Walikota Depok: Jika Pengurus Koperasi Merah Putih Tak Siap, Silahkan Mundur
Depok-Spektroom : Walikota Depok Supian Suri menegaskan tujuan utama pendirian Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) adalah untuk meningkatkan kesejahteraan warga.
Hal itu disampaikannya saat Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi Pola Kemitraan KKMP Kota Depok Tahun 2026 di Aula Lantai 10 Gedung Baleka II, Balai Kota Depok Rabu (28/10/2026).
Supian mengatakan seluruh pengurus koperasi harus memiliki keyakinan yang sama bahwa koperasi hadir bukan untuk kepentingan lain, melainkan untuk mensejahterakan anggota dan masyarakat di masing-masing kelurahan.

"Bagaimana warganya menjadi sejahtera, ini yang harus kita yakini. Tujuan awalnya koperasi bukan apa-apa, pengen warga sejahtera. Itu yang pertama yang harus kita tekankan," ujar Supian.
Ia menyampaikan terima kasih kepada para lurah dan aparatur kelurahan yang selama ini memberikan pendampingan bagi koperasi merah putih di wilayahnya. Apresiasi juga diberikan kepada pengurus koperasi yang masih bersemangat mengoperasionalkan koperasi meski menghadapi banyak kendala.
"Pasti akan banyak tantangan, dinamika, dan kendala. Tetapi inilah bagian dari perjuangan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Supian mengingatkan agar pengurus tidak menganggap sepele amanah yang diberikan. Ia menegaskan jabatan sebagai pengurus koperasi maupun sebagai pendamping dari kelurahan adalah takdir dan amanah yang harus disyukuri dengan kerja maksimal.
"Jangan menganggap tidak berarti takdir yang Tuhan berikan kepada bapak dan ibu semua. Kalau tidak berangkat dari sana, bapak dan ibu akan mengukur katanya digaji, ada ini ada itu, hari ini ternyata tidak ada," tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Walikota membuka opsi pengunduran diri bagi pengurus yang merasa tidak sanggup. Hal yang sama berlaku bagi lurah atau kasih kelurahan yang bertugas melakukan pendampingan.
"Saya sampaikan khususnya buat para ketua Koperasi Merah Putih, kalau memang merasa tidak sanggup, tidak siap, silakan tidak apa-apa mengundurkan diri. Kami akan cari orang-orang yang memang siap untuk koperasi ini. Begitu juga dengan para lurah, silakan mengundurkan diri, akan segera saya ganti," ujarnya.
Supian juga mengapresiasi pengurus koperasi yang telah membangun kemitraan dengan Bulog dan Indogrosir. Ia menekankan kemitraan tidak tertutup hanya dengan dua mitra tersebut, melainkan terbuka dengan mitra lain yang ingin bergabung.
Ia meminta pengurus untuk memperkuat barisan anggota dan melihat peluang usaha sesuai potensi masing-masing kelurahan. Salah satu peluang yang disorot adalah sinergi dengan program budidaya cabai di tingkat RW.
"Kita punya program budidaya cabai di RW masing-masing dengan alokasi anggaran dana RW Rp10 juta. Kalau satu kelurahan ada 10 RW, sudah ada Rp100 juta untuk budidaya cabai. Ini bisa disinergikan dengan Koperasi Merah Putih," katanya.
Terkait kendala lahan gerai, Supian mengakui Pemkot Depok menghadapi keterbatasan aset bersertifikat. Dari 9.000 aset Pemkot Depok, baru sekitar 1.500 yang sudah bersertifikat. Banyak aset peninggalan Kabupaten Bogor yang belum dilengkapi sertifikat.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Agrinas, kami coba ikhtiarkan titik-titik lain yang masih memungkinkan. Kami yakinkan bahwa itu memang aset pemerintah kota Depok," jelasnya.
Terakhir, Supian meminta Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) Kota Depok untuk tidak hanya melakukan evaluasi sekali, tetapi menggelar rapat koordinasi secara rutin sebulan sekali dengan mengundang para ketua dan pengurus koperasi.
"Saya minta sebulan sekali kita bisa lakukan rakor, mendengarkan apa yang menjadi harapan dan kendalanya. Mudah-mudahan ini menjadi bagian semangat agar Koperasi Merah Putih di Depok bisa maju dan meningkatkan kesejahteraan para anggotanya," tutupnya.(wis).