Walikota Respati Ardi : Solo Ibukota Disabilitas

Walikota Respati Ardi : Solo Ibukota Disabilitas
Saat Membuka Walk For Autism Di Puro Mangkunegaram Solo, Walikota Respati Ardi Mempertegas Tekad Solo Sebagai Ibu Kota Disabilitas ( Minggu, 12/04/2026, Dan )

Solo - Spektroom : Pemerintah Kota Surakarta bertekad, memberikan ruang aman dilengkapi fasilitas yang memadai untuk penyandang disabilitas.

Dengan tekad disampaikan, Walikota Solo Respati Ardi saat membuka kegiatan Walk For Autism ( Minggu, 12/04/2026 ) di Puro Mangkunegaran yang mempertegas Visi Solo sebagai Ibukota Disabilitas, sehingga terus berupaya menjadikan dan mewujudkan sebagai kota yang ramah dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Lebih lanjut Respati menjelaskan komitmennya bukan sekadar slogan, melainkan visi jangka panjang untuk memposisikan Solo sebagai "Ibukota Disabilitas", sehingga seluruh fasilitas sosial, mulai dari sarana pendidikan hingga pusat perbelanjaan, wajib memenuhi standar aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.

Keberadaan fasilitas merupakan bagian dari upaya menciptakan ekosistem kota yang setara bagi siapa pun yang tinggal maupun berkunjung ke Solo.

"Kami canangkan kemarin dari rekan-rekan disabilitas Solo itu, bahwa ini adalah ibukotanya disabilitas. Kota ini ke depan akan sangat inklusif dan kota yang kita ciptakan bersama untuk siapapun," ujar Respati Ardi.

Sebagai wujud ibukota disabilitas, di sektor pendidikan, Pemerintah Kota Surakarta telah menyediakan Pusat Layanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusif (PLDPI) yang fokus pada penyediaan pendamping khusus bagi siswa yang memiliki kebutuhan luar biasa agar tetap mendapatkan hak pendidikan yang berkualitas.

Dukungan terhadap atlet National Paralympic Committe (NPC) juga terus diperkuat karena Solo dikenal sebagai pusat pembinaan atlet disabilitas berprestasi.

Selain fasilitas, regulasi hukum juga telah ditegakkan melalui Peraturan Daerah (Perda) yang mewajibkan sektor swasta terlibat aktif dalam isu inklusivitas, dimana setiap tempat usaha untuk menerima setidaknya satu persen tenaga kerja dari kalangan disabilitas.

Langkah konkret ini diharapkan mampu membuka peluang ekonomi yang lebih adil bagi warga berkebutuhan khusus.

"Kami ada Perda yang mewajibkan tempat usaha satu persen menerima rekan-rekan disabilitas dan lain-lain. Dan ini tentunya menjadi semangat bersama kita untuk terus maju," kata Respati menambahkan.

Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga predikat Solo sebagai kota yang memanusiakan manusia. (Dan)

Berita terkait

Pangdam XV/Pattimura Luncurkan Program Emas Hijau, Tanam Sejuta Pohon Sukun Perkuat Ketahanan Pangan

Pangdam XV/Pattimura Luncurkan Program Emas Hijau, Tanam Sejuta Pohon Sukun Perkuat Ketahanan Pangan

Ambon-Spektroom : Kodam XV/Pattimura kembali memperkuat komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung ketahanan pangan melalui penanaman pohon sukun secara masif. Kegiatan Launching Penanaman Sejuta Pohon Sukun ini digelar di kawasan Bukit Paralayang, Ambon, pada Jumat (31/7/2026). Kegiatan penanaman ini dilaksanakan serentak di jajaran Kodam XV/Pattimura. Acara

Eva Moenandar, Julianto
Pemkot Jayapura Bekali Pengetahuan Pelaku UMKM Dengan Pelatihan Teknologi Digital

Pemkot Jayapura Bekali Pengetahuan Pelaku UMKM Dengan Pelatihan Teknologi Digital

Jayapura-Spektroom : Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM setempat membekali pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki kekerampilan mengusai teknologi digital untuk meningkatkan daya saing produk dalam dunia usaha. Asisten II Bidang Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Jayapura Abdul Majid mengatakan peningkatan kesejahteraan

Anthonius Teniwut, Julianto
ссс