Wali Kota Sawahlunto Hadiri Wisuda Tahfidz MTsN 2, Cetak Generasi Qurani dan Berprestasi Hingga Tingkat Internasional

Wali Kota Sawahlunto Hadiri Wisuda Tahfidz MTsN 2, Cetak Generasi Qurani dan Berprestasi Hingga Tingkat Internasional
Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra (Foto: Humas MTsN.2 Swl)

Sawahlunto–Spektroom : MTsN 2 Kota Sawahlunto kembali menegaskan eksistensinya sebagai madrasah unggulan di Sumatera Barat melalui pelaksanaan Wisuda Tahfidz Quran Angkatan VII Tahun 2026 yang dirangkai dengan perpisahan siswa kelas IX, Selasa (19/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung meriah dan penuh haru itu dihadiri langsung oleh Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra, S.IP, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sawahlunto Dr. H. Zulkifli, S.Ag, M.M, jajaran Kemenag Sumbar, para guru, orang tua siswa, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Kepala MTsN 2 Kota Sawahlunto, Tatis Arni, S.Ag, M.Pd, menegaskan komitmen madrasah dalam membangun generasi Qurani melalui berbagai program unggulan, terutama program tahfidz Al-Qur’an.

Menurutnya, program tersebut diperkuat dengan pembiasaan ibadah sehari-hari seperti shalat dhuha dan dzuhur berjamaah di lingkungan madrasah.

“Alhamdulillah hingga saat ini sudah lahir sekitar 700 hafidz dan hafidzah dari MTsN 2 Kota Sawahlunto. Kita akan terus mencetak generasi penghafal Al-Qur’an demi terbangunnya masyarakat yang madani,” ujarnya.

Tak hanya unggul dalam pendidikan agama, MTsN 2 Sawahlunto juga mencatat berbagai prestasi akademik dan non akademik di tingkat nasional hingga internasional. Beberapa capaian yang disampaikan di antaranya siswa lolos ke Universitas Gadjah Mada (UGM), juara 1 Olimpiade Sains Nasional (OSN), finalis Kompetisi Sains Madrasah Indonesia (KOSMI) UGM 2024, hingga peraih medali perak lomba Bahasa Inggris tingkat internasional.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sawahlunto, Dr. H. Zulkifli, S.Ag, M.M, memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kemajuan madrasah tersebut, mulai dari tenaga pendidik hingga orang tua siswa.

Ia menilai program tahfidz menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi muda yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan akademik dan kekuatan moral keagamaan.

“Jangan berhenti pada wisuda hari ini saja. Terus jaga hafalan, tingkatkan akhlak, dan jadilah generasi yang membawa manfaat bagi agama, bangsa, dan daerah,” pesan Zulkifli kepada para wisudawan.

Sementara itu, Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra, S.IP mengaku bangga atas berbagai capaian yang berhasil ditorehkan MTsN 2 Sawahlunto. Ia menyebut keberhasilan madrasah tersebut menjadi motivasi sekaligus tantangan bagi sekolah negeri lainnya di Kota Sawahlunto untuk terus berkembang dan berprestasi.

“Perjalanan adik-adik masih panjang. Semoga nantinya ada Wali Kota Sawahlunto yang lahir dari MTsN 2,” ujar Riyanda disambut tepuk tangan para hadirin.

Suasana semakin hangat ketika Wali Kota menutup sambutannya dengan pantun perpisahan yang mengundang haru para siswa dan guru.

"Halaman sekolah tempat berbagi kisah,
ramai cerita setiap harinya,
walau kita harus berpisah,
MTsN 2 tetap di hati selamanya."

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Barat, Mustafa, turut menekankan pentingnya inovasi dan konsistensi dalam pengembangan madrasah.

Ia menilai seluruh prestasi yang diraih MTsN 2 Sawahlunto tidak terlepas dari komitmen bersama antara guru, komite sekolah, dan orang tua siswa.

Mustafa juga mengapresiasi penerapan konsep ekoteologi di lingkungan madrasah serta mengingatkan para wisudawan agar terus menjaga hafalan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“Wisuda ini bukan akhir perjalanan, tetapi awal untuk terus dekat dengan Al-Qur’an dan menjaga hafalan dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Pelaksanaan Wisuda Tahfidz VII MTsN 2 Sawahlunto tersebut menjadi simbol keberhasilan madrasah dalam melahirkan generasi muda yang religius, berkarakter, dan kompetitif di tengah tantangan pendidikan modern. Dengan capaian yang terus meningkat, MTsN 2 Sawahlunto dinilai semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu madrasah berprestasi di Sumatera Barat. (Ris1)

Berita terkait

Jembatan Baru, Harapan Baru Warga Lipat Gunting di Pedalaman Ketapang

Jembatan Baru, Harapan Baru Warga Lipat Gunting di Pedalaman Ketapang

Ketapang-Spektroom: Bagi warga Dusun Lipat Gunting, Desa Suak Burung, Kecamatan Manis Mata, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, sebuah jembatan bukan sekadar bangunan yang menghubungkan dua sisi wilayah. Jembatan Gantung Lipat Gunting kini menjadi penghubung aktivitas sehari-hari sekaligus membuka harapan baru bagi masyarakat yang selama ini membutuhkan akses lebih mudah untuk menjalankan

Apolonius Welly, Rafles
Wawako Jeffry: Sawahlunto Punya Hektaran Lahan Nganggur Siap Jadi Kampus Raksasa Operator Excavator Bersertifikat!

Wawako Jeffry: Sawahlunto Punya Hektaran Lahan Nganggur Siap Jadi Kampus Raksasa Operator Excavator Bersertifikat!

Sawahlunto-Spektroom : Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah mendampingi Menteri Ketenagakerjaan RI Prof. Yassierly meninjau Satuan Pelayanan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Satpel PVP) Sawahlunto di Parambahan, Kecamatan Talawi, Sabtu (26/9/2026). Kunjungan tersebut fokus pada penguatan fasilitas pelatihan vokasi untuk menyiapkan tenaga kerja terampil dan bersertifikat yang siap bersaing di

Riswan Idris, Rafles
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad: Penguasaan Kelas dan Materi adalah Kunci dalam Mengajar

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad: Penguasaan Kelas dan Materi adalah Kunci dalam Mengajar

Batam–Spektroom : Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mendorong guru Al-Qur’an terus meningkatkan kompetensi dan kreativitas dalam mengajar agar mampu mengikuti perkembangan zaman. Menurutnya, penguasaan kelas, pemahaman psikologi peserta didik, serta kemampuan memanfaatkan teknologi menjadi bagian penting dalam menciptakan pembelajaran yang menarik dan inklusif. Hal itu ditegaskan Amsakar ketika membuka

Desmawati, Rafles
Lulusan Polteka Mangunwijaya Diingatkan Tak Mudah Menyerah Hadapi Dunia Kerja

Lulusan Polteka Mangunwijaya Diingatkan Tak Mudah Menyerah Hadapi Dunia Kerja

Semarang-Spektroom : Kelulusan bukan garis akhir bagi mahasiswa Politeknik Katolik (Polteka) Mangunwijaya Semarang. Justru setelah meninggalkan bangku kuliah, para lulusan akan menghadapi tantangan yang menuntut kompetensi sekaligus mentalitas yang kuat. Pesan itu disampaikan Direktur Polteka Mangunwijaya Semarang, Dr. Yohanes Yupilustanaji A., M.Hum., saat Wisuda ke-9 dan Angkat Sumpah Tahun Akademik

Y.Bambang Triyono, Bian Pamungkas
ссс