Wamenag: Madrasah Kini Melahirkan Inovator, Bukan Hanya Ahli Kitab

Wamenag: Madrasah Kini Melahirkan Inovator, Bukan Hanya Ahli Kitab
Wamenag RM Syafi'i saat diwawancarai siswa MAN1 Karanganyar. (foto:A Syawlana)

Spektroom - Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafii menegaskan bahwa Madrasah hari ini telah bergerak jauh melampaui stigma lama sebagai ruang belajar yang semata berfokus pada kajian keagamaan. Madrasah, menurutnya, kini menjadi tempat lahirnya generasi inovator yang menguasai teknologi tanpa kehilangan fondasi spiritual.


Pernyataan itu disampaikan Romo Syafii saat meninjau langsung fasilitas pembelajaran berbasis keterampilan di MAN 1 Karanganyar, Sabtu (24/1/2026).

Di hadapan bengkel permesinan, ruang desain kreatif, hingga karya inovatif siswa, Wamenag mengaku tak sekadar kagum tetapi optimistis.


“Saya senang bukan hanya karena gedungnya bagus, tapi karena aktivitas siswanya luar biasa. Ini bukti madrasah mampu mencetak generasi yang kuat secara spiritual sekaligus kompeten secara teknis dan inovatif,” ujar Romo Syafii.

Ia menilai transformasi madrasah adalah keniscayaan. Mengutip pesan Sayyidina Ali, Romo Syafii menekankan pentingnya pendidikan yang relevan dengan zaman siswa, bukan terpaku pada pengalaman masa lalu para guru.


Kekagumannya bertambah ketika menyinggung Madrasah Robotic Competition (MRC) 2025. Menurutnya, ironi sekaligus kekuatan madrasah terlihat ketika siswa mampu menciptakan robot, meski robotika bukan mata pelajaran formal.


“Ini menunjukkan bahwa madrasah tidak boleh sempit dalam memandang kurikulum. Kreativitas tumbuh ketika ruang berpikir dibuka,” tegasnya.

Wamenag meresmikan masjid baru MAN1 Karanganyar. (Foto:Syawlana)


Di sela kunjungan, Wamenag juga meresmikan masjid baru MAN 1 Karanganyar. Ia menegaskan, di tengah kemajuan teknologi, masjid sekolah harus menjadi pusat pembentukan karakter dan nilai.


“Masjid bukan pelengkap. Ia harus menjadi jantung peradaban madrasah,” katanya.


Kepada para siswa, Romo Syafii menyampaikan pesan lugas: keterbatasan ekonomi dan fisik bukan alasan untuk berhenti bermimpi.


“Belajarlah dengan sungguh-sungguh dan gantungkan cita-cita setinggi mungkin. Jika ada kesungguhan dan tawakal, Allah selalu punya jalan yang tak terduga,” pesannya. (Polin - Fauzan)

Berita terkait

Salsabila Padera dari Lampung Berhasil Meraih Katagori Putri Pariwisata Geowisata, Pemilihan Putra Putri Pariwisata Nusantara 2026

Salsabila Padera dari Lampung Berhasil Meraih Katagori Putri Pariwisata Geowisata, Pemilihan Putra Putri Pariwisata Nusantara 2026

Jakarta - Spektroom: Malam Grand Final Pemilihan Putra Putri Pariwisata Nusantara 2026 menjadi puncak rangkaian ajang yang digelar Yayasan EL JOHN Indonesia. Mengusung tema “Culture, Peace, & Creativity”, malam penentuan ini berlangsung di Casa Grande Ballroom, Merlynn Park Hotel Jakarta, Minggu 27 September 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Pariwisata Dunia

Anggoro AP
ссс