Walk For Autism, Libatkan 1.000 Peserta Keliling Puro Mangkunegaran Solo

Walk For Autism, Libatkan 1.000 Peserta Keliling Puro Mangkunegaran Solo
Komunitas Junior Chamber Internasional, Gelar Walk For Autism Di Puro Mangkunegaran Solo ( Minggu, 12/04/2026, Dan )

Solo - Spektroom : Dukungan dan kepedulian untuk anak anak autism di wujudkan Komunitas Junior Chamber Internasinal dengan menggelar Walk For Autism - WFA ( Minggu 12/04/2026 ) terpusat di Puro Mangkunegaran Solo.

Aksi peduli yang merupakan rangkaian peringatan hari autisme diwarnai pentas dan unjuk karya serta jalan sehat mengelilingi Puro Mangkunegaran dan yang cukup menarik sekitar 1.000 peserta mengenakan kaos putih bergambar yang merupakan karya anak anak auitism.

Local President JCI Solo, Pulung Priyo Utomo, menjelaskan berbagai acara peringatan hari autisme yang telah dimulai sejak tanggal 2 April lalu dan setelah aksi jalan sehat dijadwalkan adanya program penguatan kapasitas bagi orang tua melalui sesi parenting serta pelatihan khusus bagi guru pendamping.

Selain itu juga tengah diupayakan pelaksanaan tes minat dan bakat khusus bagi anak-anak autis agar potensi mereka dapat terpetakan dengan baik sehingga mampu bekerja maupun belajar normal layaknya teman teman lain

"Harapan kami adalah anak autis dapat disetarakan dengan anak-anak biasa, karena mereka punya kemampuan dan bukan anak yang harus dimarginalkan. Kami mencoba agar mereka tetap bisa bekerja normal selayaknya teman-teman yang lainnya," jelas Pulung Priyo Utomo di sela kegiatan.

Pulung juga memamerkan karya nyata anak-anak autis yang tertuang dalam desain kaos resmi panitia tahun dimana Lukisan murni hasil karya tangan anak-anak berkebutuhan khusus tanpa bantuan orang lain, mulai dari sketsa hingga pewarnaan.

Karya sengaja ditonjolkan untuk membuktikan kepada publik anak autism memiliki kemampuan seni dan estetika yang luar biasa jika mendapatkan dukungan yang tepat dari lingkungan sekitar.

Dukungan penuh juga datang dari pihak Pura Mangkunegaran yang kembali memfasilitasi tempat penyelenggaraan untuk kesekian kalinya.

Pengageng Kawedanan Panti Budaya di Kemantren Langenprojo, Gusti Raden Ajeng Ancillasura Marina Sudjiwo, menyatakan keterlibatan Mangkunegaran merupakan simbol cagar budaya ini sangat ramah terhadap disabilitas.

Kehadiran komunitas autisme di ruang publik seperti Mangkunegaran diharapkan dapat mengikis stigma negatif yang selama ini melekat.

"Kami ingin mengingatkan kembali kepada masyarakat Kota Solo bahwa kita semua itu setara. Jangan melupakan mereka dan harus tetap merangkul, karena pada dasarnya kita semua itu sama," kata Gusti Raden Ajeng Ancillasura Marina Sudjiwo.

Selain Walk For Autism yang berlangsung meriah melibatkan 1.000 peserta dari anak anak berkebutuhan khusus, pendamping, guru daru 16 Yayasan dan Sekolah Luar Biasa se Kota Surakarta juga diwarnai pentas tari dan beberapa unjuk karya. (Dan)

Berita terkait