Trending

Respons Putusan MK Nomor 261, BNPB Pastikan Penetapan Status Bencana Berdasar Data Riil

Respons Putusan MK Nomor 261, BNPB Pastikan Penetapan Status Bencana Berdasar Data Riil
Personel gabungan dalam dan luar negeri evakuasi korban bencana dalam simulasi latihan di pesisir Pantai Bayah, Lebak, Banten, 27-30 Oktober 2025 menjadi kunci kecepatan serta ketepatan penanganan korban prioritas utama (Foto: BNPB)

Jakarta - Spektroom : Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan hormat dan siap melaksanakan Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 261/PUU-XXIII/2025 yang dibacakan pada Jumat (28/8/2026). Putusan ini merevisi aturan penetapan status bencana nasional, di mana indikator jumlah korban kini wajib dipenuhi.

Indikator Baru Status Bencana Nasional

Melalui putusan terbaru ini, MK mengubah pemahaman lama terkait lima indikator penetapan status bencana, yaitu:

Jumlah korban jiwa, Kerugian harta benda, Kerusakan sarana dan prasarana. Luas wilayah terdampak, Dampak sosial dan ekonomi

Jika sebelumnya kelima unsur tersebut dipahami harus terpenuhi seluruhnya, kini aturan itu diperlonggar. Untuk status bencana nasional, pemerintah hanya memerlukan sekurang-kurangnya tiga dari lima indikator terpenuhi, dengan catatan jumlah korban wajib menjadi indikator utama.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Ph.D., menegaskan bahwa keputusan penetapan status tetap berstandar pada data akurat dan kondisi nyata di lapangan.

"BNPB akan terus memperkuat kaji cepat, pendataan, analisis dampak, dan penilaian kemampuan daerah sebagai bahan pertimbangan pemerintah," ujar Berton dalam keterangannya, dikutip Senin (31/8/2026).

Bantuan Pusat Tidak Menunggu Status

BNPB juga meluruskan persepsi di masyarakat bahwa status bencana nasional menjadi syarat mutlak bagi pemerintah pusat untuk turun tangan

Pemerintah pusat tetap berwenang mengerahkan personel, peralatan, logistik, pendanaan, dan dukungan teknis ke daerah meski status bencana tidak naik ke tingkat nasional. Prinsip utamanya adalah keselamatan warga dan pemenuhan hak dasar korban harus diprioritaskan tanpa hambatan administratif.

Langkah Konsolidasi BNPB

Ke depan, BNPB akan segera mengambil langkah taktis dengan: Mempelajari isi putusan MK secara menyeluruh.

Menyesuaikan pedoman dan tata kerja bersama kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Memperkuat koordinasi agar pendataan dan penilaian bencana di lapangan berjalan transparan dan seragam.

BNPB turut mengajak seluruh elemen mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, hingga media massa untuk bersama-sama memperkuat ketangguhan nasional menghadapi potensi bencana.

Berita terkait

Bedah Ranperda Keolahragaan Sumbar, 118 Pasal Disiapkan untuk Lindungi Insan Olahraga

Bedah Ranperda Keolahragaan Sumbar, 118 Pasal Disiapkan untuk Lindungi Insan Olahraga

Padang-Spektroom : Sebanyak 118 pasal dalam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Keolahragaan Sumatera Barat mulai dikaji secara terperinci oleh Komisi V DPRD Sumbar bersama mitra kerja. Pembahasan diarahkan untuk menghasilkan regulasi yang memberikan kepastian hukum sekaligus memperkuat pembinaan olahraga di daerah. Pembahasan berlangsung alot melalui rapat kerja di Ruang

Rafles
Warga Galang Sampaikan Aspirasi Pelayanan kepada Pemko Batam

Warga Galang Sampaikan Aspirasi Pelayanan kepada Pemko Batam

Batam–Spektroom : Sejumlah Aspirasi masyarakat Kecamatan Gatang disamaikan kepada Walikota Batam terkait pemerataan layanan air bersih, perbaikan infranstruktur jalan, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat. Aspirasi yang disampaikan melalui Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kecamatan Galang, Nazaruddin, dalam kegiatan silaturahmi bersama RT, RW, LPM, dan tokoh masyarakat di halaman Kantor Camat Galang,

Desmawati, Rafles