Wagub Jihan Nurlela Serahkan Remisi Khusus Kepada Anak Binaan LPKA Kelas II Bandarlampung

# Repost biroadpim.lampungprov.go.id

Wagub Jihan Nurlela Serahkan Remisi Khusus Kepada Anak Binaan LPKA Kelas II Bandarlampung
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela Serahkan SK Remisi Khusus Kepada Anak Binaan LPK Kelas II Bandarlampung. (Foto Biro Adpim Lampung).

Pesawaran - Spektroom : Anak merupakan amanah yang harus dijaga bersama, sehingga pembinaan terhadap anak yang berhadapan dengan hukum harus berorientasi pada pemulihan masa depan mereka.

Saat ini Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandarlampung membina sebanyak 120 anak, terdiri atas 118 anak binaan dan dua tahanan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 45 anak memperoleh remisi Hari Anak Nasional, sementara sebagian lainnya belum memenuhi persyaratan administratif maupun substantif.

Hal itu disampaikan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Lampung M. Hilal, pada penyerahan pengurangan masa pidana (Remisi) khusus dari Kementerian Hukum kepada 45 anak binaan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandarlampung dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 bertema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan", di Pesawaran Rabu (23/7/2026).

Menurut Hilal, seluruh anak binaan memperoleh program pembinaan yang mencakup pembinaan kepribadian, pendidikan, pembinaan keagamaan, hingga pelatihan keterampilan sebagai bekal ketika mereka kembali ke masyarakat.

"Kami tidak boleh membiarkan mereka kehilangan hak atas pendidikan hanya karena sedang menjalani pembinaan," katanya.

Karena itu, LPKA bekerja sama dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) untuk menyelenggarakan proses belajar di dalam lembaga.

Selain itu, pihaknya juga tengah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan agar ke depan tersedia kelas filial dari sekolah formal sehingga anak-anak binaan dapat mengikuti proses belajar dengan kurikulum yang sama seperti peserta didik di luar LPKA.

Langkah tersebut penting mengingat masih terdapat anak binaan yang belum memiliki ijazah sehingga membutuhkan akses pendidikan yang lebih berkelanjutan.

Hilal menambahkan, pembinaan di LPKA tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga mengembangkan potensi anak di bidang olahraga, seni, dan berbagai keterampilan lainnya.

Dirinya juga menegaskan bahwa sistem pemasyarakatan yang diterapkan berbasis keluarga dan masyarakat, sehingga kehadiran orang tua maupun keluarga dalam proses pembinaan menjadi bagian penting untuk mempercepat reintegrasi sosial anak setelah menyelesaikan masa pembinaan.

Diforum yang sama dalam sambutannya Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengatakan Remisi tersebut menjadi bagian dari komitmen negara dalam memenuhi hak-hak anak yang sedang menjalani pembinaan, sekaligus menegaskan bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan menata kembali masa depannya.

Wagub Jihan menegaskan bahwa peringatan Hari Anak Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk mengingatkan seluruh pihak bahwa setiap anak merupakan amanah yang wajib dijaga, dilindungi, dan dipenuhi hak-haknya tanpa terkecuali.

Menurutnya, tema Hari Anak Nasional tahun ini "Anak Terlindungi, Indonesia Maju" mengandung pesan agar seluruh elemen masyarakat hadir lebih dekat dengan anak-anak, mendengarkan suara mereka, memahami kondisi yang dihadapi, serta memastikan tidak ada anak yang kehilangan harapan akibat situasi yang pernah dialaminya.

"Ketika masih ada anak yang harus berhadapan dengan hukum, sesungguhnya itu bukan hanya persoalan mereka, tetapi menjadi pengingat bahwa keluarga, sekolah, lingkungan, masyarakat, dan negara harus semakin kuat bergandengan tangan menjaga tumbuh kembang anak," tegasnya.

Menurutnya, pembinaan yang diberikan tidak hanya menitikberatkan pada kedisiplinan, tetapi juga membuka akses pendidikan, pembinaan keagamaan, pelatihan keterampilan, kegiatan seni dan budaya, hingga penguatan nilai-nilai kebangsaan.

"Ini merupakan bukti bahwa negara tidak hanya hadir memberikan pembinaan, tetapi juga menghadirkan harapan bagi setiap anak untuk memperoleh kesempatan kedua," ujarnya.

Wagub Jihan berharap proses pembinaan yang sedang dijalani menjadi titik awal lahirnya generasi muda Lampung yang sehat, cerdas, berkarakter, kreatif, peduli terhadap sesama, serta memiliki keberanian untuk mewujudkan cita-cita menuju Indonesia Emas 2045.

Melalui peringatan Hari Anak Nasional tersebut, seluruh pemangku kepentingan diharapkan semakin memperkuat kolaborasi dalam memastikan setiap anak, termasuk anak yang sedang menjalani pembinaan, tetap memperoleh hak atas perlindungan, pendidikan, kasih sayang, dan kesempatan untuk membangun masa depan yang lebih baik.(@Ng).

Berita terkait

Program Kami Mendengar Telah Benahi 20 Persen Sekolah Rusak di Kabupaten Bogor

Program Kami Mendengar Telah Benahi 20 Persen Sekolah Rusak di Kabupaten Bogor

Cibinong - Spektroom : Kabupaten Bogor mengklaim sebanyak 20 persen sekolah rusak telah dibenahi melalui program “Kami Mendengar” yang dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Hal itu disampaikan Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpas) Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor, Yanto Pradipta. Menurutnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus berkomitmen membenahi infrastruktur pendidikan

Asmari, Anggoro AP