi, Health Technology Assessment (HTA), pengembangan asuransi kesehatan, hingga penerapan kecerdasan buatan (AI) dalam layanan kesehatan.
Melalui forum ini, Unsoed berharap terbangun kolaborasi yang lebih kuat antara perguruan tinggi, pemerintah, fasilitas kesehatan, dan organisasi profesi untuk menghasilkan inovasi serta rekomendasi kebijakan yang mampu mendukung transformasi sistem kesehatan Indonesia secara berkelanjutan.