Wali Kota Ambon Ingatkan Bahaya Penyakit Kritis: Jaga Kesehatan, Lindungi Masa Depan Finansial Keluarga

Wali Kota Ambon Ingatkan Bahaya Penyakit Kritis: Jaga Kesehatan, Lindungi Masa Depan Finansial Keluarga
Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, berpose bersama usai saat membuka kegiatan Program Kesehatan dan Ketahanan Kota Ambon "Health and Financial Talk" di Lantai II Balai Kota Ambon. Rabu (05/08/2026)

Ambon-Spektroom : Pemerintah Kota Ambon mengajak masyarakat membangun kesadaran dengan menjaga kesehatan tidak hanya bertujuan memperpanjang usia, tetapi juga melindungi masa depan ekonomi keluarga dari ancaman penyakit kritis yang dapat menguras kemampuan finansial.

Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, saat membuka kegiatan Program Kesehatan dan Ketahanan Kota Ambon "Health and Financial Talk" yang digelar melalui kolaborasi Pemerintah Kota Ambon, Manulife Indonesia Agensi Phoenix Star, dan Rumah Sakit Siloam Ambon di Lantai II Balai Kota Ambon.

Menurut Wali Kota, kesehatan merupakan aset paling berharga yang sering kali baru disadari nilainya ketika seseorang jatuh sakit. Karena itu, masyarakat diminta mengubah pola pikir dari sekadar mengobati menjadi mencegah penyakit melalui pola hidup sehat serta pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Ia menegaskan, persoalan kesehatan tidak hanya berdampak pada kondisi fisik seseorang, tetapi juga dapat memicu persoalan ekonomi keluarga bahkan mengganggu keberlangsungan usaha. Ketika pencari nafkah utama mengalami penyakit kritis, kemampuan ekonomi keluarga berpotensi menurun drastis hingga terancam jatuh ke dalam kemiskinan.

"Karena itu, setiap keluarga perlu memiliki perencanaan kesehatan dan perlindungan finansial yang baik, terutama bagi mereka yang belum memiliki perlindungan kesehatan di luar program yang disediakan pemerintah," ujarnya.

Bodewin juga mengajak masyarakat menjadikan pemeriksaan kesehatan berkala sebagai bagian dari gaya hidup, bukan dilakukan ketika penyakit sudah muncul. Selain itu, para pelaku usaha diminta memperhatikan ketahanan bisnis terhadap risiko kesehatan yang dapat menimpa pemilik maupun tenaga kerja.

Ia mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan rumah sakit dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi langkah nyata untuk meningkatkan kualitas kesehatan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi warga.

Pemerintah Kota Ambon berharap program edukasi serupa terus berlanjut dengan melibatkan pemerintah, rumah sakit, perusahaan, organisasi profesi, komunitas bisnis, dan masyarakat sebagai bagian dari upaya membangun kota yang lebih sehat dan tangguh menghadapi berbagai tantangan.

Sementara itu, perwakilan Manulife Indonesia Agensi Phoenix Star, David Gozali, mengatakan banyak pelaku usaha telah menyusun strategi bisnis, target penjualan, hingga rencana ekspansi, namun masih mengabaikan risiko penyakit kritis dalam perencanaan mereka.

Menurutnya, pada banyak usaha keluarga maupun UMKM, pemilik usaha masih menjadi pusat seluruh pengambilan keputusan. Ketika pemilik harus menjalani operasi atau masa pemulihan dalam waktu lama, bisnis berisiko kehilangan arah karena tidak memiliki sistem maupun persiapan yang memadai.

Di sisi lain, kebutuhan keluarga tetap berjalan. Biaya hidup, pendidikan anak, cicilan, hingga operasional usaha tetap harus dipenuhi meski pemasukan menurun akibat kondisi kesehatan pemilik usaha.

David menekankan ada tiga aspek penting yang harus dipersiapkan masyarakat, yakni menjaga likuiditas keuangan keluarga, memastikan keberlangsungan operasional bisnis, serta memiliki perlindungan finansial terhadap risiko penyakit kritis. Ia mengajak masyarakat memahami kondisi keuangan, menghitung kebutuhan hidup, kewajiban usaha, serta kemampuan perlindungan yang dimiliki sebelum menentukan strategi perencanaan keuangan.

Melalui kegiatan tersebut, Manulife Indonesia bersama para mitra berharap masyarakat semakin sadar bahwa perencanaan kesehatan dan perlindungan finansial harus disiapkan sejak dini, sebelum risiko penyakit datang, sehingga keluarga maupun dunia usaha tetap memiliki ketahanan menghadapi masa-masa sulit. (EM)

Wali Kota Ambon Ingatkan Bahaya Penyakit Kritis: Jaga Kesehatan, Lindungi Masa Depan Finansial Keluarga

AMBON, – Pemerintah Kota Ambon mengajak masyarakat membangun kesadaran bahwa menjaga kesehatan tidak hanya bertujuan memperpanjang usia, tetapi juga melindungi masa depan ekonomi keluarga dari ancaman penyakit kritis yang dapat menguras kemampuan finansial.

Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, saat membuka kegiatan Program Kesehatan dan Ketahanan Kota Ambon "Health and Financial Talk" yang digelar melalui kolaborasi Pemerintah Kota Ambon, Manulife Indonesia Agensi Phoenix Star, dan Rumah Sakit Siloam Ambon di Lantai II Balai Kota Ambon.

Menurut Wali Kota, kesehatan merupakan aset paling berharga yang sering kali baru disadari nilainya ketika seseorang jatuh sakit. Karena itu, masyarakat diminta mengubah pola pikir dari sekadar mengobati menjadi mencegah penyakit melalui pola hidup sehat serta pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Ia menegaskan, persoalan kesehatan tidak hanya berdampak pada kondisi fisik seseorang, tetapi juga dapat memicu persoalan ekonomi keluarga bahkan mengganggu keberlangsungan usaha. Ketika pencari nafkah utama mengalami penyakit kritis, kemampuan ekonomi keluarga berpotensi menurun drastis hingga terancam jatuh ke dalam kemiskinan.

"Karena itu, setiap keluarga perlu memiliki perencanaan kesehatan dan perlindungan finansial yang baik, terutama bagi mereka yang belum memiliki perlindungan kesehatan di luar program yang disediakan pemerintah," ujarnya.

Bodewin juga mengajak masyarakat menjadikan pemeriksaan kesehatan berkala sebagai bagian dari gaya hidup, bukan dilakukan ketika penyakit sudah muncul. Selain itu, para pelaku usaha diminta memperhatikan ketahanan bisnis terhadap risiko kesehatan yang dapat menimpa pemilik maupun tenaga kerja.

Ia mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan rumah sakit dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi langkah nyata untuk meningkatkan kualitas kesehatan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi warga.

Pemerintah Kota Ambon berharap program edukasi serupa terus berlanjut dengan melibatkan pemerintah, rumah sakit, perusahaan, organisasi profesi, komunitas bisnis, dan masyarakat sebagai bagian dari upaya membangun kota yang lebih sehat dan tangguh menghadapi berbagai tantangan.

Sementara itu, perwakilan Manulife Indonesia Agensi Phoenix Star, David Gozali, mengatakan banyak pelaku usaha telah menyusun strategi bisnis, target penjualan, hingga rencana ekspansi, namun masih mengabaikan risiko penyakit kritis dalam perencanaan mereka.

Menurutnya, pada banyak usaha keluarga maupun UMKM, pemilik usaha masih menjadi pusat seluruh pengambilan keputusan. Ketika pemilik harus menjalani operasi atau masa pemulihan dalam waktu lama, bisnis berisiko kehilangan arah karena tidak memiliki sistem maupun persiapan yang memadai.

Di sisi lain, kebutuhan keluarga tetap berjalan. Biaya hidup, pendidikan anak, cicilan, hingga operasional usaha tetap harus dipenuhi meski pemasukan menurun akibat kondisi kesehatan pemilik usaha.

David menekankan ada tiga aspek penting yang harus dipersiapkan masyarakat, yakni menjaga likuiditas keuangan keluarga, memastikan keberlangsungan operasional bisnis, serta memiliki perlindungan finansial terhadap risiko penyakit kritis. Ia mengajak masyarakat memahami kondisi keuangan, menghitung kebutuhan hidup, kewajiban usaha, serta kemampuan perlindungan yang dimiliki sebelum menentukan strategi perencanaan keuangan.

Melalui kegiatan tersebut, Manulife Indonesia bersama para mitra berharap masyarakat semakin sadar bahwa perencanaan kesehatan dan perlindungan finansial harus disiapkan sejak dini, sebelum risiko penyakit datang, sehingga keluarga maupun dunia usaha tetap memiliki ketahanan menghadapi masa-masa sulit.(EM)

Berita terkait

Lima Mahasiswa UMJ, Lima Gelar Juara: Ketika Keringat dan Perjuangan Berbuah Prestasi

Lima Mahasiswa UMJ, Lima Gelar Juara: Ketika Keringat dan Perjuangan Berbuah Prestasi

Jakarta-Spektroom : Gemuruh pertandingan di GOR Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada akhir Agustus lalu menjadi saksi perjuangan para atlet muda dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Di tengah persaingan karate yang mempertemukan atlet dari berbagai daerah, lima mahasiswa UMJ tampil gemilang. Mereka bukan sekadar ikut bertanding, tetapi pulang membawa lima gelar Juara

Irvan Idris Saleh, Julianto