Walikota Ambon Mengukuhkan Sanggar Seni Tamariska, Siapkan Generasi Muda Jadi Garda Budaya Ambon

Walikota Ambon Mengukuhkan Sanggar Seni Tamariska, Siapkan Generasi Muda Jadi Garda Budaya Ambon
Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, mengukuhkan Sanggar Seni dan Budaya Tamariska di Gedung Katolik Center, Ambon, Kamis (19/2/2026). Foto Eva.m

Spektroom – Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, mengukuhkan Sanggar Seni dan Budaya Tamariska di Gedung Katolik Center, Ambon, Kamis (19/2/2026). Pengukuhan ini menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kota Ambon memperkuat identitas budaya sekaligus menekan perilaku negatif di kalangan generasi muda.

Pengukuhan dilakukan melalui Surat Keputusan Nomor 430/1547/Sekot tertanggal 19 Februari 2026. Dalam keputusan tersebut, Wali Kota menetapkan pembina, penasihat, ketua, sekretaris, dan bendahara sanggar, yang resmi menjalankan tugas sejak dikukuhkan.

Salah satu penampilan seni yang ditampilkan oleh anggota sanggar seni budaya Tamariska. (Foto : Eva.M ).

Turut hadir Ketua TP PKK Kota Ambon Ny. Lisa Wattimena, Kepala Dinas PUPR Melianus Latuihamalo, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Richard Luhukay, serta Direktur Perumda Tirta Yapono Piet Saimima.

Dalam sambutannya, Wattimena menegaskan pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam memajukan kebudayaan. Komunitas dan kelompok masyarakat, kata dia, menjadi ujung tombak pelestarian seni yang telah diwariskan turun-temurun.

Ambon, lanjutnya, telah mendapat pengakuan dunia sebagai UNESCO Creative City of Music. Status itu bukan sekadar kebanggaan, tetapi tanggung jawab untuk menjaga, mengembangkan, dan mewariskan budaya kepada generasi berikutnya.

Ia menekankan, pariwisata Ambon tidak cukup hanya mengandalkan keindahan pantai dan gunung. Daya tarik utama harus diperkuat dengan atraksi seni dan budaya khas yang tidak dimiliki daerah lain.

“Daerah lain punya pantai, punya gunung. Tapi tidak semua punya identitas budaya seperti Ambon,” ujarnya.

Wattimena menyoroti pentingnya sanggar sebagai ruang pembinaan anak muda. Menurutnya, aktivitas seni dapat menjadi benteng dari ancaman narkoba, minuman keras, tawuran, hingga balap liar yang marak di kalangan remaja.

Pemerintah Kota Ambon bahkan telah mendorong setiap desa dan kelurahan membentuk minimal satu sanggar seni budaya. Tamariska menjadi sanggar kedua yang dikukuhkan secara resmi dalam periode ini.

Ia berharap Sanggar Tamariska tidak hanya aktif menggelar latihan, tetapi juga mampu mencetak generasi muda yang terampil di bidang musik, tari, dan seni pertunjukan lainnya. Dengan demikian, budaya Ambon tetap hidup, sekaligus memberi nilai tambah bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif kota ini.(EM)

Berita terkait

Gubernur Buka Peluang Maluku Jadi Pusat Ekosistem Keselamatan Pelayaran Timur Indonesia

Gubernur Buka Peluang Maluku Jadi Pusat Ekosistem Keselamatan Pelayaran Timur Indonesia

Jakarta–Spektroom : Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Sadali Ie, mewakili Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, memberikan sambutan dalam acara Pelantikan Dewan Pengurus Nasional Perkumpulan Pengusaha Alat Keselamatan Pelayaran Indonesia (DPN PPAKPI) Periode 2026-2029, yang berlangsung di Ballroom GIIA Hotel, Jakarta, Rabu (16/9/2026). Dalam sambutan Gubernur yang dibacakan Sadali Ie, disampaikan

Eva Moenandar, Rafles
AFI Revitalisasi PAUD dan Posyandu Seroja 2, Dukung Tumbuh Kembang Anak di Bogor

AFI Revitalisasi PAUD dan Posyandu Seroja 2, Dukung Tumbuh Kembang Anak di Bogor

Bogor-Spektroom : PT AXA Financial Indonesia (AFI) melalui program AFI Berbagi bersama Yayasan Anugerah Semesta Nusantara merevitalisasi fasilitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Seroja 2 di Kelurahan Kebon Kalapa, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Revitalisasi tersebut ditujukan untuk mendukung akses pendidikan usia dini, layanan kesehatan dasar,

Irvan Idris Saleh, Rafles
ссс