Warga Tanggulsari Menunggu Perbaikan Tanggul Laut

Warga Tanggulsari Menunggu Perbaikan Tanggul Laut
Siti Aminah mengaku sudah dua tahun menjalani kehidupan berdampingan dengan genangan air laut setiap hari. Jumat (05/06/3026)(Foto:Ap/Sigit)

Pati-Spektroom: Selama dua tahun terakhir, Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, terkepung banjir rob yang hingga kini belum ada penanganan yang mampu menghentikan genangan itu.

Sebelumnya, tanggul laut sepanjang 110 meter jebol dan mengakibatkan banjir rob di desa tersebut. Puluhan warga harus bertahan di rumah yang terus terendam.

Warga mengaku mulai kesulitan mempertahankan kondisi rumah karena genangan terus mengikis bagian bangunan mereka.

Sebagian keluarga harus beradaptasi dengan lingkungan basah yang mengganggu kenyamanan dan kesehatan sehari-hari.

Siti Aminah mengaku sudah dua tahun menjalani kehidupan berdampingan dengan genangan air laut setiap hari.

"Kami berharap pemerintah segera membantu karena kondisi ini sangat memberatkan kehidupan masyarakat pesisir," ujarnya, Jumat, 5 Juni 2026.

Lambannya perbaikan tanggul membuat kerugian warga terus bertambah seiring berjalannya waktu tanpa kepastian solusi.

Masyarakat khawatir kerusakan lingkungan pesisir semakin meluas apabila penanganan terus mengalami keterlambatan panjang.

Sementara itu, pemerintah desa menilai jebolnya tanggul laut menjadi penyebab utama rob yang terus meluas hingga kini.

Berbagai laporan telah disampaikan kepada pemerintah daerah namun penanganan belum dirasakan langsung oleh warga.

Kepala Desa Tunggulsari, Setyo Wahyudi, menyebut masyarakat membutuhkan langkah konkret untuk menghentikan krisis berkepanjangan tersebut.

"Kami sudah berkali-kali melaporkan kondisi ini tetapi masyarakat belum merasakan penanganan yang memadai," katanya. (Ap)

Berita terkait

Lima Mahasiswa UMJ, Lima Gelar Juara: Ketika Keringat dan Perjuangan Berbuah Prestasi

Lima Mahasiswa UMJ, Lima Gelar Juara: Ketika Keringat dan Perjuangan Berbuah Prestasi

Jakarta-Spektroom : Gemuruh pertandingan di GOR Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada akhir Agustus lalu menjadi saksi perjuangan para atlet muda dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Di tengah persaingan karate yang mempertemukan atlet dari berbagai daerah, lima mahasiswa UMJ tampil gemilang. Mereka bukan sekadar ikut bertanding, tetapi pulang membawa lima gelar Juara

Irvan Idris Saleh, Julianto
ссс