Wenselina Demetou, Warga Depapre Jayapura Kisahkan Dugaan Keracunan Makanan MBG

Wenselina Demetou, Warga Depapre Jayapura Kisahkan Dugaan Keracunan Makanan MBG
Wenselina Demetou warga depapre Jayapura. (foto: Tony Teniwut)

Jayapura-Spektroom : Dugaan keracunan makanan dari Program Makanan Bergizi (MBG) yang menimpah sejumlah warga di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, pada Selasa, 04 Agustus 2026, menuai kisah Wenselina Demetou, sebagai warga setempat yang mengaku anaknya menjadi salah satu korban dugaan keracunan makanan dari Program MBG.

Dalam tutur katanya yang polos, ia mengungkap sempat menemukan kondisi lauk dan buah yang dinilai tidak layak sebelum makanan dibagikan kepada penerima manfaat.

Wenselina Demetou mengatakan anaknya, Mariam Oyaitou, merupakan pelajar di SMK Negeri 3 Depapre jurusan Kelautan, sedangkan gejala keracunan mulai muncul beberapa jam setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan dari dapur MBG di Distrik Depapre.

"Anak saya mulai muntah-muntah, lemas, dan mengeluh sakit perut. Sore hari setelah pulang sekolah gejalanya mulai muncul," kata Wenselina saat ditemui di Rumah Sakit Yowari, Rabu (5/8/2026).

Mengaku turut menjadi kader yang membantu pendistribusian makanan kepada penerima manfaat di delapan kampung di Distrik Depapre, sebagai sasaran program tersebut meliputi pelajar PAUD, SD, SMP, SMA, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita.

Saat proses pembagian makanan, Wenselina mengaku memperhatikan kondisi menu yang terdiri atas nasi, sayur sawi berkuah, telur, tempe, dan semangka.

Menurutnya, semangka yang dibagikan tampak berlendir, sementara tempe berwarna kehitaman. Ia bahkan sempat menyampaikan temuannya kepada Ketua Posyandu setempat.

"Saya bilang tempenya kurang bagus karena sudah hitam, dan semangkanya juga berlendir," ujarnya.

Meski demikian, makanan tersebut tetap dibagikan karena telah dikemas dalam ompreng untuk penerima manfaat.

Beberapa jam setelah makan siang, warga mulai melaporkan banyak anak mengalami mual, muntah, dan nyeri perut. Para korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas Depapre sebelum sebagian dirujuk ke Rumah Sakit Yowari.

Selain pelajar, Wenselina Demetou menyebut korban juga berasal dari kalangan ibu hamil, ibu balita, hingga warga dewasa yang turut menerima makanan dari program tersebut.

Ia memperkirakan jumlah penerima makanan di Distrik Depapre mencapai ratusan orang, sebab setiap kampung, kata dia, menerima sekitar 50 hingga 60 paket makanan setiap kali pendistribusian.

Saat ini, kondisi anaknya telah berangsur membaik setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Yowari dan sudah diperbolehkan pulang.

"Puji Tuhan sudah membaik, sudah bisa jalan dan sudah diizinkan pulang," katanya.

Menanggapi kejadian tersebut, Wenselina Demetou mengatakan sebagian besar masyarakat berharap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di wilayah mereka dihentikan sementara.

Ia berharap pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan program tersebut agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Berita terkait

Akui Ada di Video Viral, Kabiro PBJ Sumbar Mundur: Pemprov Bentuk Tim Pemeriksa

Akui Ada di Video Viral, Kabiro PBJ Sumbar Mundur: Pemprov Bentuk Tim Pemeriksa

Padang-Spektroom : Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) membentuk Tim Pemeriksa Ad Hoc untuk menindaklanjuti beredarnya rekaman video yang diduga melibatkan pejabat di lingkungan Pemprov Sumbar. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumbar Arry Yuswandi mengatakan, tim dibentuk sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Tim diketuai langsung

Diah Utami, Rafles