Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra Resmi Dilantik Jadi Ketua DPC HKTI Sawahlunto Periode 2026-2031
Padang--Spektroom : Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kota Sawahlunto periode 2026-2031.
Pelantikan berlangsung pada Selasa, 1 September 2026 di Aula Kantor Gubernur Sumatera Barat, Padang. Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Harian Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI, Prof. Dr. Andi Muhammad Syakir.
Dalam kepengurusan tersebut, Riyanda Putra didampingi Sekretaris Aulia Pramadihka dan Bendahara Panji Rangga Warman.
Pelantikan ini merupakan bagian dari agenda pelantikan serentak 18 DPC HKTI Kabupaten/Kota se-Sumatera Barat. Acara turut dihadiri Wakil Ketua Bidang OKK DPN HKTI Sonny Soerojo Junior, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Barat, Ketua Pemuda Tani Indonesia Sumbar Ade Putra, Ketua Wanita Tani Indonesia Sumbar, serta Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota se-Sumatera Barat.
Usai dilantik, Riyanda Putra menyampaikan komitmennya untuk membawa HKTI Sawahlunto menjadi motor penggerak kesejahteraan petani.
"Amanah sebagai Ketua DPC HKTI Kota Sawahlunto adalah tanggung jawab besar. Sawahlunto memang dikenal sebagai Kota Tambang, namun potensi pertaniannya sangat besar untuk menopang ekonomi kerakyatan. Kami di HKTI akan menjadi jembatan antara petani dengan pemerintah, memastikan program pertanian tepat sasaran," ujar Riyanda Putra.
Ia menegaskan akan fokus pada penguatan kelembagaan petani, regenerasi petani muda, dan hilirisasi produk pertanian lokal.
"Sinergi antara Pemko Sawahlunto dan HKTI harus konkret. Kita akan dorong petani kita tidak hanya menanam, tapi juga mengolah dan memasarkan. Petani Sawahlunto harus sejahtera dan berdaya saing," tegasnya.
HKTI merupakan organisasi tani nasional yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani dan mendukung kebijakan pembangunan pertanian berkelanjutan. Melalui jabatan ini, Riyanda Putra diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku pertanian di Kota Sawahlunto. (Ris1)