Wattimena Satu Moyang, Pererat Gandong di Ambon, 350 Keluarga Bersatu dalam Hangatnya Halal Bihalal
Ambon –Spektroom:Suasana hangat penuh kebersamaan menyelimuti kegiatan halal bihalal keluarga besar Watimena Satu Moyang yang digelar di Kota Ambon. Kegiatan dihadiri keluarga besar Wattimena, serta sejumlah tamu undangan dari Pemerintah Provinsi Maluku, Pemerintah Kota Ambon, dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Ketua Panitia Halal Bihalal, Patrick Munandar, dalam laporannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan kebahagiaan.
“Ini menjadi kesempatan berharga bagi kita semua untuk saling memaafkan, mempererat silaturahmi, dan menjaga hubungan persaudaraan dalam keluarga besar Watimena Satu Moyang,” ujarnya.
Patrick menjelaskan, kegiatan tersebut terlaksana berkat kerja sama seluruh panitia yang dibentuk melalui surat keputusan kepanitiaan dan dijalankan secara gotong royong demi menyukseskan acara.
Menurutnya, halal bihalal tahun ini mengusung semangat menyatukan hati, mempererat hubungan kekeluargaan, serta melanjutkan nilai-nilai kebersamaan yang terbangun selama bulan suci Ramadan.
Rangkaian kegiatan diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tausiyah, doa bersama, hingga ramah tamah keluarga. Sebagai bentuk kepedulian sosial, panitia juga menyerahkan santunan kepada 20 anak yatim.
Fajri Munandar menambahkan, seluruh pelaksanaan kegiatan dilakukan secara transparan dan akuntabel dengan dukungan penuh dari seluruh keluarga besar Watimena Satu Moyang.
Sementara itu, Ketua Umum Watimena Satu Moyang, Purnawirawan AKBP John Watimena, S.Sos., menegaskan bahwa halal bihalal bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum penting untuk menjaga hubungan kekeluargaan sekaligus merawat warisan leluhur.
“Halal bihalal ini bukan hanya soal saling memaafkan atas kesalahan masa lalu, tetapi bagaimana kita menjaga hubungan silaturahmi agar keluarga yang jauh bisa kembali dekat,” ungkap John.
Dirinya menekankan pentingnya menjaga persatuan keluarga besar Watimena agar generasi muda tetap mengenal asal-usul serta memahami nilai persaudaraan dalam satu garis moyang.
“Kita harus memastikan anak cucu mengetahui bahwa mereka berasal dari satu gandong, satu moyang, yakni keluarga besar Watimena,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, John Watimena juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Maluku, Pemerintah Kota Ambon, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Mari terus menjaga silaturahmi ini, karena katong semua satu gandong, satu moyang,” tambahnya.
Sementara Gubernur Maluku dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Sadali Ie, menyampaikan pemerintah memberikan penghargaan kepada keluarga besar Watimena yang terus menjaga nilai persaudaraan dan kebersamaan lintas generasi.
Menurutnya, halal bihalal bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi wadah memperkuat nilai hidup orang basudara yang selama ini menjadi identitas kuat masyarakat Maluku.
“Momentum ini harus menjadi pengingat bahwa kita memiliki tanggung jawab moral untuk terus menjaga persaudaraan, mempererat kasih antarsesama, serta membangun daerah yang kita cintai dengan semangat kebersamaan,” ujar Sadali.
Nampak hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Wakil Bupati Seram Bagian Timur, Wakil Ketua DPRD Kota Ambon, anggota DPRD Kota Ambon dan Provinsi Maluku, tokoh masyarakat, serta seluruh keluarga besar Wattimena Satu Moyang.(EM)