Wali Kota Ambon Tegas: SPMB Harus Bersih, Siswa Tawuran Siap Dikeluarkan dari Semua Sekolah

Wali Kota Ambon Tegas: SPMB Harus Bersih, Siswa Tawuran Siap Dikeluarkan dari Semua Sekolah
Walikota Ambon, Bodewin Wattimena memberikan arahan kepada para kepala sekolah, di Pemkot Ambon, Rabu (20/5/2026). (Foto Eva. M/Spektroom)

Ambon -Spektroom : Pemerintah Kota Ambon menegaskan komitmennya memastikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) berjalan bersih, transparan, dan bebas dari segala bentuk intervensi maupun praktik titipan.

Dalam arahannya kepada para kepala sekolah, Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena menekankan bahwa seluruh proses penerimaan siswa baru wajib mengikuti aturan dan mekanisme yang berlaku demi menjamin keadilan bagi seluruh masyarakat.

Menurutnya, penandatanganan pakta integritas dalam pelaksanaan SPMB menjadi simbol komitmen bersama untuk menghadirkan proses seleksi yang objektif, akuntabel, dan tidak diskriminatif.
“Tidak boleh lagi ada titipan, tidak boleh ada pesan-pesan khusus meminta anak tertentu diloloskan. Semua sekolah harus dipandang sama, dan semua siswa harus mendapatkan kesempatan yang adil,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pola pikir masyarakat yang selama ini hanya memusatkan pilihan pada sejumlah sekolah favorit tertentu. Pemerintah, kata dia, terus mendorong pemerataan kualitas pendidikan agar seluruh sekolah di Ambon mampu memberikan layanan pendidikan terbaik.

Selain soal penerimaan siswa baru, Wali Kota turut melontarkan peringatan keras terhadap maraknya aksi tawuran pelajar yang dinilai mencoreng dunia pendidikan Kota Ambon.
Ia menyinggung video viral yang memperlihatkan siswa SMP terlibat perkelahian brutal sambil mengenakan seragam sekolah. Perilaku tersebut disebut sebagai tindakan barbar yang tidak bisa ditoleransi.

“Kepala sekolah jangan takut bertindak. Panggil orang tua, lakukan pembinaan. Tapi kalau sudah tidak bisa dibina, keluarkan. Dan yang dikeluarkan jangan diterima lagi di seluruh sekolah di Kota Ambon,” ujarnya tegas.

Menurutnya, sekolah bukan hanya tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan disiplin. Karena itu, setiap kepala sekolah diminta bertanggung jawab penuh terhadap perilaku peserta didik dilingkungan pendidikan masing-masing.

Aturan tanpa kompromi demi menciptakan lingkungan belajar yang aman, tertib, dan bermartabat.
Dengan langkah tegas ini, Pemkot Ambon berharap pelaksanaan SPMB tahun ini dapat berjalan jujur dan profesional, sekaligus menjadi momentum memperbaiki budaya disiplin di kalangan pelajar. (EM)

Berita terkait

Akademisi UMP Soroti Penahanan Wartawan Indonesia di Misi Global Sumud Flotilla 2.0

Akademisi UMP Soroti Penahanan Wartawan Indonesia di Misi Global Sumud Flotilla 2.0

Palangka Raya-Spektroom : Akademisi Ilmu Komunikasi FISIPADKOM Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, Srie Rosmilawati, M.I.Kom menilai tindakan pencegatan dan penahanan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 oleh militer Israel merupakan persoalan serius yang menyentuh aspek kemanusiaan, kebebasan pers, dan hak publik memperoleh informasi objektif dari wilayah konflik. Menurutnya, kehadiran tiga

Polin, Rafles
Aturan PUPR Jadi Kendala, Pemkab Agam Kaji Ulang Proyek Flyover Padang Luar.

Aturan PUPR Jadi Kendala, Pemkab Agam Kaji Ulang Proyek Flyover Padang Luar.

Agam-Spektroom : Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, tengah melakukan kajian mendalam terkait keberlanjutan proyek pembangunan jalan layang (flyover) di kawasan Pasar Padang Luar. Kajian itu dilakukan setelah muncul aturan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang melarang adanya aktivitas publik di bawah struktur flyover. Bupati Agam, Benni Warlis, mengatakan

Wiza Andrita, Rafles