Widhi Kurniawan, Angkasawan RRI Pertama yang Lolos ke KPI Pusat, Siap Perkuat Eksistensi Penyiaran Indonesia
Jakarta - Spektroom : DPR RI resmi menetapkan sembilan anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat periode 2026–2029 setelah seluruh calon mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi I DPR RI. Penetapan tersebut menjadi akhir dari rangkaian seleksi yang sebelumnya diikuti puluhan kandidat dari berbagai latar belakang, mulai akademisi, praktisi penyiaran, jurnalis, hingga anggota KPI petahana.
Sembilan anggota KPI Pusat yang ditetapkan yakni Tulus Santoso, Andi Sukmono, Fuji Samantha, Widhi Kurniawan, Aliyah, Evri Rizqi Monarshi, Analisa, Amin Shabana, dan Hasrul Hasan. Selanjutnya, hasil penetapan tersebut akan dibawa ke rapat paripurna DPR RI sebelum diterbitkan Surat Keputusan Presiden (Keppres) sebagai dasar pelantikan.
Di antara sembilan nama tersebut, Widhi Kurniawan, S.H. menjadi sosok yang menarik perhatian. Jurnalis senior dan pejabat karier Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) itu mencatat sejarah sebagai angkasawan RRI pertama yang dipercaya menjadi anggota KPI Pusat.
Bagi Widhi, amanah tersebut bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan juga kebanggaan bagi seluruh insan RRI yang selama ini mengabdikan diri dalam penyiaran publik.
"Ini adalah capaian pertama angkasawan RRI menjadi anggota KPI Pusat. Proses pemilihan oleh Komisi I DPR RI memang baru tahap awal, setelah itu masih ada penetapan pada sidang paripurna DPR RI dan selanjutnya menunggu SK Presiden," ujar Widhi.
Komitmen Menguatkan Penyiaran Nasional
Berbekal pengalaman lebih dari tiga dekade di dunia penyiaran, Widhi membawa visi untuk memperkuat eksistensi media penyiaran terestrial di tengah pesatnya perkembangan media digital.
Menurutnya, televisi dan radio masih memiliki peran strategis dalam membangun karakter bangsa serta menyampaikan nilai-nilai kebangsaan kepada masyarakat.

"Komitmen saya sebagai orang penyiaran adalah memperkuat eksistensi penyiaran terestrial di Indonesia, baik TV maupun radio. Kedua jenis media penyiaran itu sangat potensial menyampaikan nilai-nilai kebangsaan, kenegaraan, dan ke-Indonesiaan bagi khalayak luas," katanya.
Ia mengutip data Nielsen 2023 yang menunjukkan jumlah penonton televisi di Indonesia masih mencapai sekitar 130 juta orang, sedangkan berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, jumlah pendengar radio mencapai 25 juta orang.
"Angka ini harus dipertahankan dan ditingkatkan di tengah kuatnya penetrasi media digital, media sosial, serta layanan over the top (OTT)," tegasnya.
Tiga Dekade Mengabdi di RRI
Lahir di Surabaya, 3 Mei 1969, Widhi Kurniawan merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Ia memulai karier sebagai penyiar RRI pada September 1991 dan terus menapaki berbagai jenjang kepemimpinan hingga dipercaya menduduki sejumlah posisi strategis.
Riwayat jabatannya antara lain:
- Kepala Stasiun Siaran Luar Negeri (SLN)/Voice of Indonesia (VOI) Jakarta.
- Kepala LPP RRI Pontianak.
- Kepala LPP RRI Semarang (2021–2022).
- Kepala Pusat Pemberitaan LPP RRI (2017–2021).
- Kepala Stasiun RRI Surakarta (2016–2017).
- Kepala Stasiun RRI Lhokseumawe (2014–2016).
- Kepala Bidang Media Online Pusat Pemberitaan LPP RRI.
- Kepala Bidang Siaran/Produksi Pusat Pemberitaan LPP RRI.
- Kepala Seksi Redaksi dan Liputan Pusat Pemberitaan LPP RRI.
Selain bertugas di lingkungan RRI, Widhi juga aktif dalam organisasi profesi. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Radio PWI Jaya, Sekretaris Jenderal Asosiasi Penyiar Indonesia (API), serta dipercaya menjadi Vice Chairman Asia-Pacific Broadcasting Union (ABU) TV Song Festival.
Pengalaman panjang tersebut menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan industri penyiaran yang terus berubah mengikuti perkembangan teknologi informasi.
Tidak Perlu Mengundurkan Diri
Direktur SDM dan Umum LPP RRI periode 2021–2026, Dedi Suparman, menjelaskan bahwa proses transisi Widhi menuju KPI Pusat tidak akan menemui kendala administratif.
Menurut Dedi, saat ini Widhi masih menjabat sebagai Kepala Stasiun Siaran Luar Negeri (SLN)/Voice of Indonesia (VOI) Jakarta. Namun, saat pelantikan anggota KPI Pusat dilaksanakan, Widhi telah memasuki masa purna tugas sebagai pegawai LPP RRI karena telah mencapai batas usia pensiun.
"Widhi Kurniawan memang sekarang menjabat sebagai Kepala SLN. Namun nanti pada saat pelantikan anggota KPI, beliau sudah memasuki masa purna tugas karena usianya telah mencapai 58 tahun. Jadi tidak perlu mengundurkan diri lagi dari jabatannya di RRI," ujar Dedi.
Ia menambahkan, terpilihnya Widhi merupakan kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar RRI karena menjadi angkasawan pertama yang berhasil menembus kursi KPI Pusat.
Harapan Baru bagi Dunia Penyiaran
Masuknya Widhi Kurniawan ke jajaran KPI Pusat diharapkan membawa perspektif baru dalam memperkuat sistem penyiaran nasional. Pengalaman panjangnya sebagai penyiar, jurnalis, pimpinan pemberitaan, hingga kepala satuan kerja di berbagai daerah dinilai menjadi modal kuat untuk menjaga kualitas isi siaran sekaligus mendorong transformasi penyiaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Di tengah persaingan dengan media digital dan platform global, kehadiran figur yang memahami dunia penyiaran dari akar hingga tingkat pengambil kebijakan diharapkan mampu memperkuat posisi televisi dan radio sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, serta perekat persatuan bangsa.
Keberhasilan Widhi Kurniawan tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga menandai babak baru dalam sejarah RRI sebagai lembaga penyiaran publik yang untuk pertama kalinya memiliki representasi di Komisi Penyiaran Indonesia Pusat.