Trending

Wali Kota Buka Festival Bulan Bahasa Rangkaian Hari Pelindung Sekolah Santa Theresia Ternate

Wali Kota Buka Festival Bulan Bahasa Rangkaian Hari Pelindung Sekolah Santa  Theresia Ternate
Wali Kota Ternate H. M. Tauhid Soleman saat membuat Festival Bulan Bahasa Rangkaian Hari Pelindung Sekolah Santa Theresia Ternate (Foto:Spektroom/Humas Koter)

Ternate-Spektroom : SD Katolik Santa Theresia Ternate menggelar Hari Perlindung Sekolah Santa Theresia dirangkaikan dengan Festival Bulan Bahasa 2026 yang dibuka Wali Kota Ternate H. M. Tauhid Soleman dipusatkan di SD Katolik Santa Theresia Ternate, Sabtu (3/10/2026).

Pembukaan kegiatan yang ditandai dengan pemukulan gong itu bertema Berbahasa, Berkarya, Bersatu : Merawat Bahasa, Mengakar pada Budaya, Menginspirasi Dunia, dihadiri Sekretaris Komisi III DPRD Kota Ternate, Bilhan Gamaliel, Jajaran Dinas Pendidikan, Sekretaris PGRI Kota Ternate dan Kepala SD Katolik Santa Theresia Pastor Titus Raphael, para guru dan orang tua siswa.

Wali Kota Ternate H. M. Tauhid Soleman atas nama Pemerintah Kota Ternate memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Yayasan Pendidikan Katolik Santa Theresia Keuskupan Amboina Perwakilan Maluku Utara, khususnya keluarga besar Sekolah Santa Theresia, yang terus berkomitmen  menyelenggarakan pendidikan serta membangun karakter generasi muda di Kota Ternate.

Menurutnya, kegiatan Festival Bulan Bahasa bukan hanya sekadar untuk menampilkan kemampuan membaca, menulis, berpidato, maupun berkreasi melalui karya sastra, namun kegiatan ini merupakan ruang untuk menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa, memperkuat kemampuan berkomunikasi, serta membangun keberanian dan kreativitas peserta didik.

“Melalui Festival ini saya berharap anak-anak kita tidak hanya mampu menguasai bahasa Indonesia dengan baik dan benar, tetapi juga menghargai bahasa daerah sebagai bagian dari kekayaan budaya Ternate dan Maluku Utara, serta mempelajari bahasa asing untuk menghadapi perkembangan dunia,” harap Tauhid.

Kemampuan berbahasa di era kemajuan teknologi dan informasi, harus disertai dengan kemampuan berpikir kritis, etika berkomunikasi, dan kebijaksanaan dalam menggunakan media digital, sehingga dapat menggunakan bahasa sebagai sarana untuk membangun, bukan memecah belah.

Peringatan Hari Pelindung Sekolah Santa Theresia juga menjadi momentum untuk merefleksikan nilai-nilai keteladanan, kepedulian, kasih, dan pelayanan yang dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. "Nilai-nilai keteladanan, kepedulian, kasih, dan pelayanan, hendaknya menjadi bagian dari pendidikan karakter yang ditanamkan kepada setiap peserta didik, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat," ujar Tauhid.

Pemerintah Kota Ternate kata Wali Kota akan terus mendorong terwujudnya sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing melalui semangat Ternate Berkualitas. Upaya ini tentu membutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh pihak, termasuk sekolah, yayasan pendidikan, orang tua, dan masyarakat.

“Kepada anak-anakku sekalian, agar dapat manfaatkanlah festival ini untuk menunjukkan kemampuan terbaik kalian. Jangan takut mencoba, jangan malu untuk belajar, dan jangan pernah berhenti membaca serta berkarya,” ucapnya. Sementara Kepala SD Katolik Santa Theresia Pastor Titus Rahael menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bapak Walikota sekaligus mendukung kegiatan yang dilaksanakan ini.

Melalui kegiatan ini akan dapat meningkatkan kemampuan para siswa dalam menjaga dan mencintai bahasa Indonesia sekaligus juga melestarikan bahasa daerah.

Berita terkait

Cak Imin Tekankan Pentingnya Pemberdayaan Ekonomi Pesantren serta Transformasi Kelembagaan

Cak Imin Tekankan Pentingnya Pemberdayaan Ekonomi Pesantren serta Transformasi Kelembagaan

Banjarbaru - Spektroom: Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar atau kerap disapa Cak Imin, mendorong pondok pesantren menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat dan penanggulangan kemiskinan. Upaya ini dilakukan dengan mengembangkan ekosistem ekonomi yang tumbuh di lingkungan pesantren agar lebih produktif dan dapat direplikasi di masyarakat sekitar. Hal itu

Junaidi, Anggoro AP
Festival Legu Taranoate Berakhir, Gubernur Malut Dorong Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif

Festival Legu Taranoate Berakhir, Gubernur Malut Dorong Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif

Ternate-Spektroom : Festival Legu Taranoate Kesultanan Ternate tidak hanya menjadi ruang pelestarian seni dan budaya, tetapi juga berpotensi menggerakkan ekonomi kreatif masyarakat. Pemerintah Provinsi Maluku Utara berharap festival tersebut dapat dikembangkan menjadi agenda tahunan dengan durasi lebih panjang agar manfaatnya dirasakan secara berkelanjutan. Festival yang menghadirkan beragam atraksi seni dan

Samin Hamudu, Bian Pamungkas