Wakapolda kalbar tegaskan Pendidikan Pembentukan Bintara Polri harus bebas kekerasan
Singkawang-Spektroom : Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri Gelombang II Tahun Anggaran 2026 resmi hari ini Senin (20/07/2026), dimulai.
Dalam pembukaan yang digelar di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kalimantan Barat, Sagatani, Singkawang, Wakapolda Kalbar Brigjen Pol. Hindarsono menegaskan pendidikan calon Bintara harus bebas dari kekerasan dan perundungan serta mampu menjawab tantangan era digital.
Upacara pembukaan dihadiri Pejabat Utama Polda Kalbar, unsur Forkopimda, para Kapolres jajaran, Bhayangkari, dan tamu undangan lainnya.
Pada kesempatan tersebut Brigjen Pol. Hindarsono membacakan amanat tertulis Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri, yang menyampaikan bahwa Diktukba Gelombang II TA 2026 akan berlangsung selama lima bulan dengan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE).
Model pendidikan ini dirancang untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi nyata dan siap diterjunkan dalam tugas kepolisian.
Tak hanya berfokus pada keterampilan teknis, kurikulum juga menitik beratkan pembentukan karakter, penguatan moral, peningkatan literasi, kemampuan berpikir kritis, hingga penguasaan teknologi kepolisian berbasis Artificial Intelligence (AI).
Menurut Hindarsono, transformasi pendidikan kepolisian menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda di tengah perubahan lingkungan strategis dan perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat.
“Pendidikan ini bukan hanya membentuk kemampuan teknis, tetapi juga membangun karakter, integritas, dan moral sebagai fondasi utama seorang anggota Polri.
Jadilah Bhayangkara yang profesional, berintegritas, serta siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.
Dalam amanat tersebut, seluruh tenaga pendidik dan pengasuh juga diingatkan untuk menjalankan proses pendidikan secara profesional, disiplin, dan humanis.
Praktik kekerasan maupun perundungan terhadap peserta didik ditegaskan tidak boleh terjadi dalam lingkungan pendidikan Polri.
Selain itu, penghormatan terhadap hak asasi manusia serta keselamatan peserta didik harus menjadi prinsip utama dalam setiap tahapan pembelajaran dan latihan.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol. Bambang Suharyono menyebut Diktukba merupakan tahapan krusial dalam menyiapkan sumber daya manusia Polri yang mampu menjawab tantangan tugas di masa depan.
Ia mengatakan, Polri membutuhkan personel yang tidak hanya tangguh dan disiplin, tetapi juga memiliki etika, integritas, serta kemampuan berkomunikasi dan melayani masyarakat secara humanis.
“Melalui pendidikan ini diharapkan lahir Bintara Polri yang tidak hanya memiliki kompetensi dan kedisiplinan, tetapi juga menjunjung tinggi etika, integritas, serta mampu memberikan pelayanan yang humanis kepada masyarakat psesuai dengan semangat Polri Presisi,” ujar Bambang.
Dengan dimulainya Diktukba Gelombang II TA 2026, Polri menargetkan lahirnya generasi Bhayangkara baru yang profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu memperkuat kepercayaan publik melalui pelayanan yang modern dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.