Trending

Wajah Jalan Ibukota, Ranjau di Balik Aspal Tambal Sulam

Wajah Jalan Ibukota,
Ranjau di Balik Aspal Tambal Sulam
Proyek galian di Jalan Pahlawan Revolusi, Jakarta Timur, Selasa (28/7/2026) ( Foto Spektroom )

Jakarta - Spektroom : Matahari terik menyengat kulit, membakar barisan kendaraan yang terjebak dalam labirin kemacetan tak berujung. Udara pengap bercampur debu tebal sisa kupasan tanah beterbangan, menyesakkan dada setiap pengendara yang melintas. Inilah pemandangan sehari-hari yang menjadi wajah abadi jalan raya ibu kota.

Sebuah siklus tanpa akhir dari proyek galian yang datang silih berganti. Bagi para komuter, jalan raya bukan lagi sekadar jalur penghubung, melainkan medan pertempuran. Begitu tukang gali pergi dan material dipindahkan, masalah tidak serta-merta selesai. Proses pengaspalan kembali yang dilakukan seadanya justru melahirkan teror baru bagi para pengguna jalan.

Menyempit dan Terjepit

Kehadiran proyek galian selalu diawali dengan skenario yang seragam: penyempitan lajur secara drastis. Tumpukan material yang memakan setengah badan jalan menjadi biang keladi kemacetan horor. Kendaraan dipaksa mengantre, merayap sentimeter demi sentimeter, membuang waktu dan bahan bakar secara sia-sia di tengah kepungan polusi.

Ranjau Bergelombang yang Mengintai

Siksaan belum usai setelah proyek dinyatakan rampung. Bekas galian yang ditutup asal-asalan menyisakan permukaan jalan yang bergelombang. Perbedaan tinggi aspal yang mencolok bak ranjau tak terlihat. Bagi pengendara sepeda motor, permukaan yang tidak rata ini adalah ancaman nyata yang siap membuat kendaraan kehilangan keseimbangan dan terpelanting dalam sekejap mata.

Lubang Maut di Kala Hujan

Situasi berubah dari buruk menjadi kritis saat musim hujan tiba. Aspal penutup yang rapuh dan ringkih sangat mudah ambles ketika terus-menerus tergerus air. Lubang-lubang maut pun bermunculan, bersembunyi di balik genangan air yang keruh. Jalanan yang licin menyamarkan kedalaman lubang, mengubah rute harian menjadi jebakan fatal yang mengancam keselamatan jiwa.

Pembangunan infrastruktur memang penting bagi kemajuan kota. Namun, ketika prosesnya mengabaikan keselamatan dan kenyamanan publik, warga yang harus membayar harganya bukan hanya dengan waktu, tetapi juga dengan keselamatan nyawa mereka di atas aspal yang ringkih.

Berita terkait

Bedah Ranperda Keolahragaan Sumbar, 118 Pasal Disiapkan untuk Lindungi Insan Olahraga

Bedah Ranperda Keolahragaan Sumbar, 118 Pasal Disiapkan untuk Lindungi Insan Olahraga

Padang-Spektroom : Sebanyak 118 pasal dalam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Keolahragaan Sumatera Barat mulai dikaji secara terperinci oleh Komisi V DPRD Sumbar bersama mitra kerja. Pembahasan diarahkan untuk menghasilkan regulasi yang memberikan kepastian hukum sekaligus memperkuat pembinaan olahraga di daerah. Pembahasan berlangsung alot melalui rapat kerja di Ruang

Rafles
Warga Galang Sampaikan Aspirasi Pelayanan kepada Pemko Batam

Warga Galang Sampaikan Aspirasi Pelayanan kepada Pemko Batam

Batam–Spektroom : Sejumlah Aspirasi masyarakat Kecamatan Gatang disamaikan kepada Walikota Batam terkait pemerataan layanan air bersih, perbaikan infranstruktur jalan, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat. Aspirasi yang disampaikan melalui Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kecamatan Galang, Nazaruddin, dalam kegiatan silaturahmi bersama RT, RW, LPM, dan tokoh masyarakat di halaman Kantor Camat Galang,

Desmawati, Rafles