Wakil Wali Kota Jaksel Dorong Guru Pembina PMR Cetak Generasi Tangguh dan Peduli Kemanusiaan
Jakarta-Spektroom : Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Ali Murthadho, membuka Pelatihan Guru Pembina Palang Merah Remaja (PMR) Tingkat Mula, Madya, dan Wira yang digelar di Ruang Diklat Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Selatan, Kecamatan Pasar Minggu, Jumat (24/7/2026).
Pelatihan yang berlangsung selama empat hari, mulai 24 hingga 27 Juli 2026 tersebut diikuti 45 guru pembina PMR dari berbagai sekolah di Jakarta Selatan. Kegiatan menghadirkan narasumber dari PMI Kota Jakarta Selatan dan PMI Provinsi DKI Jakarta untuk memberikan penguatan materi kepalangmerahan, kepemimpinan, hingga kesiapsiagaan bencana.
Dalam sambutannya, Ali Murthadho menegaskan, PMR merupakan wadah pembinaan generasi muda, memiliki peran strategis membentuk karakter, kepedulian sosial, serta jiwa kemanusiaan di kalangan pelajar. Keberadaan PMR tidak hanya berfokus pada keterampilan pertolongan pertama, tetapi menjadi sarana pendidikan karakter yang menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, solidaritas, disiplin, kepemimpinan, dan semangat gotong royong sejak usia sekolah.
"PMR merupakan bagian dari PMI yang memiliki peran penting dalam pembangunan karakter generasi muda. Selain membentuk siswa yang tanggap terhadap bencana, PMR juga diharapkan mampu menjadi pelopor dalam mempromosikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan sekolah maupun masyarakat," ujarnya.
Ia, berharap kemampuan dan keterampilan anggota PMR terus berkembang mengikuti tantangan zaman, termasuk menghadapi berbagai potensi bencana maupun persoalan sosial yang semakin kompleks.
Ia, juga menekankan pentingnya peran guru pembina sebagai ujung tombak dalam membimbing siswa agar memiliki kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
"Saya minta semuanya mengikuti setiap materi dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, berbagi pengalaman, serta mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di sekolah masing-masing," ucapnya.

Sementara itu, Ketua PMI Kota Jakarta Selatan, Mundari, menjelaskan pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kompetensi guru pembina PMR agar mampu membina, mendampingi, serta mengembangkan kegiatan PMR di sekolah secara aktif, terarah, dan berkelanjutan sesuai prinsip-prinsip Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional.
Ia, mengatakan, guru pembina memiliki peran penting dalam mencetak anggota PMR yang tidak hanya terampil memberikan pertolongan pertama, tetapi juga memiliki jiwa kemanusiaan, kepemimpinan, serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan berbagai materi, antara lain pengetahuan dasar kepalangmerahan, tujuh prinsip dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, pembangunan kapasitas (capacity building), manajemen organisasi PMR, penguatan kolaborasi, komunikasi efektif, hingga strategi pembinaan anggota PMR di sekolah.
"Peserta juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya membangun sinergi dengan orang tua agar kegiatan PMR mendapat dukungan penuh sehingga pembinaan siswa dapat berjalan secara berkesinambungan," ujarnya.