Usia 69 Tahun Kalbar: Capaian Makro Positif, Tantangan Fiskal Masih Menghadang

Usia 69 Tahun Kalbar: Capaian Makro Positif, Tantangan Fiskal Masih Menghadang
Gubernur Kalbar Ria Nursan bertindak sebagai Inspektur Upacara peringatan 69 tahun Propinsi Kalimantan Barat 2026. Foto: Adpim pemprov kalbar

Spektroom – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menjadi momentum refleksi sekaligus penegasan arah pembangunan daerah.

Upacara yang berlangsung khidmat di Halaman Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (28/01/2026), dipimpin Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H., sebagai inspektur upacara.

Didampingi Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan, Gubernur Ria Norsan menekankan bahwa semangat kebersamaan dan sinergi antar pemangku kepentingan merupakan pondasi utama dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkeadilan di seluruh wilayah Kalimantan Barat.

Menurutnya, usia 69 tahun bukan sekadar angka, melainkan fase penting untuk memperkuat konsolidasi pembangunan daerah.

Gubernur Ria Nursan dan Wakilnya Krisantus pada Upacara 69 tahun Pemprov Kalbar. Foto : Adpim pemprov

Dalam amanatnya, Ria Norsan menjelaskan tema HUT ke-69, “Bergerak Maju Bersama Membangun Kalimantan Barat Sejahtera”, sebagai komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan pembangunan yang inklusif.

Ia menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi harus menyentuh desa-desa, kawasan perbatasan, pedalaman, hingga wilayah pesisir.

Gubernur juga memaparkan capaian makro pembangunan sepanjang 2025 yang menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalbar tercatat mencapai 72,09 poin. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi diproyeksikan berada pada kisaran 5,1 hingga 5,3 persen.

Angka kemiskinan pun berhasil ditekan hingga 6,16 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional. Meski demikian, Ria Norsan tidak menutup mata terhadap berbagai tantangan yang masih dihadapi.

Keterbatasan fiskal daerah serta perlunya sinkronisasi program strategis nasional menjadi pekerjaan rumah yang harus disikapi secara kolaboratif. Ia mengajak seluruh kepala daerah, jajaran birokrasi, serta pemangku kepentingan untuk memperkuat kerja lintas sektor, termasuk optimalisasi pemanfaatan teknologi dalam pelayanan publik dan perencanaan pembangunan.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan menyoroti pentingnya penguatan konektivitas antarwilayah.

Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur dan layanan dasar harus menjangkau wilayah perbatasan dan pelosok, sehingga kesenjangan antarwilayah dapat ditekan secara bertahap.

Upacara HUT ke-69 Provinsi Kalbar turut dihadiri anggota DPD RI Dapil Kalbar, Forkopimda, DPRD Provinsi Kalbar, Konsulat Malaysia di Pontianak, pimpinan instansi vertikal, perbankan, BUMN dan BUMD, tokoh agama, tokoh adat, serta organisasi kemasyarakatan.

Seluruh ASN Pemprov Kalbar juga mengikuti upacara sebagai bentuk penghormatan terhadap hari jadi provinsi.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalbar menyerahkan tanda kehormatan Satya Lencana kepada ASN yang telah mengabdi selama 10, 20, dan 30 tahun, serta melakukan penandatanganan prasasti pembangunan dan penyerahan sejumlah penghargaan lainnya.

Momentum ini menjadi simbol apresiasi sekaligus dorongan untuk terus meningkatkan kinerja pelayanan publik di Kalimantan Barat.

Berita terkait