Wagub Jihan Buka Rapat Pleno TPKAD Kab/Kota se Provinsi Lampung, Dekatkan Akses Keuangan Kepada Masyarakat
Bandarlampung - Spektroom: Ditengah dinamika perekonomian yang terus berkembang dan mengalami pergerakan yang luar biasa, akses layanan keuangan adalah salah satu faktor kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Berbagai potensi unggulan yang dimiliki provinsi Lampung disektor pertanian, perkebunan, pertenakan, perikanan, UMKM serta ekonomi kreatif akan berkembang lebih optimal apabila didukung oleh akses keuangan yang lebih dekat kepada masyarakat.
Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela Chalim saat membuka Rapat Pelaksanaan Progran Kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) Kab/Kota se Provinsi Lampung Semester I Tahun 2026, di Gedung Pusiban Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Kamis (11/6/2026).
Wagub Jihan juga mengatakan, selain akses keuangan, masyarakat juga perlu dibekali dengan tingkat literasi keuangan yang baik dan layanan keuangan yang mudah dijangkau.
"Dalam konteks tersebut, TPKAD memiliki peran yang sangat-sangat penting dan strategis bagi wadah sinergi antara pemerintah daerah dengan Otoritas Jasa Keuangan, industri jasa keuangan dan Bank Indonesia, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya" ujar Wagub Jihan.
Menurut Jihan, melalui kolaborasi yang kuat, TPKAD diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang formal, meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, menciptakan ekosistem keuangan yang berkelanjutan, serta mendorong pertumbuhan sektor-sektor ekonomi produktif yang menjadi penggerak utama perekonomian daerah.
Wagub Jihan juga mengharapkan rapat pleno Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah ini menjadi ruang untuk mengevaluasi apa yang dilakukan sudah mencapai target atau belum.
"Indikator Kinerja Utama TPKAD bukan sekedar kuantitas dari kegiatan dan program tetapi yang paling utama dari TPKAD itu bagaimana kita mendekatkan akses keuangan di seluruh daerah sampai dengan pelosok atau inklusi keuangan dan pembiayaan UMKM" urai Wagub.
Diforum yang sama Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Lampung Otto Fitriandy, dalam laporannya menyebutkan, selama tahun 2025 sampai dengan Maret 2026, di TPKAD sudah melakukan berbagai kegiatan, antara lain program literasi dan inklusi keuangan sebanyak 42 kegiatan dengan jumlah peserta 12.000 lebih.

"Kegiatan tersebut menjangkau 14 kabupaten dan kota, kita juga melaksanakan 25 kegiatan business matching dengan program unggulan Desa Perkasa (Desa Perekonomian Kuat dan Masyarakat Sejahtera) ada program EPIKS (Ekosistem Pusat Inklusi Keuangan Syariah : red) ada juga program Sicantik, ada juga Bank Sampah Sekolah" ujar Otto Fitriandy.
Kegiatan tersebut dilaksanakan terbanyak di kota Bandar Lampung sebanyak 17 kegiatan, di Kabupaten Lampung Timur 6 kegiatan, di kota Metro 5 kegiatan, Kabupaten Pringsewo 2 kegiatan, dan Kabupaten Lampung Selatan 2 kegiatan serta di kabupaten lainnya sebanyak 10 kegiatan.
Pada bagian lain Otto Fitriandy juga mengatakan disektor wirausaha ternak rata-rata usia petani ternak yang ada di wilayah provinsi Lampung sudah di atas 40 atau 50, celakanya anak-anak mereka setelah lulus kuliah, tidak ingin meneruskan usaha orang tuanya sebagai peternak sapi.
"Mereka orientasinya untuk bekerja di luar dari pekerjaan orang tuanya, padahal Lampung termasuk provinsi terbesar keempat di Indonesia yang memiliki populasi ternak sapi" ujarnnya.
Untuk itulah OJK mencoba membangun kembali agro culture lampung dengan melakukan digitalisasi.
"Kita melibatkan lembaga donatur yang ada di luar provinsi Lampung dan lengkap dengan pengelolaan melalui aplikasi perangkat lunak yang terintegrasi dengan para peternak" katanya lagi.
Selain itu lanjut Otto Fitriandy OJK juga punya program pengembangan hilirrisasi Kakao di Kabupaten Pesawaran yang memiliki potensi unggulan Kakao.
Selama ini Kakao yang keluar dalam bentuk mentah untuk dijadikan coklat, OJK punya konsep bagaimana Kakao yang keluar dalam bentuk olahan, memiliki nilai tambah bagi petani Kakao itu sendiri.
Otto Fitriandy menambahkan disektor wirausaha OJk Lampung menginisiasi program Siger Enterpreneur Lampung (Sinergi Gerakan Entrepreneur Muda Lampung).
"Siger Enterpreneur Lampung adalah ekosistem kewirausahaan di Provinsi Lampung yang digerakkan oleh para pelaku usaha lokal (UMKM) serta didukung oleh lembaga inkubator bisnis" tutup Otto Fitriandy.(@Ng).