Wali Kota Depok Bantu Rp100 Juta Untuk Pembangunan Gereja HKBP Depok 1

Wali Kota Depok Bantu Rp100 Juta Untuk Pembangunan Gereja HKBP Depok 1
Walikota Depok saat pelaksanaan Ground Breaking pembangunan Gereja HKBP di Depok Jaya 8 (foto: Humas)

Depok-Spektroom : Walikota Depok Supin Suri berharap, pembangunan gereja HKGP dapat menjadi sarana untuk memperkuat pelayanan kepada umat sekaligus memperkokoh nilai-nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Kota Depok.

"Penting untuk terus melahirkan generasi-generasi hebat yang mencintai agamanya, mencintai bangsanya, dan mencintai sesamanya. Semangat kebersamaan ini yang menjadi modal besar dalam membangun Kota Depok," ujar Supian Suri pada pelaksanaan Ground Breaking pembangunan Gereja HKBP di Depok Jaya, Jumat (5/6/2026).

Wali Kota juga mengungkapkan optimismenya terhadap proses pembangunan Gereja HKBP Depok 1 yang direncanakan berlangsung dalam dua tahap. Tahap pertama ditargetkan selesai dalam waktu sekitar 10 bulan sebelum dilanjutkan ke tahap berikutnya.

"Mudah-mudahan pembangunan dapat berjalan lancar dan cepat selesai sehingga seluruh jemaat HKBP Depok 1 dapat segera menikmati dan beribadah di gereja yang baru," katanya.

Sementara itu Heberld Manalu Ketua Panitia Pembangunan menjelaskan kepada wartawan, Pembangunan gedung baru Gereja HKBP Depok I terus berjalan secara bertahap. Manalu, mengatakan proses perizinan pembangunan gereja pada masa kepemimpinan Wali Kota Depok, Supian Suri, berjalan dengan baik dan mendapat dukungan dari pemerintah daerah.

Menurut Manalu, pembangunan dilakukan di lokasi gereja yang sudah lama berdiri sehingga proses administrasi dan perizinan relatif lebih mudah selama seluruh persyaratan dipenuhi.

“Justru sangat mudah sekali sepanjang semua persyaratan terpenuhi. Ini lokasi gereja lama yang direnovasi. Di kawasan ini sudah ada beberapa bangunan gereja dan pembangunan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya usai kegiatan ground breaking pembangunan Gereja HKBP Depok I.

Ia menjelaskan pembangunan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama ditargetkan selesai dalam waktu 10 bulan dengan pembangunan lantai satu dan lantai dua. Lantai satu akan difungsikan sebagai area parkir, sedangkan lantai dua digunakan untuk perkantoran dan berbagai kegiatan pelayanan gereja.

Sedangkan, pembangunan lantai tiga yang akan menjadi ruang ibadah utama akan dilakukan pada tahap kedua. Tahap tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu tahun, bergantung pada ketersediaan dana pembangunan.

“Karena keterbatasan dana, pembangunan kami lakukan dua tahap. Jika dana sudah tersedia, tahap kedua bisa segera dilaksanakan,” katanya.

Selama proses pembangunan berlangsung, kegiatan ibadah jemaat tetap berjalan dengan memanfaatkan ruang serbaguna dan bangunan sementara yang berada di area kompleks gereja.

Manalu mengungkapkan kebutuhan dana pembangunan tahap pertama mencapai sekitar Rp21 miliar. Karena itu, ia mengajak seluruh jemaat untuk terus menjaga kebersamaan dan semangat gotong royong dalam mendukung pembangunan rumah ibadah tersebut.

Berita terkait