Wagub Papua: Sekolah Rakyat Menjadi Investasi Jangka Panjang Siapkan SDM Unggul
Jayapura-Spektroom : Wakil Gubernur Papua Aryoko A.F. Rumaropen mengatakan kehadiran Sekolah Rakyat menjadi wujud komitmen pemerintah dalam memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh anak Papua untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas.
Menurutnya, Kehadiran Sekolah Rakyat merupakan bukti nyata bahwa negara hadir untuk memastikan setiap anak Papua memperoleh kesempatan yang sama dalam mengenyam pendidikan yang berkualitas.
"Pembangunan Sekolah Rakyat tidak hanya menghadirkan sarana pendidikan, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam menyiapkan sumber daya manusia Papua yang unggul, berkarakter, dan mampu bersaing di masa depan," tandas Aryoko.
Pemerintah Provinsi Papua kata Wagub, juga mendorong keterlibatan putra-putri asli Papua sebagai tenaga pendidik agar proses pembelajaran lebih selaras dengan kondisi sosial dan budaya masyarakat setempat. Selain itu, dukungan masyarakat, dunia usaha, dan perguruan tinggi dinilai penting untuk memastikan keberhasilan program tersebut.
"Pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari visi Papua CERAH (Cerdas, Sejahtera, dan Harmoni) yang menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah,"tambah Aryoko.
Pemerintah Provinsi Papua berharap proyek tersebut dapat selesai sesuai target sehingga manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat.

Sementara Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Regional VI Papua, John Herman Mampioper dalam keterangan persnya yang diterima awak media Jumat, 24 Juli 2026 mengakui pembangunan Sekolah Rakyat itu sempat mengalami keterlambatan akibat proses penyelesaian dokumen teknis dan kontrak pekerjaan.
"Awalnya sesuai rencana tahun ini para siswa sudah dapat menempati gedung permanen. Namun, karena kendala teknis di Kementerian Pekerjaan Umum, terutama terkait penyelesaian dokumen teknis dan kontrak, penandatanganan kontrak baru dilakukan pada 3 Juli 2026 sehingga pekerjaan fisik baru dimulai pada Juli ini,ditandai pelatakan batu pertama oleh Wagub dan Bupati Jayapura"ujarnya.
Ia menjelaskan, pembangunan akan difokuskan pada penyelesaian bangunan inti yang ditargetkan selesai paling lambat 15 Desember 2026. Fasilitas tersebut meliputi gedung sekolah yang mengintegrasikan jenjang SD, SMP, dan SMA, asrama siswa, rumah guru, laboratorium, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.
"Setelah pembangunan selesai, seluruh siswa Sekolah Rakyat yang saat ini menjalani proses belajar di Balai Latihan Kerja (BLK) Pasir Dua dan fasilitas milik Kementerian Sosial di Abepura akan dipindahkan ke kompleks sekolah baru di Kampung Maribu,"tutup John.