Wakili Indonesia ke Forum Internasional di Tiongkok, Guru Madrasah Maluku Utara Perkuat SDM Pendidikan

Wakili Indonesia ke Forum Internasional di Tiongkok, Guru Madrasah Maluku Utara Perkuat SDM Pendidikan
Joni Patrumsari, guru Bahasa Inggris di MAN 1 Kepulauan Sula saat tampil di Forum Seminar on Digital Literacy Improvement for Primary and Secondary School Teachers and Principals from BRICS Countries yang berlangsung di Republik Rakyat Tiongkok (Foto:Kemenag Malut)

Sofifi-Spektroom : Membanggakan Seorang guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kepulauan Sula, Maluku Utara membuktikan bahwa dedikasi dan semangat belajar  serta kemauannya memperbaiki kualitas Pendidikan di tanah air khususnya wilayah kepulauan mampu membawanya menembus panggung pendidikan internasional.

Adalah Joni Patrumsari, guru Bahasa Inggris di MAN 1 Kepulauan Sula berkesempatan menjadi salah satu delegasi Indonesia dalam Seminar on Digital Literacy Improvement for Primary and Secondary School Teachers and Principals from BRICS Countries yang berlangsung di Republik Rakyat Tiongkok pada 4–23 Juli 2026. Program bergengsi yang diselenggarakan oleh Northeast Normal University ini mempertemukan guru dan kepala sekolah dari berbagai negara untuk berbagi praktik terbaik dalam transformasi pendidikan berbasis digital.

Keberhasilan tersebut bukan diraih melalui proses yang mudah. Seleksi berlangsung sangat ketat dan sepenuhnya berbasis merit. Tahap pertama dimulai dengan proses endorsement dari Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, kemudian diseleksi oleh mitra pembangunan Kedutaan Besar Tiongkok. Dari proses tersebut, hanya 15 delegasi Indonesia yang akhirnya terpilih, terdiri atas guru dan kepala sekolah dari delapan provinsi di Indonesia.

Selama 20 hari di Kota Changchun, Provinsi Jilin, para peserta mengikuti seminar intensif, perkuliahan dan focus group discussion yang membahas perkembangan teknologi pendidikan, kepemimpinan sekolah, hingga etika penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam proses pembelajaran, dengan
menghadirkan profesor, peneliti, serta praktisi pendidikan dari Northeast Normal University, salah satu universitas pendidikan terbaik di Tiongkok yang menempati peringkat ketiga di bidang Pendidikan.

Delegasi Indonesia diberikan pengetahuan dan pengalaman bagaimana reformasi pendidikan digital di negeri tersebut.
Lebih lanjut ia menceritakan kepada tim Humas Kanwil Kemenag Maluku Utara, bahwa dalam forum internasional tersebut, ia diberikan kesempatan untuk mempresentasikan sistem pendidikan di MAN 1 Sula tempat ia mengabdi. Ia menjelaskan kondisi pendidikan nasional sekaligus memperkenalkan praktik pembelajaran digital yang telah diterapkan di daerah kepulauan. 
“Tidak hanya belajar di ruang seminar, peserta juga diajak mengunjungi sekolah-sekolah laboratorium yang terintegrasi dengan Northeast Normal University.

Di sana mereka melihat secara langsung bagaimana teknologi menjadi bagian dari budaya belajar”,terangnya.
Ruang kelas dilengkapi pena digital berkamera yang mampu merekam jawaban siswa secara langsung, smart scanner, hingga smartboard interaktif. Lingkungan sekolah pun dirancang secara menyeluruh untuk mendukung perkembangan peserta didik, mulai dari kebun edukasi, fasilitas olahraga indoor dan outdoor, hingga ruang student wellbeing yang dirancang khusus sebagai tempat siswa mengelola stres melalui berbagai aktivitas terapeutik.

Pengalaman tersebut memberikan perspektif baru bahwa transformasi digital bukan sekadar menghadirkan perangkat teknologi, melainkan membangun ekosistem pendidikan yang berpusat pada kebutuhan peserta didik.
Pembelajaran kemudian berlanjut melalui studi lapangan di Beijing dan Shanghai, untuk mempelajari tempat Sejarah dan kebudayaan disana, serta mengikuti kuliah singkat di Shanghai University, mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan dalam industri kreatif, mulai dari perfilman, periklanan hingga animasi. Rangkaian kunjungan tersebut memperlihatkan bagaimana kemajuan teknologi dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya dan pembangunan sumber daya manusia.

Bagi guru MAN 1 Kepulauan Sula, pengalaman tersebut bukan sekadar perjalanan ke luar negeri, melainkan amanah untuk membawa pulang gagasan, inovasi, dan semangat perubahan bagi dunia pendidikan di tanah air khususnya di Maluku Utara. Gambaran kota masa depan yang futuristis dan sarat teknologi menjadi inspirasi tentang pentingnya visi jangka panjang dalam pembangunan. 

