Trending

Wagub Lampung Jihan Nurlela Jadi Narasumber Talkshow Public Sector Governance Summit (PSGS) 2026

Wagub Lampung Jihan Nurlela Jadi Narasumber Talkshow Public Sector Governance Summit (PSGS) 2026
Wagub Lampung Jihan Nurlela (Tengah) dan Kepala BPKD Provinsi DKI Jakarta Michael Rolandi Cesnanta Brata pada Talkshow dalam rangkaian kegiatan Public Sector Governance Summit (PSGS) 2026. (Foto Capture YouTube IAI).


Jakarta - Spektroom: Upaya memperkuat tata kelola keuangan negara yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan menjadi salah satu fokus utama pemerintah, auditor negara, dan profesi akuntan dalam menghadapi target Indonesia Emas 2045.



Komitmen tersebut mengemuka dalam Public Sector Governance Summit (PSGS) 2026 bertema Mengelola Keuangan Negara Menuju Indonesia Emas: Transparansi, Akuntabilitas dan Keberlanjutan yang digelar di Auditorium Badiklat PKN Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Kamis, (25/6/2026).


Ketua Dewan Pengurus Nasional Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), Ardan Adiperdana mengatakan pelaporan keberlanjutan kini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tata kelola sektor publik. 



Menurut dia, sektor publik tidak lagi hanya dituntut menyajikan laporan keuangan yang akuntabel, tetapi juga mampu menunjukkan dampak sosial dan lingkungan dari kebijakan yang dijalankan.



"Pelaporan keberlanjutan sektor publik menjadi semakin penting untuk mendukung transparansi, akuntabilitas, dan pengambilan keputusan terkait risiko serta peluang iklim," kata Ardan.



Di tengah meningkatnya tuntutan pelayanan publik dan keterbatasan sumber daya, pemerintah daerah dituntut mampu mengelola pendapatan, belanja, serta risiko fiskal secara efektif dan berkelanjutan.



Melalui sesi Talkshow dalam rangkaian kegiatan Public Sector Governance Summit (PSGS) 2026,  Wakil Gubernur  Lampung Jihan Nurlela Chalim  berbagi pengalaman, tantangan, serta praktik terbaik dalam mewujudkan pengelolaan keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan berdampak bagi masyarakat.

audio-thumbnail
Jihan Talkshow PSGS
0:00
/171.5955

Menurut Jihan tantangan tersebesar  Pemerintah Provinsi Lampung terkait akuntabilitas belanja itu yang  tidak hanya diukur dengan penyerapan anggaran yang tinggi,  diluar serapan anggaran memang penting,  tetapi yang lebih penting adalah belanja tersebut  menghasilkan manfaat yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat.



Terkait kebijakan pemerintah pusat dalam hal penyesuaian anggaran, lanjut Wagub Jihan, dampaknya sangat dirasakan oleh pemerintah provinsi Lampung, betapa Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Badan Pengelola Keuangan dan Anggaran Daerah (BPKAD) Provinsi Lampung, berjibaku memanfaatkan APBD yang hanya berkisar RP. 7 T dan di potong Rp. 6 M.

 



"Kami dapat potongan hampir 600 miliar memang tidak seberapa dengan daerah lain karena memang APBD kita juga sangat kecil yaitu 7 triliun rupiah, namun kalau bicara tentang sinergi pembiayaan dari pusat ke daerah ini menjadi salah satu hal yang masih sangat kami andalkan dalam mengharmoniskan berbagai instrumen yang perlu kita selesaikan." ujarnnya menjelaskan.


 


Meski demikian, Jihan menegaskan  seiring dengan penguatan Pengelolaan keuangan daerah yang dilakukan melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), yaitu sistem yang mengatur keuangan daerah dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, pertanggungjawaban, hingga pengawasan, dirasakan Wagub sangat-sangat membantu.




"Komitmen dari Pemerintah pusat melalui  SIPD terbukti hampir 90% Laporan Keuangan Pemerintah Daerah  mendapat Opini Wajar Tanpa Pengecualian, namun dalam Sistem tersebut kami sangat memerlukan  filterisasi dari SIPD itu, kami sisipkan dengan inovasi di Lampung ada yang namanya SKPPD" ujar Wagub Jihan lagi.



Dimana SKPPD itu membantu  ketika kas daerah tidak sesuai dengan rencana anggaran dari Satker, maka SKPPD ini menjadi alat untuk bisa menyeimbangkan pembelanjaan daerah dengan baik. 


"Artinya alhamdulillah dengan rekomendasi dari BPK  Perwakilan Lampung, dalam mengelola, membelanjakan dan mengendalikan keuangan daerah kami bergeser dari pendekatan input dan output menuju outcome dan base budgeting" pungkasnya.


Selain Wagub Lampung Talkshow dalam rangkaian kegiatan Public Sector Governance Summit (PSGS) 2026, juga menampilkan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Provinsi DKI Jakarta Michael Rolandi Cesnanta Brata (@Ng).

Berita terkait

Parkir Jalan Opak Surabaya Ditertibkan, Pengelola Wajib Terapkan Pembayaran Nontunai

Parkir Jalan Opak Surabaya Ditertibkan, Pengelola Wajib Terapkan Pembayaran Nontunai

Surabaya-Spektroom – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menertibkan pengelolaan parkir tepi jalan umum (TJU) di sepanjang Jalan Opak, Kelurahan Darmo, Kecamatan Wonokromo. Penertiban dilakukan setelah muncul aduan masyarakat mengenai praktik pembayaran parkir secara tunai dan pengelolaan yang belum dilengkapi perizinan sesuai ketentuan. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Trio Wahyu Bowo,

Bian Pamungkas