Warga Soroti Keselamatan Usai Panggung Kehormatan Ambruk di GOR Satria Purwokerto Korban 90 orang
Purwokerto – Spektroom: Sehari setelah insiden ambruknya panggung kehormatan pada Kejuaraan Nasional Speedtest/Drifting di GOR Satria Purwokerto, Minggu (26/7/2026), lokasi kejadian hingga Senin (27/7/2026) pagi masih dipasangi garis polisi.
Puing-puing panggung juga belum dibersihkan karena masih menjadi bagian dari proses penyelidikan.
Kondisi tersebut menarik perhatian masyarakat yang berolahraga pagi di kawasan GOR Satria. Sejumlah warga tampak berhenti sejenak untuk melihat langsung lokasi kejadian dan mengabadikan sisa-sisa bangunan panggung yang ambruk.
Beragam tanggapan muncul dari masyarakat. Sebagian menyampaikan keprihatinan terhadap para korban, sementara yang lain menyoroti pentingnya peningkatan aspek keselamatan pada penyelenggaraan kegiatan serupa.
"Kasihan ya, mereka yang menjadi korban. Berniat mencari hiburan malah mendapatkan petaka," ujar Cipto, salah seorang warga yang sedang berolahraga pagi.
Warga lainnya, Mad Somad, menilai konstruksi panggung ke depan perlu diperkuat. Menurutnya, steger panggung sebaiknya dilengkapi pengaman besi melintang berbentuk huruf X agar struktur lebih kokoh.
Sementara itu, perwakilan Komisi Teknik Roda Empat IMI Kabupaten Banyumas, Aditya, menyampaikan panitia sangat menyesalkan insiden ambruknya tribun kehormatan tersebut.
Ia menegaskan evaluasi menyeluruh akan dilakukan, terutama terkait aspek keselamatan, pengamanan, serta pengendalian penonton pada penyelenggaraan event berikutnya.
Aditya juga mengapresiasi kepedulian masyarakat dan puluhan ambulans yang bergerak cepat memberikan pertolongan pertama sehingga proses evakuasi dan penanganan awal korban dapat berjalan dengan baik.
Berdasarkan data terakhir, jumlah korban mencapai 90 orang yang dirawat di 10 rumah sakit di Kabupaten Banyumas.
Sebanyak 24 korban dirawat di RS Ortopedi, 21 orang di RST Wijayakusuma, 10 orang di RS Margono Soekarjo, 10 orang di RS Elisabeth, sembilan orang di RS JIH, enam orang di RS Ananda, lima orang di RS Dadi Keluarga, tiga orang di RS Wiradadi Husada, serta masing-masing satu orang di RS Sinar Kasih dan RS Banyumas.
Dari keseluruhan korban, empat orang masih menjalani observasi di IGD, 40 orang menjalani rawat inap, sedangkan 46 orang telah diperbolehkan pulang untuk menjalani rawat jalan.
Berdasarkan jenis kelamin, korban terdiri atas 55 laki-laki dan 35 perempuan.
Kapolresta Banyumas melalui Kasi Humas AKP Riyan mengatakan proses penyelidikan masih berlangsung sehingga penyebab pasti ambruknya panggung belum dapat disampaikan kepada publik.
"Penyelidikan masih berlangsung. Nanti kalau sudah selesai kami informasikan," pungkas AKP Riyan.