Gubernur Mirza Ikuti Secara Virtual Panen Raya Serentak Tiga Komoditas, Sinergi TNI Percepat Swasembada Pangan

Gubernur Mirza Ikuti Secara Virtual Panen Raya Serentak Tiga Komoditas, Sinergi TNI Percepat Swasembada Pangan
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto (Sumber: Capture YouTube Puspen TNI).

Lampung Tengah - Spektroom: Gubernur Mirza mengikuti  panen raya padi, jagung & tebu Tentara Nasional Indonesia, Komando Daerah Militer XXI/Radin Inten bersama Presiden, secara Virtual Meeting dari Desa Rejo Basuki, Kecamatan Seputih Raman, Lampung Tengah, Jum'at (17/7/2026)

Gubernur Mirza menuturkan bahwasannya keterlibatan TNI dan Polri dalam sektor pertanian sejak pemerintahan Presiden Prabowo telah memperkuat pengawalan program kedaulatan pangan, mulai dari tahap produksi hingga pascapanen.

Foto Biro Adpim Lampung

Pendampingan tersebut untuk ibumemastikan distribusi pupuk berjalan baik, jadwal tanam lebih tepat, serta menjaga stabilitas harga hasil panen.

"Selama sekitar satu setengah tahun terakhir, TNI dan Polri mengawal berbagai komoditas. Tidak ada pupuk yang diselewengkan, harga panen tetap terjaga, dan jadwal tanam berjalan lebih tepat. TNI dan Polri memang tidak ikut menanam, tetapi mendampingi agar petani tidak berjalan sendiri," ujarnya.

Mirza menambahkan, Pemerintah Daerah juga terus mendorong perbaikan jaringan irigasi yang selama puluhan tahun menjadi persoalan.

"Masalah air sudah berlangsung puluhan tahun. Kami terus mendorong percepatan perbaikan irigasi yang selama ini belum terselesaikan. Mudah-mudahan upaya tersebut dapat segera memberikan manfaat bagi petani," ujar Gubernur Mirza.

Kegiatan tersebut dipimpin Presiden Prabowo Subianto secara serentak di 43 titik di seluruh Indonesia, termasuk kegiatan bersama Kodam XXI/Radin Inten (TNI AD) di Lanud Abdulrahman Saleh Kabupaten Malang, Jawa Timur. 

Kegiatan ini merupakan wujud sinergi TNI untuk mempercepat swasembada dan ketahanan pangan nasional.


Dalam laporannya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyampaikan bahwa panen raya serentak tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pendampingan terpadu oleh seluruh matra TNI.


“Menindaklanjuti arahan Bapak Presiden, TNI melaksanakan pendampingan terpadu, TNI Angkatan Udara pada komoditas tebu, TNI Angkatan Laut pada komoditas kedelai, dan TNI Angkatan Darat pada komoditas padi,” ujar Panglima TNI.


Panglima TNI juga menjelaskan, bahwa panen tebu di Lanud Abdulrachman Saleh mencakup lahan seluas 800,5 hektare dengan estimasi hasil panen mencapai 72.045 ton.

audio-thumbnail
Panglima TNI
0:00
/80.489


“Luas siap panen mencapai 800,5 hektare dengan estimasi hasil 72.045 ton dengan nilai diterima pabrik rata-rata Rp720 ribu per ton. Hilirisasi tebu turut menghasilkan molase, bioetanol, industri ataupun farmasi, pupuk organik, dan produk turunan lainnya yang meningkatkan nilai bagi perekonomian nasional,” lanjutnya dikutip dari presidenri.go.id


Sementara, Presiden Prabowo dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Panen Raya TNI Terintegrasi yang dilaksanakan secara serentak di 43 titik di seluruh Indonesia. Menurut Kepala Negara, kegiatan tersebut mencerminkan bahwa upaya mewujudkan ketahanan pangan merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh komponen bangsa.


“Saya ucapkan selamat atas terselenggaranya Panen Raya TNI terintegrasi yang dilaksanakan serentak di 43 titik di seluruh Indonesia. Kegiatan ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya urusan Kementerian Pertanian, tetapi merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh kekuatan bangsa,” ujar Presiden.


Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam mendukung sektor pangan merupakan wujud nyata pengabdian kepada rakyat. Kepala Negara menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.


“Ini menunjukkan bahwa TNI dan Polri tidak hanya merupakan penjaga pertahanan dan keamanan negara, tapi TNI dan Polri adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari rakyat Indonesia. TNI dan Polri adalah anak kandung rakyat. TNI dan Polri harus selalu bersama rakyat di tengah-tengah rakyat. Kesulitan rakyat adalah kesulitan TNI dan Polri,” tegas Presiden.(@Ng).

Berita terkait

Gubernur Hendrik Lewerissa Pimpin Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Merdeka Ambon

Gubernur Hendrik Lewerissa Pimpin Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Merdeka Ambon

Ambon–spektroom:Pemerintah Provinsi Maluku menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Merdeka, Kota Ambon. Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa bertindak sebagai Inspektur Upacara. Senin (17/8/2026). Peringatan kemerdekaan tahun ini mengangkat tema "Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur". Upacara dimulai sekitar pukul

Eva Moenandar, Bian Pamungkas