Joni mengatakan, keikutsertaannya pada seminar tersebut, yakni meningkatkan kompetensi kepemimpinan pendidikan, memperluas jejaring internasional, mempelajari praktik terbaik manajemen sekolah, serta mengadaptasi inovasi pendidikan digital agar dapat diterapkan sesuai karakteristik sekolah di Indonesia.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara, H. Amar Manaf, Senin (27/7/2026) menyampaikan rasa bangga atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan guru MAN 1 Kepulauan Sula menembus seleksi internasional menjadi bukti bahwa sumber daya manusia Kementerian Agama di Maluku Utara memiliki kualitas dan daya saing di tingkat global.
"Kami sangat bangga memiliki guru-guru yang tidak hanya berdedikasi dalam mendidik, tetapi mempunyai semangat belajar tinggi untuk mengasah kemampuannya," ujar Amar Manaf.

Ia berharap pengalaman yang diperoleh selama mengikuti seminar di Tiongkok tidak berhenti sebagai prestasi pribadi, tetapi menjadi inspirasi, energi baru dan ditularkan kepada guru-guru madrasah lainnya melalui berbagai forum berbagi praktik baik, sehingga mampu mempercepat transformasi pendidikan madrasah di Maluku Utara.
Dari ruang kelas di Kepulauan Sula menuju forum pendidikan internasional, langkah tersebut menjadi bukti bahwa investasi terbesar dalam pendidikan bukan hanya membangun gedung, tetapi menghadirkan guru yang terus belajar, terus bertumbuh, dan siap membawa perubahan bagi generasi masa depan.

Berita terkait

Persatuan Seni Silat Pesaka Terengganu Latihan bersama dengan Pesilat Kota Tanjungpinang

Persatuan Seni Silat Pesaka Terengganu Latihan bersama dengan Pesilat Kota Tanjungpinang

Tanjungpinang-Spektroom : Kunjungan rombongan Persatuan Seni Silat Pesaka Terengganu, Malaysia ke Tanjungpinang disambut Walikota Tanjungpinang Raja Ariza, Senin (27/7/2026) di ruang Rapat Engku Putri Raja Hamidah Kantor Walikota Tanjungpinang. Pertemuan tersebut menjadi momentum mempererat hubungan masyarakat serumpun sekaligus memperkuat sinergi dalam pelestarian seni bela diri pencak silat sebagai bagian

Desmawati
DPRD Tegaskan Dukungan Penuh untuk KONI Sawahlunto, Bonus Atlet hingga Pembinaan Jadi Fokus Jelang Porprov Sumbar 2026

DPRD Tegaskan Dukungan Penuh untuk KONI Sawahlunto, Bonus Atlet hingga Pembinaan Jadi Fokus Jelang Porprov Sumbar 2026

Sawahlunto–Spektroom : Komitmen penuh terhadap kemajuan olahraga daerah ditunjukkan DPRD Kota Sawahlunto dengan menegaskan dukungan total kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Sawahlunto dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026. Dukungan tersebut mencakup pemenuhan kebutuhan persiapan kontingen hingga perhatian terhadap bonus bagi atlet peraih medali. Komitmen

Riswan Idris, Rafles
Polda Maluku Antar 7 Putra Daerah Lolos Akpol 2026, Siap Tempuh Pendidikan Calon Perwira .

Polda Maluku Antar 7 Putra Daerah Lolos Akpol 2026, Siap Tempuh Pendidikan Calon Perwira .

Ambon-Spektroom: Maluku kembali mengukir prestasi dalam mencetak sumber daya manusia unggul di lingkungan Polri. Sebanyak tujuh putra terbaik asal Maluku berhasil dinyatakan lulus dan terpilih pada Sidang Akhir Seleksi Tingkat Pusat Penerimaan Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026, dan selanjutnya akan mengikuti pendidikan pembentukan calon perwira Polri di Akademi

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru
Kurnala Beberkan Tiga Masalah Krusial Maluku, Pendidikan, Kesehatan dan Kuliah Kedokteran Jadi Sorotan

Kurnala Beberkan Tiga Masalah Krusial Maluku, Pendidikan, Kesehatan dan Kuliah Kedokteran Jadi Sorotan

Jakarta-Spektroom : Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Maluku, Wilhelm Danial Kurnala, membeberkan tiga persoalan yang dinilainya masih menjadi pekerjaan rumah besar Pemerintah Provinsi Maluku, yakni sistem pendidikan yang belum tertata, pelayanan kesehatan yang bermasalah, serta tingginya biaya pendidikan kedokteran bagi putra-putri daerah. Hal itu disampaikan Kurnala kepada wartawan usai mengikuti Bimbingan

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru